close menu

Masuk


Tutup x

Tour De En-Te-Te 2025, Bupati Hery Nabit: Mari Tunjukkan Manggarai yang Ramah, Tertib, dan Indah

Penulis: | Editor: Redaksi

RUTENG, FAJARNTT.COM – Kabupaten Manggarai bersiap menyambut Tour De En-Te-Te (TDET) 2025, ajang balap sepeda internasional yang akan melintasi Kota Ruteng pada Sabtu, 20 September 2025.

Pemerintah Kabupaten Manggarai telah mengeluarkan pengumuman resmi Nomor 500.13.3.3/383/IX/2025 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geratis Laju Nabit.

Dalam pengumuman itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Ia menekankan bahwa event ini bukan hanya sekadar lomba olahraga, melainkan juga panggung dunia bagi Manggarai.

“Event ini membawa nama baik daerah. Mari kita tunjukkan bahwa Manggarai adalah daerah yang ramah, tertib, dan indah. Inilah kesempatan kita untuk tampil di panggung dunia,” ujar Bupati Hery.

Warga Diminta Pasang Umbul-Umbul dan Jaga Kebersihan

Instruksi pertama Bupati adalah pemasangan umbul-umbul di rumah, perkantoran, serta toko-toko sepanjang jalur lintasan mulai 17 September 2025.

Menurutnya, umbul-umbul bukan sekadar hiasan, tetapi lambang keterlibatan dan kebanggaan masyarakat.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya kebersihan lingkungan. Warga diminta untuk menyingkirkan material bangunan, sampah, dan barang-barang lain di bahu jalan. Ia menegaskan, kesan pertama bagi tamu adalah kondisi kota.

“Kebersihan adalah bagian dari penghormatan kita terhadap tamu. Jangan sampai orang datang melihat kota kita penuh sampah. Justru sebaliknya, mereka harus pulang dengan kesan positif,” kata Bupati Hery.

Penertiban Hewan Peliharaan di Jalur Balap

Manggarai dikenal sebagai wilayah agraris dengan tradisi melepas ternak untuk merumput di jalanan. Namun, dalam konteks balap internasional, kebiasaan itu bisa menjadi ancaman serius.

Bupati pun menginstruksikan camat di lima kecamatan lintasan, Langke Rembong, Wae Rii, Ruteng, Lelak, dan Satar Mese Utara, untuk memastikan tidak ada ternak yang berkeliaran.

“Hewan adalah bagian dari kehidupan masyarakat kita, tapi dalam event ini semua harus disiplin. Satu ekor sapi di jalan bisa berakibat fatal, bukan hanya bagi pembalap, tapi juga nama baik kita,” tegasnya.

Instruksi ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat memperhatikan aspek keselamatan peserta sekaligus menjaga citra daerah.

Sekolah dan Pramuka Bentuk Pagar Betis

Keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian dari strategi penyambutan. Sebanyak 13 sekolah dan kelompok Pramuka ditugaskan membentuk pagar betis di sepanjang jalur sejak pukul 11.00 WITA.

Bupati menegaskan, ini bukan sekadar untuk memeriahkan, melainkan juga pembelajaran karakter bagi anak-anak.

“Saya ingin anak-anak sekolah merasa memiliki event ini. Dengan berdiri di pinggir jalan, memberi semangat, mereka belajar tentang kebanggaan daerah, sportivitas, dan persaudaraan,” ungkap Bupati Herybertus.

Sekolah yang terlibat antara lain SDI Robo, SDK Kumba I dan II, SMPN 1 Langke Rembong, hingga SMAN 1 Langke Rembong. Keterlibatan mereka menjadi simbol bahwa generasi muda Manggarai ikut ambil bagian dalam peristiwa besar ini.

Titik Finish di Natas Labar Motang Rua Ruteng

Pemerintah Kabupaten menetapkan Natas Labar Motang Rua, depan Mapolres Manggarai, sebagai titik finish etape di Ruteng. Lokasi ini dipilih karena strategis dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Bupati mengajak warga untuk datang menyaksikan dan memberikan dukungan, namun tetap menjaga ketertiban.

“Natas Labar adalah simbol keterbukaan Ruteng. Saya harap masyarakat datang, tetapi tetap tertib, karena di sanalah kita menunjukkan wajah Manggarai yang sesungguhnya,” jelasnya.

Rute Putaran Peserta di Kota Ruteng

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, peserta akan melakukan putaran keliling Kota Ruteng. Rutenya mencakup halaman Kantor Bupati, Jl. Motang Rua, Jl. Adisujipto, Jl. Satar Tacik, Jl. Ahmad Yani, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Diponegoro, hingga Jl. Katedral.

Rute ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut menyaksikan dari dekat sekaligus memperlihatkan wajah Ruteng yang bersih, indah, dan tertata.

“Ini rute strategis. Karena itu saya minta masyarakat dan pelaku usaha memastikan area di depan rumah atau tokonya rapi dan bersih. Ruteng harus tampil layaknya tuan rumah yang siap menerima tamu,” kata Bupati Hery.

ASN dan Pejabat Daerah Wajib Hadir

Bupati juga menekankan bahwa ASN dan pimpinan perangkat daerah wajib hadir dalam penyambutan dan pelepasan peserta. Kehadiran mereka diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat.

ASN diminta hadir dengan pakaian bebas rapi pada dua agenda penting: penyambutan peserta di Ruteng (20 September pukul 11.00 WITA) dan pelepasan peserta ke Labuan Bajo (21 September pukul 08.00 WITA).

“ASN adalah representasi pemerintah. Dengan hadir, mereka menunjukkan bahwa pemerintah serius dan kompak mendukung event ini. Ini juga bentuk pelayanan, karena mereka harus bersama rakyat di momen penting seperti ini,” tegas Bupati.

Momentum Manggarai di Panggung Nasional dan Internasional

Lebih jauh, Bupati Hery melihat TDET sebagai momentum emas bagi Manggarai, bukan hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga untuk pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal.

Kehadiran ribuan peserta, ofisial, dan tamu diyakini akan menjadi promosi gratis bagi pariwisata dan budaya Manggarai.

“Manggarai punya budaya, kuliner, dan keramahan yang bisa kita tunjukkan. Setiap senyuman warga, setiap rumah yang terpasang umbul-umbul, setiap anak sekolah yang melambaikan tangan, semuanya adalah promosi pariwisata kita. Jangan sia-siakan momentum ini,” pungkas Bupati Hery.

Dengan berbagai instruksi yang detail, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap Tour De En-Te-Te 2025 tidak hanya sukses sebagai ajang balap sepeda internasional, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi peserta dan tamu serta meneguhkan kebanggaan masyarakat Manggarai di panggung nasional maupun internasional.(*)

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica