
Penulis: Nurjana | Editor: Redaksi
LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, Polres Manggarai Barat mengimbau seluruh masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan cara yang lebih sederhana, tenang, dan penuh empati. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban musibah, khususnya keluarga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, yang hingga kini masih menyisakan duka mendalam.
Imbauan tersebut disampaikan melalui press release resmi Polres Manggarai Barat yang diterima Fajar NTT pada Rabu, 31 Desember 2025. Dalam keterangan itu, Kapolres Manggarai Barat Christian Kadang, S.I.K., menegaskan pentingnya menjaga suasana pergantian tahun agar tidak diwarnai euforia berlebihan, terlebih ketika proses pencarian korban musibah laut masih terus berlangsung.
“Dalam rangka perayaan Tahun Baru 2026, kami mengimbau seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKBP Christian Kadang, Rabu (31/12/2025) pagi.
Ia secara khusus meminta masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan pada malam pergantian tahun.
Menurutnya, selain berpotensi membahayakan keselamatan, euforia tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat empati terhadap keluarga korban yang sedang berjuang menghadapi situasi sulit.
Selain larangan kembang api, Kapolres juga menekankan agar masyarakat tidak melakukan konvoi kendaraan dan kebut-kebutan di jalan raya. Aktivitas tersebut dinilai rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas serta dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan publik.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan konvoi maupun aksi ugal-ugalan di jalan. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Polres Manggarai Barat juga menyoroti penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Penggunaan knalpot bising dinilai mengganggu ketenangan warga, terlebih pada malam pergantian tahun yang seharusnya diisi dengan suasana reflektif dan penuh makna.
Tak hanya soal aktivitas fisik di lapangan, Kapolres turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Warga diminta tidak menyebarkan hoaks, konten provokatif, maupun ajakan yang dapat memicu konflik atau tindak pidana di tengah masyarakat.
“Media sosial harus digunakan secara bertanggung jawab. Jangan sampai unggahan atau komentar kita justru memperkeruh suasana dan melukai perasaan pihak lain,” ujarnya.
Larangan lainnya yang disampaikan meliputi konsumsi minuman keras dan narkoba, membawa senjata tajam atau benda berbahaya, serta menggelar pesta berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum selama malam tahun baru.
Menurut AKBP Christian Kadang, imbauan tersebut bukan semata-mata pendekatan penegakan hukum, melainkan ajakan moral kepada masyarakat untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu refleksi, doa, dan kepedulian sosial.
“Imbauan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai Polri untuk mengajak masyarakat mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” tuturnya.
Ia menambahkan, suasana duka akibat musibah tenggelamnya KM Putri Sakinah seharusnya menjadi pengingat bersama bahwa di tengah suka cita pergantian tahun, masih ada keluarga yang sedang berjuang menghadapi kehilangan dan ketidakpastian.
“Saat sebagian dari kita bersuka cita menyambut tahun baru, ada saudara-saudara kita yang tengah menghadapi ujian berat. Karena itu, mari kita rayakan pergantian tahun dengan kesederhanaan, doa, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Kapolres.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, Polres Manggarai Barat bersama unsur terkait akan meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah titik rawan selama malam pergantian tahun dan masa libur panjang. Polisi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Dengan semangat kebersamaan, empati, dan kepedulian, Polres Manggarai Barat berharap pergantian Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, serta menjadi momentum memperkuat rasa kemanusiaan di tengah masyarakat Manggarai Barat.(*)











