close menu

Masuk


Tutup x

Puluhan Warga Bahu-Membahu Perbaiki Jalan Rusak Golo Mende, Akses Vital Rahong Utara- Ruteng

Puluhan warga turun tangan memperbaiki ruas jalan rusak parah di Golo Mende, Desa Golo Langkok.
Puluhan warga turun tangan memperbaiki ruas jalan rusak parah di Golo Mende, Desa Golo Langkok.

Penulis: | Editor: Redaksi

RUTENG, FAJARNTT.COM – Semangat gotong royong kembali menguat di tengah masyarakat Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Pada Senin, 19 Januari 2026, puluhan warga dari berbagai desa secara sukarela turun tangan memperbaiki ruas jalan rusak parah di Golo Mende, Desa Golo Langkok.

Aksi ini dilakukan sebagai upaya darurat demi menjaga keselamatan pengguna jalan di tengah kondisi infrastruktur yang kian membahayakan.

Pantauan media ini di lokasi menunjukkan kondisi jalan Golo Mende sangat memprihatinkan. Permukaan aspal retak dan berlubang, sementara sebagian badan jalan tampak miring akibat pergeseran tanah. Di sisi jalan terdapat jurang yang cukup dalam, sehingga setiap kendaraan yang melintas harus ekstra waspada, terlebih saat hujan turun karena jalan menjadi licin dan rawan longsor.

Padahal, ruas jalan Golo Mende merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Rahong Utara dengan Kota Ruteng serta sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Manggarai. Jalan ini setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas penting, mulai dari akses pendidikan, perekonomian, pelayanan kesehatan, hingga urusan pemerintahan. Namun kondisi jalan yang rusak justru menimbulkan rasa cemas dan ketakutan bagi para pengguna.

Oktavianus, warga Desa Bangka Ruang, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurut dia, hampir setiap kali melintas, pengendara merasa terancam keselamatannya.

“Setiap kali mau lewat di situ, hati tidak pernah benar-benar tenang. Jalannya miring ke arah jurang, kalau hujan tambah licin. Motor harus pelan sekali, bahkan sering didorong. Tapi mau bagaimana lagi, itu satu-satunya jalan utama kalau mau ke Ruteng atau keluar dari Rahong Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, insiden pengendara terjatuh di lokasi tersebut sudah sering terjadi dan menjadi cerita sehari-hari di tengah warga. Meski belum menelan korban jiwa, kondisi itu terus menghantui masyarakat.

“Sudah banyak yang jatuh. Ada yang luka ringan, ada juga motornya rusak. Untung belum ada korban jiwa. Tapi rasa takut itu selalu ada. Kami selalu bertanya-tanya, kapan giliran kami kalau jalan ini tidak segera diperbaiki,” katanya.

Kondisi inilah yang mendorong Ano Josi, warga asal Lenteng, Desa Compang Dari, untuk mengambil inisiatif menggerakkan warga.

Ia mengajak masyarakat Rahong Utara serta para pengguna jalan untuk tidak hanya mengeluh, tetapi bergerak bersama melalui aksi gotong royong.

“Kami sadar ini bukan proyek besar dan bukan solusi permanen. Tapi ini soal keselamatan manusia. Jalan ini sudah lama rusak dan keluhan sudah terlalu banyak. Kalau hanya menunggu sementara kondisinya makin parah, risikonya bisa sangat fatal. Karena itu kami sepakat bergerak bersama, sebisanya, dengan apa yang kami punya,” kata Ano Josi.

Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut murni lahir dari kesadaran kolektif warga tanpa kepentingan apa pun.

Menurutnya, jalan Golo Mende adalah fasilitas bersama yang menyangkut hajat hidup banyak orang.

“Ini bukan soal siapa yang paling berjasa. Ini soal rasa memiliki. Anak-anak sekolah lewat di sini, ibu-ibu ke pasar lewat di sini, orang sakit dibawa ke puskesmas juga lewat sini. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” ujarnya.

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica