
Penulis: Yulianus Onca | Editor: Redaksi
FAJARNTT.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Manggarai dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir memicu banjir serta tanah longsor di sejumlah titik, salah satunya di Gapong, Kecamatan Cibal. Jalur ini merupakan urat nadi ekonomi yang menghubungkan Ruteng dengan Reo, sehingga dampak longsor langsung mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Material longsor yang menutup seluruh badan jalan Ruteng-Reo pada Senin (12/1), membuat akses kendaraan di jalur strategis tersebut terputus total. Warga yang biasa melintas harus menunggu hingga penanganan darurat dilakukan, sementara aktivitas ekonomi masyarakat setempat sempat terhenti.
Menyikapi kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai bergerak cepat. Pada pagi hari, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, didampingi Penjabat Sekda Manggarai, Plt Kepala Dinas PUPR, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, langsung meninjau lokasi. Kehadiran pimpinan daerah di lapangan menjadi langkah strategis untuk memastikan koordinasi penanganan berjalan efektif dan cepat.
Sejumlah alat berat segera dikerahkan untuk membersihkan material lumpur dan batu yang menutupi badan jalan. Tim teknis melakukan evaluasi kondisi longsor serta pengerukan dan evakuasi material, yang memakan waktu sekitar tiga jam. Upaya ini berhasil membuka kembali akses jalur Ruteng-Reo, memastikan kendaraan bisa melintas dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.
Wakil Bupati Manggarai menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem.
“Jika terjadi bencana atau kondisi darurat, segera laporkan ke pemerintah setempat agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Wabup Fabianus di lokasi.
Kecepatan respon Pemkab Manggarai dalam menangani longsor ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Penanganan yang sigap dan terkoordinasi tidak hanya memulihkan akses jalur vital, tetapi juga meminimalkan potensi risiko bagi warga di sekitar kawasan rawan longsor.
Dengan langkah cepat ini, Pemkab Manggarai kembali menunjukkan komitmen dan kesiapannya dalam menghadapi bencana serta memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga, meski cuaca ekstrem melanda.(*)











