
Penulis: Tim | Editor: Redaksi
RUTENG,FAJARNTT.COM – Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Manggarai menyelenggarakan acara buka puasa bersama umat Muslim pada Rabu, 26 Maret 2025, bertempat di Kantor Bupati Manggarai, Ruteng.
Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WITA ini berlangsung dalam format lesehan yang sederhana namun sarat makna, menjadi momentum mempererat silaturahmi lintas agama di Bumi Congka Sae.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A., Wakil Bupati Fabianus Abu, S.Pd., Kapolres Manggarai, Sekda Manggarai, Kepala Kantor Kementerian Agama Ruteng, Ketua MUI Kabupaten Manggarai, serta tokoh lintas agama dan jajaran Pemkab Manggarai.
Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini yang menjadi wujud nyata semangat toleransi di Kabupaten Manggarai.
“Ibadah puasa bukan hanya soal menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga tutur kata. Saya bersyukur selama bulan Ramadan ini, kita mampu menjaga tutur kata yang baik. Harapannya, keberkahan ini terus terbawa hingga bulan-bulan berikutnya,” ujar Bupati Hery.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen Ramadan sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan mencegah perpecahan di tengah masyarakat.
“Mari kita bersama berusaha untuk mencegah fitnah dan menjaga kerukunan demi persatuan. Dengan saling menghormati dan memahami, kita bisa menjaga Manggarai tetap damai,” tambahnya.
Ustadz Ahmad Masruri: Puasa Mengajarkan Keseimbangan Hubungan dengan Tuhan dan Sesama
Acara tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Ahmad Masruri Yasin, M.Si., Wakil Ketua Pengadilan Agama Ruteng, yang memberikan pesan mendalam tentang makna universal puasa.
Menurutnya, puasa dalam Islam memiliki dua dimensi penting, yakni hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama manusia.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan dan sesama. Bahkan, jika kita menyakiti saudara kita, pahala puasa kita akan hilang,” jelas Ustadz Ahmad.
Dalam refleksinya, ia juga mengaitkan nilai puasa dengan ajaran universal dalam Kitab Nabi Yesaya pasal 58 yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama.
“Makna sejati puasa adalah menolong orang teraniaya, memberi makan kepada yang lapar, dan memberi tempat bagi yang membutuhkan. Itulah hakikat ibadah yang membawa kedamaian,” tuturnya.
Kebersamaan Lintas Iman, Cermin Kerukunan di Manggarai
Buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan, tetapi juga ruang berbagi kasih dan persaudaraan. Umat beragama dari berbagai latar belakang hadir dalam suasana hangat dan penuh rasa saling menghormati.
Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol kuat bahwa toleransi dan kerukunan adalah napas kehidupan masyarakat Manggarai.
“Kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan sekat, melainkan kekuatan. Inilah wajah sejati Manggarai: damai, terbuka, dan penuh kasih,” ujar salah satu tokoh lintas agama yang hadir.
Meneguhkan Komitmen Bersama untuk Persatuan
Acara diakhiri dengan doa bersama lintas iman, di mana para hadirin memanjatkan doa agar Kabupaten Manggarai senantiasa dilimpahi kedamaian, keberkahan, dan semangat persatuan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan memperkuat harmoni sosial serta menghargai keberagaman sebagai bagian dari identitas daerah.
“Semoga kegiatan seperti ini terus kita lestarikan. Karena dari kebersamaan dan rasa saling menghormati, kita membangun Manggarai yang lebih baik,” tutup Bupati Hery Nabit.(*)


