close menu

Masuk


Tutup x

Tujuh Hari Pencarian Korban Tenggelam di Tiwu Pai, Satu Pesan Tegas Bupati Manggarai: Negara Tetap Ada!

Bupati Manggarai memantau langsung pencarian korban anak SMP yang tenggelam di air Terjun Tiwu.
Bupati Manggarai memantau langsung pencarian korban anak SMP yang tenggelam di air Terjun Tiwu.

Penulis: | Editor: Redaksi

FAJARNTT.COM – Selama tujuh hari penuh, upaya pencarian korban tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, berlangsung dalam kondisi alam yang berat dan penuh risiko. Di tengah ikhtiar yang dibatasi oleh derasnya arus dan medan berbahaya, Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan satu pesan tegas: negara tetap ada dan tidak meninggalkan warganya dalam duka.

Pesan itu disampaikan Bupati saat turun langsung meninjau lokasi pencarian pada Sabtu (17/1/2026), hari ketujuh sekaligus hari terakhir operasi pencarian resmi.

Kehadiran orang nomor satu di Manggarai tersebut bukan sekadar kunjungan simbolik, melainkan bentuk empati dan tanggung jawab pemerintah di tengah tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang anak.

Korban diketahui berinisial AWJ (14), siswa SMPK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng, yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu (11/1/2026). Hingga operasi SAR resmi ditutup, korban belum berhasil ditemukan.

“Kesedihan keluarga adalah kesedihan kita bersama. Tidak ada setengah hati dalam tugas kemanusiaan ini. Negara tetap ada,” tegas Bupati Herybertus di hadapan tim pencari dan keluarga korban.

Di lokasi pencarian, Bupati Manggarai menyusuri medan di sekitar air terjun, melihat langsung titik-titik yang telah diselami, serta mendengar penjelasan teknis dari Komandan Tim Basarnas, Yuda Kusuma, mengenai seluruh rangkaian upaya pencarian yang telah dilakukan sejak hari pertama.

Yuda menjelaskan bahwa Air Terjun Tiwu Pai merupakan lokasi dengan tingkat risiko tinggi. Arus air yang kuat, visibilitas rendah, serta struktur bebatuan di dasar air terjun menjadikan kawasan ini sangat tidak direkomendasikan untuk penyelaman. Namun dengan pertimbangan kemanusiaan, tim SAR tetap melakukan berbagai upaya maksimal, termasuk pengerahan penyelam berpengalaman, penggunaan dua set peralatan selam, serta rekayasa teknis berupa pembendungan dan pengalihan aliran air.

Sesuai Standar Operasional Prosedur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR berlangsung selama tujuh hari. Sabtu (17/1/2026) menjadi hari ketujuh sekaligus penutupan operasi pencarian resmi.

“Dengan mempertimbangkan SOP dan keselamatan personel, kami mengusulkan operasi SAR pencarian resmi ditutup hari ini,” kata Yuda.

Ia menegaskan bahwa penutupan operasi resmi tidak berarti seluruh upaya dihentikan. Pemantauan tetap akan dilakukan oleh instansi terkait. Jika di kemudian hari terdapat perkembangan signifikan dan keluarga tidak mampu menjangkau lokasi, Basarnas siap membuka kembali operasi pencarian sesuai prosedur.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Manggarai menegaskan bahwa meskipun operasi resmi ditutup, pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan kecamatan tetap mendampingi keluarga korban.

Ia juga mengingatkan agar setiap niat membantu pencarian dikomunikasikan melalui pemerintah desa demi keselamatan bersama.

“Kita menghargai semua niat baik. Tetapi semuanya harus terkoordinasi dengan baik. Jangan sampai niat baik justru menambah korban,” ujarnya.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Manggarai juga berbicara langsung dengan ayah korban. Dengan nada pelan, ia menyampaikan belasungkawa mendalam serta meminta keluarga tetap diberi kekuatan dalam menghadapi situasi yang berat ini. Momen tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran negara tidak hanya hadir dalam kebijakan dan prosedur, tetapi juga dalam empati dan perhatian.

Dalam kesempatan itu, Bupati Manggarai menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang sejak hari pertama terlibat dalam pencarian, termasuk Basarnas Maumere, Polair, Polres Manggarai, TNI, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada tim Basarnas yang baru saja menyelesaikan tugas penting di Labuan Bajo dan langsung bergerak ke Manggarai untuk membantu operasi pencarian.

“Apa yang Bapak-Bapak lakukan menjadi penyemangat bagi kami semua, terutama bagi keluarga korban,” kata Bupati Manggarai.

Di akhir kegiatan, Bupati Manggarai juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi longsor di wilayah Manggarai. Namun lebih dari sekadar imbauan, peristiwa di Tiwu Pai meninggalkan pesan yang lebih dalam: bahwa di tengah keterbatasan manusia menghadapi alam, negara tetap hadir, mendengar, dan berdiri bersama warganya dalam duka.

Di bawah deras Air Terjun Tiwu Pai, ikhtiar manusia mungkin dibatasi oleh kondisi alam. Namun kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan sebagaimana tercermin dalam tujuh hari pencarian ini menegaskan satu hal penting: negara tetap ada. (*)

Konten

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Satria Makassar. Aktif sebagai videografer, fotografer, serta konten kreator. Ia owner Onsu Studio Photo dan Video dan kini juga sebagai jurnalis.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica