close menu

Masuk


Tutup x

Tiwu Wali dan Tiwu Tara, Dua Permata Air Tersembunyi yang Menawarkan Pesona Sunyi Alam Manggarai

Penulis: | Editor: Redaksi

FAJARNTT.COM – Di balik rimbunnya hutan dan perbukitan Pulau Flores, Kabupaten Manggarai menyimpan dua destinasi wisata air yang masih alami dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Dua permata tersembunyi itu adalah Tiwu Wali di Kecamatan Reok dan Tiwu Tara di Kecamatan Lelak. Keduanya menawarkan pengalaman wisata yang memadukan petualangan, keindahan lanskap, dan ketenangan khas alam Manggarai.

Tiwu Wali terletak di Desa Ruis Timur, Kecamatan Reok. Destinasi ini menghadirkan panorama air terjun dengan kolam alami yang jernih dan menenangkan. Keistimewaan Tiwu Wali terletak pada lokasinya yang tersembunyi di tengah hutan, menciptakan kesan seperti oase rahasia yang hanya dapat dijangkau oleh para pencinta alam dan petualangan.

Berada di ketinggian sekitar 89 meter di atas permukaan laut, perjalanan menuju Tiwu Wali tergolong menantang. Pengunjung harus menempuh trekking sejauh kurang lebih satu kilometer melalui jalan setapak yang berkelok dan berbatu. Namun, rasa lelah seolah terbayar lunas ketika suara gemericik air terjun mulai terdengar di antara rimbunan pepohonan. Suasana hutan yang sejuk, kicauan burung, serta udara segar menciptakan harmoni alami yang menenangkan jiwa. Kolam air jernih di bawah air terjun menjadi tempat ideal untuk berendam dan melepas penat dari rutinitas harian.

Dari pusat Kota Ruteng, Tiwu Wali dapat dijangkau dengan perjalanan darat sejauh sekitar 62 kilometer ke arah utara menuju Reok. Akses yang masih terbatas justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata alam yang autentik dan sunyi.

Sementara itu, pesona lain tersaji di Tiwu Tara yang terletak di Desa Urang, Kecamatan Lelak, sekitar 34,5 kilometer dari Kota Ruteng. Dalam bahasa Manggarai, “tiwu” berarti kolam, sedangkan “tara” merupakan sebutan khas untuk kolam alami yang memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat setempat.

Keunikan Tiwu Tara terletak pada keberadaan tiga tingkat air terjun, yang masing-masing memiliki kolam alami. Dikelilingi perbukitan hijau, pepohonan besar, serta ratusan rumpun bambu, kawasan ini menghadirkan suasana asri dan damai. Kolam utama Tiwu Tara dikenal memiliki kedalaman hingga 15 meter, dengan air berwarna biru gelap yang jernih dan memantulkan cahaya matahari bak kaca alam.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan dapat mengikuti jalur Trans Flores hingga simpang Ketang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Poreng sampai ke gapura masuk kawasan wisata. Dari titik tersebut, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 300 meter menuruni jalur berbatu. Meski aksesnya cukup menantang, keindahan alam yang menanti di ujung perjalanan menjadikan setiap langkah terasa sepadan.

Demi keselamatan, pengunjung disarankan menggunakan jasa pemandu lokal. Selain membantu menavigasi jalur, pemandu juga dapat berbagi cerita serta legenda yang melekat pada Tiwu Tara, yang oleh masyarakat setempat dianggap sebagai kawasan bernilai sakral.

Keberadaan Tiwu Wali dan Tiwu Tara tidak hanya menjadi potensi wisata, tetapi juga mencerminkan warisan alam dan budaya masyarakat Manggarai. Kedua destinasi ini menunjukkan hubungan erat antara manusia dan alam, di mana air, hutan, dan bebatuan membentuk harmoni kehidupan yang lestari.

Dengan pengelolaan yang tepat dan promosi yang berkelanjutan, Tiwu Wali dan Tiwu Tara berpotensi menjadi ikon wisata alam baru di Nusa Tenggara Timur. Bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan, petualangan, serta kedamaian di tengah alam Flores yang menawan, dua tiwu ini layak menjadi tujuan utama.(*)

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica