close menu

Masuk


Tutup x

Bali-NTB-NTT Sepakati Kerja Sama Regional KR-BNN, Labuan Bajo Jadi Simbol Sinergi Ekonomi Kawasan

Ket Foto : Momen Penandatanganan Kerjasama Regional BALI -NTB-NTT (KR-BNN) Golomori, Manggarai Barat pada Rabu, 28 Januari 2026.
Ket Foto : Momen Penandatanganan Kerjasama Regional BALI -NTB-NTT (KR-BNN) Golomori, Manggarai Barat pada Rabu, 28 Januari 2026.

Penulis: | Editor: Redaksi

LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menyepakati pembentukan Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KR-BNN). Kesepakatan strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Golomori, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (28/1/2026).

Pembentukan KR-BNN menandai babak baru sinergitas tiga provinsi dalam klaster Kepulauan Sunda Kecil, dengan tujuan utama mengoptimalkan potensi ekonomi wilayah Indonesia Tengah dan Timur melalui integrasi kebijakan lintas daerah.

Kerja sama regional ini lahir sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan kolaborasi antarwilayah untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pascapandemi, sekaligus menjawab tantangan global di sektor logistik, energi, dan ketahanan ekonomi regional.

Fokus Lima Sektor Strategis

Dalam implementasinya, KR-BNN akan difokuskan pada lima sektor strategis yang dinilai sebagai tulang punggung ekonomi kawasan, yakni:
Pertama, Konektivitas Terpadu. Integrasi transportasi udara, laut, dan darat guna menekan biaya logistik yang selama ini menjadi hambatan utama di wilayah kepulauan.

Kedua, Transformasi Pariwisata. Pengembangan paket destinasi lintas provinsi seperti Bali-Mandalika-Labuan Bajo untuk meningkatkan durasi tinggal (length of stay) wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Ketiga, Akselerasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Pemanfaatan potensi energi surya dan panas bumi di NTB dan NTT sebagai bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission nasional.

Keempat, Kedaulatan Pangan dan Perdagangan. Penguatan arus distribusi dan perdagangan komoditas pertanian, perikanan, serta peternakan antarwilayah guna menjaga stabilitas pasokan dan menekan inflasi daerah.

Kelima, Penguatan Sektor Strategis Lainnya yang meliputi digitalisasi birokrasi, penguatan layanan publik lintas daerah, serta mitigasi bencana berbasis kerja sama regional.

Perkuat Rantai Pasok dan UMKM Lokal

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan KR-BNN adalah penguatan rantai pasok lokal. Melalui kerja sama ini, komoditas unggulan seperti daging sapi dari NTT dan mutiara dari NTB diharapkan dapat terserap secara maksimal oleh industri pariwisata dan perhotelan di Bali, sehingga mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Langkah tersebut diproyeksikan membawa dampak langsung, antara lain:
Peningkatan daya saing UMKM, melalui akses pasar yang lebih luas di tiga provinsi.
Penciptaan lapangan kerja baru, terutama di sektor transportasi, logistik, dan pengolahan hasil alam.

Standardisasi kualitas produk, mendorong petani dan nelayan lokal memenuhi standar industri pariwisata dan ekspor.

Menuju Kemandirian Ekonomi Regional

Dipilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi pengukuhan KR-BNN memiliki makna strategis. Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Labuan Bajo diposisikan sebagai simbol pertumbuhan baru yang diharapkan mampu menarik arus investasi ke NTB dan NTT, dengan Bali sebagai hub internasional utama.

Dengan terbentuknya KR-BNN, Bali, NTB, dan NTT kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat di tingkat nasional, khususnya dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan infrastruktur dan ekonomi regional yang terintegrasi dan berkelanjutan.(*)

Konten

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Berpengalaman di bidang komunikasi, pemasaran, dan public relations. Kini aktif sebagai jurnalis.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica