
Penulis: Yulianus Onca | Editor: Redaksi
RUTENG, FAJARNTT.COM – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.210.000.000 pada tahun anggaran 2026 untuk memperkuat armada dan infrastruktur pengelolaan sampah. Anggaran tersebut bersumber dari pinjaman daerah dan difokuskan untuk meningkatkan kualitas layanan persampahan, khususnya di wilayah perkotaan Ruteng dan sekitarnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Manggarai, Antonius Hani, mengatakan bahwa pengadaan armada dan sarana pendukung ditargetkan mulai terealisasi pada pertengahan tahun 2026. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjawab persoalan keterbatasan armada serta meningkatnya volume sampah di kawasan perkotaan.
“Kita akan membelanjakan dua unit dump truck, satu unit arm roll, empat unit kontainer, enam unit kendaraan roda tiga, satu unit ekskavator, serta 21 unit tong sampah,” ujar Antonius kepada Fajar NTT pada Rabu (13/1/2026).
Ia menjelaskan, pengadaan dua unit dump truck diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah di wilayah timur Kota Ruteng, terutama di Kelurahan Poco Mal, Tenda, dan Satar Tacik yang selama ini dinilai membutuhkan dukungan armada tambahan.
Sementara itu, satu unit arm roll akan difungsikan sebagai kendaraan taktis untuk mengangkut sampah yang belum terlayani pada ritase pertama. Armada ini disiagakan guna mencegah penumpukan sampah di titik-titik rawan.
DLH Manggarai juga akan menempatkan satu unit ekskavator di TPA Ncolang. Alat berat tersebut berperan penting dalam mendukung sistem controlled landfill, yakni dengan mendorong, merapikan, serta menutup tumpukan sampah menggunakan tanah agar pengelolaan TPA lebih tertata dan ramah lingkungan.
“Ekskavator ini bertugas mendorong sampah yang masih menumpuk di jalan dan area timur TPA, sekaligus menggali tanah untuk menutup sampah. Sistemnya nanti controlled landfill,” jelas Antonius.
Untuk mendukung sistem pengangkutan berbasis depo, DLH berencana menempatkan empat unit kontainer di sejumlah lokasi strategis, yakni di Puni, Lawir, Langke Rembong, dan Carep. Selain itu, DLH juga merencanakan penambahan satu depo baru di wilayah Cancar.
Di sisi lain, enam unit kendaraan roda tiga akan diadakan untuk menggantikan armada lama yang telah mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak dioperasikan.
“Roda tiga ini dibelanjakan untuk mengganti armada yang sudah rusak berat dan tidak bisa diperbaiki,” tambahnya.
Tak hanya armada angkut, DLH Manggarai juga akan menempatkan 21 unit tong sampah di sejumlah titik strategis kawasan perkotaan. Lokasi tersebut antara lain di depan eks Lapas lama, kawasan Sentosa Raya, sekitar Toko 33, perempatan Pohon Beringin, area Kejaksaan, sepanjang Jalan Ahmad Yani, serta beberapa titik pusat pertokoan lainnya.
Dengan penambahan armada dan sarana pendukung ini, Antonius optimistis layanan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan Manggarai akan berjalan lebih cepat, tertata, dan efisien. Ia berharap langkah tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan budaya hidup bersih di tengah masyarakat.(*)











