
Penulis: Tim | Editor: Redaksi
RUTENG,FAJARNTT.COM– Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manggarai, Kanisius Nasak, berhasil meyakinkan pedagang Pasar Inpres (Paris) Ruteng untuk membongkar lapak darurat mereka setelah dialog intens, Rabu (19/02/2025) siang.
Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, dengan pengawasan staf Bapenda, Satpol PP, aparat Kepolisian, dan TNI.
Kaban Kanis turun langsung meninjau lokasi Tempat Penjualan Ikan (TPI) dan area sayur-mayur yang selama ini dipadati lapak liar.
Salah satu pedagang yang menjadi sorotan adalah David, pemilik lapak darurat yang mengaku telah memiliki Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) dari Pemkab Manggarai.
David menjelaskan bahwa lapaknya didirikan atas rekomendasi pegawai Bapenda pada masa almarhum Pak Pit.
Menurutnya, lapak ini berdiri di pinggir los TPI hingga menutupi pandangan pembeli ke los resmi di belakangnya.
“Saya sudah lama jualan. Ada SKRD. Lapak ini pun atas rekomendasi pegawai dulu,” ujar David saat bertemu Kaban Kanis di ruang kerja.
Menanggapi hal tersebut, Kaban Kanis menekankan bahwa penertiban dilakukan demi kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau politik.
“Banyak masukan sejak hari pertama penertiban, tapi saya perlu dengar semua pihak untuk tahu benang kusutnya di mana,” jelas Nasak.
Ia menegaskan bahwa setiap SKRD memiliki masa berlaku dan selalu dievaluasi.
“Kalau tidak sesuai aturan, SKRD baru tidak akan diterbitkan,” tambahnya.
Setelah penjelasan panjang lebar dan peninjauan langsung ke lapak, Kaban Kanis menawarkan dua opsi: dibongkar petugas atau dibongkar sendiri oleh pedagang dalam waktu 24 jam.
David memilih untuk membongkar lapaknya sendiri dan berjanji menyelesaikannya pada Kamis, 20 Februari 2025 pukul 12.00 WITA.
“Biar saya bongkar sendiri saja, Pak. Besok jam 12 siang saya janji sudah beres,” katanya di hadapan pedagang lain.
Penertiban ini menjadi contoh nyata bagaimana Bapenda Manggarai menegakkan aturan sambil tetap mendengarkan aspirasi pedagang, demi terciptanya pasar yang tertata rapi dan nyaman bagi masyarakat.(*)






