
Penulis: Vincent Ngara | Editor: Tim
Lurah Carep Tidak Tahu Status Kepemilikan Sah Tanah Yayasan
Kemudian media ini juga mendatangi Lurah Kelurahan Carep, Laurensius Y. Ngamal. Lurah Laurensius mengatakan dirinya selaku pemerintah kelurahan hanya mengesahkan.
“ Jadi begini kami selaku pemerintah kelurahan hanya mengesahkan, yang melakukan perjanjian kan mereka. Kami hanya mengesahkan, karena mereka (pihak Paulus D. Gagu) mengaku bahwa sudah membuat perjanjian (dengan BPN Manggarai), sehingga secara prosedur, mereka mengajukan permohonan. Mereka lengkapi dokumen yang dibutuhkan sesuai prosedur, lalu kami bubuhkan tanda tangan,” katanya.
Secara dokumen, kata Lurah Carep, saya bertanya tanah itu perolehan darimana. Dia (pihak Paulus D. Gagu) bilang penyerahan dari tua adat. Dan dalam persetujuan batas, mereka juga undang saya.
“Surat ini ada saksi-saksinya, sehingga menurut saya tidak ada kendala. Kemudian ada juga surat pernyataan masih Lurah yang lama (Benediktus I. Ngangkuk),” katanya lagi.
Terus yang saya tanda tangani adalah surat pernyataan dari tua Gendang Laci mengenai penegasan penyerahan tanah pada Yayasan Pendidikan Bina Kusuma.
“Kami butuh untuk sertifikasi tanah. Saya bilang tidak apa-apa, kemudian saya tanda tangan,” terangnya.
Selain itu, Lurah Carep juga mengaku bahwa form tersebut bersumber dari pihak pemohon (Paulus D. Gagu) yang tidak tertera tembusan ke Camat Langke Rembong.
“Form ini tidak ada tembusan ke Camat Langke Rembong. Form ini dari pemohon (pihak Paulus D. Gagu), form dari mereka semua. Karena form mereka yang buat, jadi kita tidak mengambil dari luar form itu. Saya juga baru lihat ini form. Tidak ada ini Lurah Carep-Labe, yang ada Lurah Carep saja. Yang form aslinya mereka (pihak Paulus D. Gagu) bawa sendiri ke BPN, sedangkan saya hanya menerima kopiannya,” ungkapnya.
“Kemudian saya dapat undangan juga untuk melakukan pemasangan dan pengukuran batas. Waktu itu saya belum tau kalo tanah ini bermasalah, kalo kami tau saya akan pending. Ini kan tidak ada, bahkan mereka (pihak Paulus D. Gagu) tidak beri tau saya,” kata Lurah Laurensius.











