close menu

Masuk


Tutup x

Operasi SAR KM Putri Sakinah Resmi Ditutup Usai 15 Hari Pencarian di Perairan Labuan Bajo

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama unsur pimpinan daerah meninjau dan mengikuti rangkaian kegiatan penutupan Operasi SAR K.M. Putri Sakinah di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Jumat (9/1/2026).
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama unsur pimpinan daerah meninjau dan mengikuti rangkaian kegiatan penutupan Operasi SAR K.M. Putri Sakinah di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Jumat (9/1/2026).

Penulis: | Editor: Redaksi

LABUAN BAJO.COM, FAJARNTT.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar dan Labuan Bajo resmi ditutup setelah berlangsung selama 15 hari.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama unsur pimpinan daerah meninjau dan mengikuti rangkaian kegiatan penutupan Operasi SAR K.M. Putri Sakinah di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Jumat (9/1/2026).
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama unsur pimpinan daerah meninjau dan mengikuti rangkaian kegiatan penutupan Operasi SAR K.M. Putri Sakinah di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Jumat (9/1/2026).

Penutupan operasi SAR dilakukan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Pelabuhan Marina Labuan Bajo yang sejak awal difungsikan sebagai Posko SAR Gabungan.

Penutupan operasi tersebut menandai berakhirnya rangkaian upaya intensif yang dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak terjadinya kecelakaan laut di kawasan perairan wisata unggulan nasional itu.

Selama dua pekan lebih pelaksanaan pencarian, berbagai metode dan strategi dikerahkan secara maksimal, mulai dari penyisiran laut di sekitar titik kejadian, penelusuran perairan yang lebih luas mengikuti pola arus laut, hingga pencarian di wilayah pesisir dan pulau-pulau sekitar. Seluruh proses dilakukan dengan mengacu pada standar operasional prosedur pencarian dan pertolongan, serta mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri melalui Polairud, KSOP, pemerintah daerah, instansi vertikal terkait, potensi SAR, serta dukungan dari asosiasi pelaku usaha pariwisata dan masyarakat setempat. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi kekuatan utama dalam upaya pencarian, meski harus dihadapkan pada tantangan kondisi cuaca, karakteristik perairan, dan dinamika arus laut di kawasan Labuan Bajo yang dikenal cukup kompleks.

Penutupan operasi SAR turut dihadiri oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, S.E., Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, M.Kes., Asisten III Setda Provinsi NTT Samuel Halundaka, serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan KSOP, Polairud, TNI Angkatan Laut, instansi vertikal, insan pers, serta seluruh unsur potensi SAR yang terlibat aktif selama operasi pencarian berlangsung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fatur Rahman, selaku SMC, dalam keterangannya menyampaikan bahwa keputusan penutupan operasi SAR diambil setelah seluruh tahapan pencarian dilaksanakan sesuai ketentuan dan batas waktu operasi yang telah ditetapkan.

Menurutnya, sejak hari pertama hingga hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan telah mengerahkan kemampuan dan sumber daya secara maksimal untuk menemukan korban.

“Operasi pencarian resmi ditutup hari ini setelah dilaksanakan selama 15 hari dan seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur,” ujar Fatur Rahman saat penutupan operasi pada Jumat (9/1/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penutupan operasi SAR tidak berarti menutup sepenuhnya upaya pencarian. Apabila di kemudian hari terdapat informasi baru yang valid atau tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali sesuai mekanisme yang berlaku. Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen kemanusiaan sekaligus respons atas harapan keluarga korban.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah dan seluruh unsur SAR gabungan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian. Dedikasi, kerja keras, dan semangat kemanusiaan para petugas dinilai telah menjadi cerminan kuatnya sinergi dalam penanganan musibah di wilayah pariwisata strategis seperti Labuan Bajo.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran wisata di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya. Evaluasi tersebut meliputi kelaikan kapal, kepatuhan terhadap standar keselamatan, pengawasan operasional, serta peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata bahari. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang, sekaligus menjaga citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman dan bertanggung jawab.(*)

Konten

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Berpengalaman di bidang komunikasi, pemasaran, dan public relations. Kini aktif sebagai jurnalis.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica