
Penulis: Yulianus Onca | Editor: Redaksi
RUTENG, FAJARNTT.COM – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh umat Komunitas Basis Gerejani (KBG) St. Rafael melalui kegiatan kerja bakti sosial yang melibatkan warga RT 25/RW 09 dan RT 26/RW 08. Kegiatan ini meliputi pembersihan lingkungan KBG St. Rafael, rumah-rumah warga, serta perbaikan saluran got yang rusak, dan dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan kaum muda serta masyarakat setempat.
Kerja bakti ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Di tengah aktivitas membersihkan lingkungan dan memperbaiki fasilitas umum, tampak suasana kebersamaan yang hangat, saling membantu tanpa sekat usia maupun latar belakang.
Ketua RT 25 RW 09, Adrianus Seso, yang akrab disapa Om Nong dan bertindak sebagai pemimpin lapangan kegiatan, menegaskan bahwa kerja bakti ini memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan fisik.
Menurutnya, gotong royong adalah nilai penting yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi hubungan antarwarga juga semakin kuat. Ini menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan masih hidup dan perlu terus dijaga,” ujar Om Nong saat memberikan arahan kepada kaum muda yang terlibat.
Ia menambahkan, kerja bakti sosial semacam ini tidak hanya dilakukan saat menyambut Hari Raya Natal, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan rutin pada hari-hari besar lainnya.
Kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, kata dia, terus dibangun melalui koordinasi bersama dalam grup KBG maupun grup anak muda, sehingga semangat gotong royong tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, koordinasi dilakukan satu komando melalui KBG dan kelompok anak muda,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan kaum muda, bernama Mayos menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam kerja bakti ini lahir dari kesadaran pribadi, bukan sekadar mengikuti ajakan.
Menurutnya, sebagai generasi muda, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
Kebersihan lingkungan ini bukan karena ikut-ikutan, tetapi sebagai bentuk kepedulian saya sebagai anak muda. Saya merasa bertanggung jawab agar lingkungan kita tetap bersih dan nyaman,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kerja bakti sosial ini menjadi wujud nyata kasih dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarumat dan masyarakat luas.
“Nilai-nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama diharapkan terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda,” tutupnya.
Melalui kerja bakti sosial ini, KBG St. Rafael menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti membersihkan lingkungan dan memperbaiki fasilitas umum dapat menjadi ruang penting untuk merawat kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta meneguhkan semangat gotong royong sebagai fondasi hidup bermasyarakat.(*)











