close menu

Masuk


Tutup x

Si Jago Merah Mengamuk di Cowang Dereng, Bangunan Semi Permanen Tinggal Puing

Keterangan foto: Aparat bersama warga bergotong royong memadamkan kobaran api yang menghanguskan sebuah bangunan di kawasan Cowang Dereng, Labuan Bajo, Kamis (25/12).
Keterangan foto: Aparat bersama warga bergotong royong memadamkan kobaran api yang menghanguskan sebuah bangunan di kawasan Cowang Dereng, Labuan Bajo, Kamis (25/12).

Penulis: | Editor: Redaksi

LABUAN BAJO,FAJARNTT.COM – Amukan si jago merah meninggalkan jejak kehancuran di kawasan Cowang Dereng, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (25/12/2025). Satu bangunan semi permanen dilaporkan rusak berat setelah dilalap api, menyisakan puing-puing material, abu, serta barang-barang yang hangus terbakar. Hingga beberapa jam setelah kejadian, aroma asap dan jelaga masih terasa kuat di sekitar lokasi kebakaran.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi bangunan yang nyaris tak lagi berbentuk. Atap bangunan tampak roboh, dinding menghitam akibat jilatan api, sementara sisa material berserakan di halaman dan sekitar bangunan. Lantai dipenuhi abu dan jelaga hitam, menjadi penanda bahwa kobaran api sempat membesar dan melahap hampir seluruh bagian bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Api diduga muncul dari dalam bangunan dan dengan cepat membesar, disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi.

Kejadian tersebut sontak memicu kepanikan warga sekitar, mengingat lokasi berada di kawasan permukiman dengan jarak antarbangunan yang relatif berdekatan. Warga berhamburan keluar rumah, sebagian berusaha menyelamatkan barang berharga, sementara yang lain mencoba membantu pemadaman dengan peralatan seadanya.

Upaya pemadaman berlangsung secara gotong royong. Warga setempat bersama personel Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Petugas Pemadam Kebakaran berjibaku menjinakkan api. Petugas memusatkan penanganan pada titik api utama sekaligus melakukan langkah antisipasi agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Berkat kerja sama tersebut, api akhirnya berhasil dikendalikan meski bangunan utama tak dapat diselamatkan.

Aparat kepolisian terlihat mengamankan lokasi kejadian serta mengatur aktivitas warga agar proses pemadaman dan penanganan pascakebakaran berjalan aman dan tertib. Garis pembatas dipasang di sekitar area terdampak untuk mencegah warga mendekat, mengingat kondisi bangunan yang sudah rapuh dan berpotensi membahayakan.

Setelah api padam, kerusakan parah terlihat jelas. Di halaman bangunan ditemukan sisa rangka kendaraan roda tiga atau sepeda motor yang ikut hangus terbakar, hanya menyisakan kerangka besi tanpa bodi maupun komponen mesin. Sejumlah barang lain seperti kayu, kawat, serta material bangunan turut terbakar dan tidak dapat diselamatkan, menambah panjang daftar kerugian material akibat peristiwa tersebut.

Meski kebakaran menimbulkan kerugian cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penghuni dan warga sekitar dilaporkan berhasil menyelamatkan diri. Namun demikian, peristiwa tersebut menyisakan duka dan keprihatinan, terutama bagi pemilik bangunan yang kehilangan tempat usaha maupun tempat penyimpanan barang akibat amukan api.

Hingga dilakukan pemantauan sekitar pukul 14.00 WITA, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna menelusuri sumber awal kebakaran. Aparat juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan meningkatkan kehati-hatian, terutama di kawasan permukiman padat, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(*)

Konten

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Berpengalaman di bidang komunikasi, pemasaran, dan public relations. Kini aktif sebagai jurnalis.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica