
Penulis: Yulianus Onca | Editor: Redaksi
FAJARNTT.COM – Insiden tragis terjadi di kawasan wisata alam Tiwu Pai, Dusun Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Seorang pelajar SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng dilaporkan tenggelam saat melakukan kunjungan rekreasi bersama teman-temannya pada Minggu, 11 Januari 2026. Hingga pencarian dihentikan sementara pada sore hari, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui berinisial AWJ (14), seorang pelajar asal Lembor Orong, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi rekan-rekan sekolah dan masyarakat setempat.
Awal Keberangkatan hingga Tiba di Lokasi
Berdasarkan kronologis kejadian dari sumber terpercaya media ini, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 Wita, korban bersama sembilan orang temannya berangkat dari Ruteng menuju Kampung Wontong menggunakan lima unit sepeda motor. Rombongan pelajar tersebut berencana menghabiskan waktu libur dengan berwisata di air terjun Tiwu Pai, salah satu destinasi alam yang cukup dikenal di wilayah Reok Barat.
Setibanya di Kampung Wontong, rombongan terlebih dahulu mendatangi rumah Irenius Andar selaku pengelola air terjun. Kepada pengelola, para pelajar menyampaikan maksud mereka untuk masuk ke lokasi wisata.
Pengelola kemudian menetapkan biaya masuk sebesar Rp20.000 per orang. Setelah menerima pembayaran, pengelola memanggil dua orang anak untuk mengantar rombongan menuju lokasi air terjun, sementara dirinya tetap berada di rumah.
Detik-Detik Kejadian
Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi air terjun, korban bersama dua orang temannya langsung melompat ke dalam air. Namun, situasi berubah menjadi mencekam ketika korban diduga tidak mampu menguasai arus dan kedalaman sungai di kawasan air terjun tersebut.
Korban sempat terlihat berupaya berenang ke tepi sungai, namun akhirnya terseret dan tenggelam ke dasar. Melihat kejadian tersebut, salah satu saksi berinisial DSE, segera memberitahukan teman-teman lainnya yang saat itu berada di lokasi ganti pakaian sekitar 30 meter dari titik kejadian. Upaya pertolongan spontan dilakukan, namun korban tidak berhasil diselamatkan.
Koordinasi dan Upaya Pencarian
Menyusul laporan tenggelamnya korban, pihak terkait langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Desa To’e serta Kapospol Reok Barat untuk mengambil langkah-langkah pencarian. Aparat kepolisian, TNI, serta warga setempat kemudian dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai cara. Selain menggunakan alat-alat tradisional seperti kayu dan bambu, tim juga melibatkan personel Satuan Polisi Air yang menggunakan perlengkapan selam scuba untuk menyisir dasar sungai. Medan yang cukup sulit, arus air, serta kedalaman menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Dalam proses pencarian tersebut, turut terlibat enam personel Sat Polair Reok yang dipimpin AKP Yitno S., empat personel Polsek Reok di bawah pimpinan Aiptu Jumadin, serta empat anggota Koramil 1612-02/Reok yang dipimpin Serda Syafrudin. Pencarian dilakukan sejak siang hari hingga menjelang malam.
Pencarian Dihentikan Sementara
Hingga pukul 17.30 Wita, korban belum berhasil ditemukan. Setelah mempertimbangkan kondisi lapangan, keterbatasan cahaya, serta faktor keselamatan tim, pencarian akhirnya dihentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya. Pihak berwenang menegaskan bahwa upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal.
Selain itu, kondisi jaringan komunikasi yang tidak stabil di sekitar lokasi kejadian juga menjadi kendala dalam proses koordinasi dan pelaporan dari tempat kejadian perkara.
Peringatan Keselamatan Wisata Alam
Insiden ini menjadi peringatan serius akan pentingnya keselamatan di destinasi wisata alam, khususnya yang melibatkan pengunjung anak-anak dan remaja. Minimnya pengawasan, kurangnya informasi mengenai kondisi medan dan arus air, serta absennya pendampingan yang memadai dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Pihak keluarga, sekolah, serta masyarakat berharap agar korban segera ditemukan dan kejadian serupa tidak kembali terulang. Aparat dan pemerintah setempat juga diimbau untuk memperketat standar keselamatan serta pengelolaan destinasi wisata alam guna melindungi para pengunjung.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih menunggu dilanjutkan, sementara duka dan harapan terus menyelimuti keluarga serta rekan-rekan korban yang menantikan kepastian.(*)











