
Penulis: Bobby Ciputra | Editor: Bobby Ciputra
Mendayung diantara Dua Tatanan.
Politik Bebas Manuver yang saat ini Indonesia perankan menempatkan negara kita di posisi yang sangat menantang. Indonesia sekarang mendayung diantara dua tatanan yang bersaing. Tatanan Lama: PBB, ASEAN Centrality, hukum internasional berbasis aturan. Dengan Tatanan Paralel: Board of Peace (BoP), aliansi minilateral yang dipimpin AS, dan struktur kekuasaan yang berbasis hubungan personal.
Ketika kedua tatanan ini berbenturan, misalnya dalam sengketa di Laut China Selatan. Di forum mana Indonesia akan berdiri? Jika kita memilih PBB dan mekanisme ASEAN, kita tetap diterima dan disegani oleh komunitas internasional yang lebih luas, termasuk China. Jika kita memilih Board of Peace (BoP), kita sangat diterima oleh Trump dan lingkar dalamnya.
Pilihan apa pun bisa menguntungkan Indonesia yang sedang dimainkan oleh Prabowo dengan cerdas. Inilah esensi Politik Bebas Manuver, tidak terikat pada satu platform, tapi memanfaatkan semua platform untuk kepentingan nasional. Namun, ini juga berarti Indonesia harus terus-menerus menyeimbangkan, bernegosiasi, dan menavigasi kontradiksi, sebuah tarian diplomatik yang menguras energi dan berisiko tinggi.
Saya memahami logika strategis di balik keputusan Presiden Prabowo, tetapi saya juga memperingatkan risiko jangka panjangnya. Indonesia harus tetap menjadi pemimpin Global South dan demokrasi besar dengan basis sosial yang kuat. Kita tidak boleh terserap ke dalam orbit kekuasaan personal; apakah itu Trump, Putin, atau Xi Jinping. Politik Bebas Manuver harus dijalankan dengan prinsip yang jelas: kepentingan nasional, nilai-nilai demokratis, dan solidaritas dengan negara-negara berkembang.
Seribu kawan memang terlalu sedikit. Satu musuh memang terlalu banyak. Tapi di antara kawan dan musuh, ada prinsip yang tidak boleh dikompromikan: kedaulatan, keadilan, dan kemanusiaan. Inilah ujian sesungguhnya bagi Politik Bebas Aktif di era Kepemimpinan Prabowo.(*)
*)Penulis Ketua Angkatan Muda Sosialis Indonesia (AMSI). Tinggal di Jakarta.











