close menu

Masuk


Tutup x

Olimpiade Matematika UNIKA Santu Paulus Ruteng: Wadah Regenerasi Prestasi dan Promosi Mutu Akademik

Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menggelar Olimpiade Matematika (Kolase Foto: Fajar NTT)
Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menggelar Olimpiade Matematika (Kolase Foto: Fajar NTT)

Penulis: | Editor: Redaksi

RUTENG,FAJARNTT.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng kembali menyelenggarakan Olimpiade Matematika tingkat universitas pada Sabtu, 15 November 2025.

Kegiatan akademik bergengsi yang digagas Program Studi Pendidikan Matematika ini, diikuti oleh 66 mahasiswa terpilih dari berbagai semester dan digelar dalam suasana penuh semangat, disiplin, dan sportivitas.

Turit hadir dalam kompetesi ini, Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Dr. Maximius Tamur, M.Pd., Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku Ketua Panitia kegiatan serta para dosen.

Romo Emilianus Jehadus dalam laporannya sebagai Ketua Panitia, menegaskan bahwa olimpiade ini bukan hanya agenda rutin, melainkan bagian integral dari pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Matematika.

Romo Emilianus menjelaskan bahwa kompetisi semacam ini menjadi wahana untuk mengasah kemampuan analitis mahasiswa sekaligus menanamkan nilai pedagogis yang tidak selalu diperoleh di kelas.

Ia menekankan bahwa mahasiswa matematika harus terbiasa dengan tantangan, problem solving tingkat tinggi, serta tekanan akademik yang menuntut ketelitian dan strategi.

“Olimpiade ini kami rancang bukan semata sebagai lomba, tetapi sebagai ruang latihan berpikir. Mahasiswa perlu belajar bersaing secara sehat, menguji batas kemampuan diri, serta memahami bahwa matematika bukan hanya tentang angka, tetapi tentang cara berpikir yang logis dan sistematis. Itu yang ingin kami tanamkan,” ujar Romo Emil, sapaan akrab Ketua Panitia.

Ia menambahkan, persiapan teknis dilakukan dengan cermat untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib dan kondusif.

“Dukungan dosen serta antusiasme mahasiswa disebutnya sebagai indikator positif bahwa budaya akademik prodi semakin kuat,” tutur Romo Emil.

Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Dr. Maximius Tamur, M.Pd., memberikan sambutan yang sarat motivasi dan refleksi.

Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa kompetisi adalah bagian penting dalam membentuk karakter akademik seorang mahasiswa, terutama calon pendidik.

Dr. Maximius menyampaikan bahwa seorang mahasiswa matematika tidak cukup hanya cerdas secara konseptual.

“Mereka harus memiliki disiplin tinggi, kemampuan manajemen waktu yang baik, ketangguhan dalam menghadapi soal sulit, serta mental juang untuk terus mencoba meski menemui kesulitan,” ujar Dr. Maximus.

“Kompetisi seperti ini membentuk habitus akademik. Kalian belajar untuk tekun, sabar, teliti, dan berani. Dalam dunia pendidikan, karakter-karakter ini jauh lebih menentukan keberhasilan dibanding sekadar kecerdasan matematika,” tambahnya.

Ia juga menyebut bahwa mahasiswa yang berkompetisi hari ini bukan hanya bersaing untuk menang, tetapi sedang membangun citra akademik prodi di mata publik dan institusi pendidikan lain.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa memandang olimpiade sebagai momentum penting dalam proses pembentukan diri.

Lebih jauh, Dr. Maximius juga memberikan gambaran lebih tajam tentang capaian prestasi yang pernah ditorehkan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika.

Ia menyebut raihan Juara 3 pada 2017 dan Juara 2 pada 2018 di Olimpiade Matematika tingkat Kopertis Wilayah VIII sebagai tonggak sejarah yang menunjukkan kualitas akademik prodi.

Namun, ia juga menekankan bahwa prestasi tersebut tidak boleh hanya dikenang sebagai sejarah.

“Prestasi masa lalu adalah cermin sekaligus tantangan. Sebagai generasi baru, kalian bertanggung jawab untuk melanjutkan dan melampaui capaian itu. Ketika kita punya sejarah emas, artinya kita punya standar tinggi yang harus diteruskan. Jangan berhenti di zona nyaman,” tukasnya.

Suasana Kompetitif yang Hidup dan Inspiratif dan Komitmen Prodi pada Mutu Akademik

Sejak sesi pertama dimulai, para peserta menunjukkan keseriusan tinggi. Ekspresi fokus terlihat dari cara mereka mengerjakan soal, mengatur strategi penyelesaian, hingga mengelola waktu yang terbatas. Para dosen yang mendampingi turut mengapresiasi sikap akademik mahasiswa yang tampil lebih percaya diri dan terarah dalam berkompetisi.

Suasana kompetitif yang hidup namun tetap penuh sportivitas memperlihatkan bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian penting dari kultur belajar mahasiswa Pendidikan Matematika.

Melalui penyelenggaraan Olimpiade Matematika 2025, Prodi Pendidikan Matematika UNIKA Santu Paulus Ruteng kembali menegaskan komitmennya untuk memajukan mutu akademik dan memperkuat tradisi kompetisi ilmiah di lingkungan kampus.

Kegiatan ini diharapkan melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam kemampuan matematis, tetapi juga matang secara karakter dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.(*)

Laporan: Humas Prodi Matematika Unika Santu Paulus Ruteng

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Kedai Momica