
Penulis: Nurjana | Editor: Redaksi
LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Harapan keluarga korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah kembali bercampur duka. Setelah dua hari pencarian tanpa hasil signifikan, laporan nelayan setempat akhirnya mengungkap temuan satu jenazah yang diduga kuat merupakan salah satu korban kecelakaan laut tersebut. Penemuan ini sekaligus menandai babak baru dalam operasi pencarian yang kini memasuki hari ketiga.
Jenazah berjenis kelamin perempuan itu ditemukan pada Senin (29/12/2025) pagi sekitar pukul 06.15 Wita di perairan sekitar Pulau Serai. Nelayan yang saat itu tengah melaut mencurigai adanya tubuh manusia yang terapung mengikuti arus laut. Setelah memastikan temuannya, nelayan segera mengamankan jenazah dan melaporkannya kepada Tim SAR Gabungan yang sejak Jumat lalu melakukan operasi pencarian intensif di kawasan Selat Padar.
Informasi resmi mengenai penemuan tersebut disampaikan oleh Polres Manggarai Barat melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Fajar NTT pada Senin pagi (29/12).
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., membenarkan adanya penemuan jenazah saat ia memantau langsung proses evakuasi di lapangan.
“Benar, telah ditemukan satu jenazah perempuan yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Jenazah dievakuasi menggunakan RIB milik Basarnas dan saat ini masih dalam proses identifikasi di RSUD Komodo,” ujar AKBP Christian Kadang.
Menurutnya, setelah menerima laporan nelayan sekitar pukul 06.20 Wita, personel kepolisian bersama Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju titik koordinat penemuan di Selat Pulau Cincin.
“Evakuasi dilakukan dengan prosedur ketat mengingat kondisi gelombang laut yang masih cukup dinamis. Jenazah kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk keperluan identifikasi lebih lanjut,” jelasnya.
AKBP Christian menjelaskan, pencarian korban KM Putri Sakinah saat ini telah memasuki hari ketiga sejak kapal tersebut dilaporkan tenggelam.
Berdasarkan data manifes, ungkap AKBP Christian, kapal wisata tersebut mengangkut tujuh penumpang dan empat kru.
“Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan pada hari pertama kejadian, sementara empat lainnya sempat dinyatakan hilang,” ungkap AKBP Christian.
“Dengan ditemukannya satu korban dalam kondisi meninggal dunia, saat ini masih ada tiga korban lain yang terus kami cari. Operasi pencarian tidak dihentikan dan akan terus diperluas sesuai dengan pergerakan arus laut,” tambahnya.
KM Putri Sakinah diketahui tenggelam pada Jumat (26/12/2025) saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo. Kapal tersebut mengalami musibah di Perairan Selat Padar, wilayah yang dikenal memiliki karakter arus laut kuat dan gelombang tinggi, terutama saat cuaca memburuk.
Dugaan sementara dari pihak berwenang menyebutkan cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi menjadi faktor utama penyebab kecelakaan laut tersebut. Saat kejadian, kondisi perairan dilaporkan tidak bersahabat, dengan angin kencang dan gelombang yang menyulitkan manuver kapal wisata.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI-Polri, KSOP, serta dukungan nelayan setempat masih terus melakukan penyisiran. Fokus pencarian diarahkan ke perairan Selat Padar dan area-area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan analisis arus laut.
Operasi pencarian ini bukan hanya menjadi upaya kemanusiaan, tetapi juga pengingat keras akan risiko pelayaran wisata di tengah cuaca ekstrem. Sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian, keluarga korban di daratan hanya bisa berharap agar seluruh proses berjalan lancar dan memberi kepastian atas nasib orang-orang terkasih yang belum ditemukan.(*)











