close menu

Masuk


Tutup x

Santunan JKM Diserahkan, Bupati Hery Nabit Tegaskan Negara Tak Absen Saat Warga Berduka

Santunan Jaminan Kematian
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyerahkan Santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada para ahli waris pekerja.

Penulis: | Editor: Redaksi

RUTENG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama BPJS Ketenagakerjaan kembali menegaskan komitmen kehadiran negara dalam melindungi warganya melalui penyerahan Santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada para ahli waris pekerja.

Penyerahan santunan tersebut dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2021, bertempat di Aula Nuca Lale, Kantor Bupati Manggarai, dalam suasana khidmat dan penuh empati.

Santunan JKM diserahkan kepada ahli waris dari tujuh pekerja, yang terdiri atas satu pekerja rentan yang kepesertaannya dibiayai melalui APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, tiga pekerja rentan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Manggarai, dua peserta BPJS Ketenagakerjaan mandiri, serta satu tenaga Non-ASN yang juga dibiayai melalui APBD Kabupaten Manggarai. Dari jumlah tersebut, lima ahli waris hadir secara langsung, sementara dua lainnya berhalangan hadir.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd., Penjabat Sekretaris Daerah Manggarai Lambertus Paput, S.Sos., para Asisten Sekretariat Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Langke Rembong, pimpinan dan staf BPJS Ketenagakerjaan Manggarai Barat, serta para penerima manfaat santunan JKM.

Negara Hadir Menguatkan, Bukan Menggantikan Kehilangan.

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. menegaskan bahwa santunan yang diberikan negara tidak dimaksudkan untuk menggantikan kehilangan mendalam yang dialami keluarga.

“Kehilangan seorang suami, seorang bapak, seorang kakek, atau penanggung jawab keluarga tidak akan pernah bisa digantikan oleh apa pun, termasuk oleh uang dalam jumlah berapa pun. Kehadiran seorang manusia, terlebih pencari nafkah dalam keluarga, memiliki nilai yang jauh melampaui angka materi,” ujar Bupati Hery Nabit.

Namun demikian, menurutnya, kehadiran negara melalui santunan JKM merupakan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional, agar keluarga yang ditinggalkan tidak sepenuhnya sendirian menghadapi masa depan.

Bupati Hery juga berharap agar santunan tersebut diharapkan menjadi penopang awal, sekaligus jembatan untuk melanjutkan kehidupan ke depan dengan harapan dan optimisme.

“Negara mungkin tidak bisa menghapus rasa duka, tetapi negara tidak boleh absen ketika warganya berduka,” tegasnya.

Wajah Nyata Perlindungan Sosial.

Bupati Hery Nabit menekankan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu wajah nyata kehadiran negara di tengah persoalan paling personal yang dihadapi warga, mulai dari kecelakaan kerja, kematian, hingga masa pensiun.

Ia menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang secara konsisten melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja.

“Negara hadir bukan untuk membawa beban, tetapi untuk memberi manfaat dan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi warganya. Program jaminan sosial ketenagakerjaan adalah instrumen negara untuk itu,” ungkapnya.

Tantangan Besar pada Pekerja Rentan.

Berdasarkan data kependudukan dan ketenagakerjaan, potensi pekerja di Kabupaten Manggarai mencapai 99.542 orang, baik pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah. Dari jumlah tersebut, 26.900 pekerja penerima upah telah terdaftar seluruhnya sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, atau mencapai 100 persen cakupan.

Namun, tantangan terbesar masih berada pada segmen pekerja bukan penerima upah atau pekerja rentan, seperti pekerja bangunan, pedagang, petani, guru tani, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, dan pekerja sektor informal lainnya. Jumlah potensi pekerja pada segmen ini mencapai 72.636 orang, tetapi yang telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan baru sekitar 11.390 orang, atau 15,6 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan tidak dapat bekerja sendiri dalam memperluas cakupan perlindungan sosial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.

Komitmen Berkelanjutan.

Melalui momentum penyerahan santunan JKM ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan, agar risiko sosial akibat kecelakaan kerja maupun kematian dapat diminimalkan.

Penyerahan santunan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa di balik setiap angka statistik, terdapat keluarga yang berjuang melanjutkan hidup. Di situlah negara dituntut untuk hadir yang bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan warganya.(*)

Konten

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Satria Makassar. Aktif sebagai videografer, fotografer, serta konten kreator. Ia owner Onsu Studio Photo dan Video dan kini juga sebagai jurnalis.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica