close menu

Masuk


Tutup x

Tragedi Wisata Labuan Bajo, Pelatih Valencia dan Tiga Warga Asal Spanyol Masih Dalam Pencarian

Keterangan Foto: Apel persiapan pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai Barat.
Keterangan Foto: Apel persiapan pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai Barat.

Penulis: | Editor: Redaksi

LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Tragedi wisata kembali mengguncang perairan Labuan Bajo setelah sebuah kapal wisata dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Hingga hari ketiga operasi pencarian, Minggu (28/12/2025), empat wisatawan asing berkewarganegaraan Spanyol masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan oleh Tim SAR Gabungan yang terus bekerja tanpa henti di tengah tantangan cuaca dan kondisi laut.

Salah satu korban yang masih dalam pencarian adalah Fernando Martín Carreras, pelatih tim cadangan Valencia CF Femenino B, yang berada di atas kapal bersama tiga anaknya. Keberadaan pelatih sepak bola asal Spanyol tersebut di atas kapal telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Valencia CF, sehingga insiden ini tidak hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga menyita perhatian publik internasional, khususnya komunitas olahraga di Eropa. Tragedi yang terjadi di destinasi wisata super prioritas Indonesia ini pun menjadi sorotan berbagai media luar negeri.

Selain Fernando Martín Carreras, tiga wisatawan asing lainnya yang hingga kini masih dinyatakan hilang masing-masing bernama Martin Garcia Mateo, Maria Lia Martinez Ortuno, dan Enrique Javier Martinez Ortuno. Keempat korban diketahui tengah menikmati perjalanan wisata bahari di salah satu kawasan paling ikonik di Labuan Bajo sebelum akhirnya musibah terjadi akibat kondisi cuaca buruk dan gelombang laut yang cukup tinggi.

Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran hingga radius 5,25 mil laut dari titik awal tenggelamnya kapal. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan bahwa operasi dimulai sejak pagi hari dengan mengerahkan seluruh unsur laut dan personel yang tersedia. Penyisiran dilakukan secara intensif menggunakan kapal cepat, kapal patroli, serta pemantauan visual di permukaan laut, termasuk di jalur-jalur yang berpotensi dilalui arus laut.

“Sejak pukul 07.30 WITA, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian di perairan Pulau Padar dengan cakupan wilayah yang diperluas. Kami berupaya maksimal agar para korban dapat segera ditemukan,” ujar Fathur Rahman kepada Fajar NTT pada Minggu (28/12).

Selain penyisiran di permukaan laut, upaya pencarian juga dilakukan melalui penyelaman di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Sebanyak tujuh orang penyelam diterjunkan, terdiri dari satu personel Basarnas, enam Master Dive, empat personel P3Kom, serta dua instruktur selam dari Bajo Dive dan Uber Scuba. Proses penyelaman dilakukan dengan kehati-hatian tinggi mengingat arus bawah laut dan jarak pandang yang terbatas.

Untuk memperkuat operasi SAR, Kapal KN SAR Puntadewa 250 turut digerakkan menuju Labuan Bajo. Selain itu, berbagai unsur lain juga dilibatkan, mulai dari RIB Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Manggarai Barat, Sea Rider Ditpolairud Polda NTT, RBB Lanal Labuan Bajo, Kapal KPC Ditpolairud Polda NTT, hingga Kapal KN Grantin milik KPLP Labuan Bajo. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian korban.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Manggarai Barat AKP Dimas Yusuf menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperkuat koordinasi dengan masyarakat pesisir dan para nelayan tradisional.

Nelayan diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan bangkai kapal, barang-barang milik korban, maupun tanda-tanda keberadaan korban di sekitar perairan Pulau Padar dan sekitarnya. Keterlibatan masyarakat dinilai penting mengingat luasnya area pencarian dan dinamika arus laut di kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca di perairan Pulau Padar pada Minggu pagi terpantau berawan dengan potensi angin sedang. Tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Meski relatif lebih stabil dibanding hari sebelumnya, kondisi tersebut tetap menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel SAR yang bertugas di lapangan.

Tragedi kapal wisata tenggelam ini menambah daftar panjang kecelakaan maritim di kawasan wisata Labuan Bajo sepanjang tahun 2024. Dalam kurun waktu setahun terakhir, tercatat sejumlah insiden serius di perairan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya, mulai dari kapal wisata terbakar di tengah laut, kapal terbalik akibat cuaca ekstrem, hingga kapal mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing sebelum berhasil dievakuasi. Meski mayoritas penumpang berhasil diselamatkan, rangkaian kejadian tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam sistem keselamatan pelayaran wisata.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bahwa pesona wisata bahari Labuan Bajo harus diimbangi dengan standar keselamatan yang ketat, pengawasan yang konsisten, serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Otoritas pelabuhan, Basarnas, aparat penegak hukum, dan para pelaku industri pariwisata diharapkan dapat menjadikan tragedi ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh demi menjamin keselamatan wisatawan dan menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia.(*)

Konten

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Berpengalaman di bidang komunikasi, pemasaran, dan public relations. Kini aktif sebagai jurnalis.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica