close menu

Masuk


Tutup x

Maknai Hari Pahlawan, Bupati Manggarai: Pahlawan Masa Kini Bekerja dengan Kejujuran

Penulis: | Editor: Redaksi

RUTENG, FAJARNTT.COM – Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan tanpa makna. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk benar-benar mewarisi semangat juang para pahlawan melalui tindakan nyata, pengabdian, dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Hery usai Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional tingkat Kabupaten Manggarai yang berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan Lalong Tana, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Senin (10/11/2025).

“Jangan hanya memperingati, tetapi warisi api perjuangan mereka. Pahlawan tidak butuh dikenang dengan kata-kata indah, melainkan diteladani dengan tindakan nyata,” tegas Bupati Hery di hadapan media.

Upacara tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, serta pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Momentum ini, menurut Bupati, menjadi ruang refleksi kolektif untuk kembali memahami makna sejati pengorbanan dan perjuangan para pahlawan bangsa.

Dalam upacara itu, Kapolres Manggarai Hendri Syaputra bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Fernando Mendonca, personel Kodim 1612/Manggarai, dipercaya sebagai Komandan Upacara. Prosesi dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan, dan tabur bunga di pusara sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka.

Bupati Hery menilai, meski bangsa Indonesia tidak lagi berjuang di medan tempur melawan penjajah, esensi perjuangan para pahlawan tetap relevan hingga hari ini.

Menurutnya, medan juang kini bergeser ke upaya melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, serta ketidakpedulian sosial.

“Perjuangan saat ini ada di ruang-ruang kehidupan: pendidikan, pelayanan publik, dan pembangunan. Musuh kita bukan lagi penjajah, tetapi ketertinggalan dan kemalasan berpikir,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda Manggarai memikul tanggung jawab sejarah untuk menjaga dan melanjutkan semangat juang para pahlawan dengan cara mereka sendiri, melalui kerja keras, integritas, dan kejujuran.

“Kalau dulu pahlawan mengorbankan nyawa demi kemerdekaan, hari ini kita dituntut mengorbankan kenyamanan demi kemajuan,” kata Bupati Hery.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya memperkuat nasionalisme di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan digital.

Membangun daerah dan bangsa dengan integritas, menurutnya, merupakan bentuk kepahlawanan masa kini yang tidak kalah berat.

“Menjadi pahlawan hari ini berarti bekerja dengan jujur, mencintai pekerjaan, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Manggarai AKBP Hendri Syaputra menambahkan bahwa perjuangan para pahlawan lahir dari nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan.

Nilai-nilai tersebut, katanya, harus tetap menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Perjuangan tidak instan. Ia lahir dari ketulusan dan komitmen. Hari ini, perjuangan kita adalah meningkatkan pengetahuan, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing,” ujar Hendri.

Peringatan Hari Pahlawan di TMP Lalong Tana, lanjutnya, diharapkan menjadi titik balik kesadaran bersama bahwa setiap warga memiliki peran untuk menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing. Semangat ini sejalan dengan tema nasional Hari Pahlawan 2025, “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan.”

Menutup pesannya, Bupati Hery kembali mengajak seluruh elemen masyarakat Manggarai untuk tidak membiarkan api perjuangan para pahlawan padam.

“Mari kita teruskan perjuangan mereka dengan kerja, ketulusan, dan tanggung jawab. Jangan biarkan semangat itu hilang hanya karena kita memilih diam,” pungkasnya.(*)

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica