close menu

Masuk


Tutup x

Putri Terbaik NTT Cintya Tegok Kian Dekat ke Panggung Final Puteri Indonesia 2026

Cintya Tegok menjadi satu-satunya wakil NTT yang lolos tahap kedua seleksi finalis puteri Indonesia 2026.
Cintya Tegok menjadi satu-satunya wakil NTT yang lolos tahap kedua seleksi finalis puteri Indonesia 2026.

Penulis: | Editor: Redaksi

FAJARNTT.COM – Putri terbaik Nusa Tenggara Timur, Crescentia Atniseyla Tegok atau Cintya Tegok, kini kian dekat ke panggung final Puteri Indonesia 2026 setelah berhasil menembus seleksi tahap kedua dan masuk jajaran finalis favorit, sebuah capaian bergengsi yang membuka peluang besar bagi dirinya untuk membawa nama NTT bersinar di tingkat nasional.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting, bukan hanya bagi Cintya secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat NTT yang menaruh harapan besar pada generasi muda perempuan daerah untuk tampil dan bersaing di panggung nasional. Dengan pencapaian tersebut, Cintya kini berada di jalur menuju babak final, dengan satu tahapan penting yang harus dilalui melalui dukungan voting publik.

Ketua Yayasan Pesona Manggarai Raya (Yasonar), Hery Baben, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, persiapan, dan proses pembinaan yang panjang.

Ia menegaskan bahwa peluang Cintya untuk melangkah ke panggung final sangat terbuka, namun membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat NTT.

“Terima kasih semuanya. Kami informasikan Chyntia lolos seleksi tahap kedua dan untuk masuk tahap berikutnya yaitu tahap final harus melalui voting. Maka kami mengajak om, tanta, bapa, mama, kaka dan adek masyarakat NTT untuk bantu voting Chyntia. Dia akan bersaing dengan tujuh peserta dari provinsi lain. Nanti link atau cara voting-nya akan kami informasikan segera. Terima kasih. Tuhan berkati,” ujar Hery Baben kepada Fajar NTT, Kamis (5/2/2026).

Menurut Hery, keberhasilan ini merupakan kebanggaan bersama seluruh masyarakat NTT.

Ia menilai Cintya tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa identitas, martabat, dan harapan daerah di panggung nasional.

“Cintya adalah representasi perempuan muda NTT yang cerdas, percaya diri, dan memiliki visi. Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa putri-putri dari wilayah timur Indonesia mampu bersaing dan tampil membanggakan,” ujarnya.

Membawa Misi Pendidikan dan Literasi untuk NTT

Di balik langkahnya menuju panggung nasional, Cintya hadir bukan sekadar sebagai peserta kompetisi, tetapi juga sebagai pembawa misi sosial yang kuat. Mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris Universitas Nusa Cendana itu menjadikan isu pendidikan, khususnya literasi dan numerasi di NTT, sebagai fokus advokasinya.

Dalam wawancara video yang diterima Redaksi Fajar NTT dari Graha Mustika Ratu, Jakarta, Cintya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti audisi Puteri Indonesia 2026.

“Halo putri-putri di Indonesia, saya sangat bersyukur untuk berada di sini. Ini adalah hari kedua audisi Puteri Indonesia 2026 dan saya sangat teruja hari ini,” ungkap Cintya.

Ia mengaku pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk bertemu dengan perempuan-perempuan inspiratif dari seluruh Indonesia, sekaligus menguji kesiapan dirinya dalam kompetisi tingkat nasional.

“Saya sangat bersyukur bisa berada di hari kedua audisi dan bertemu dengan semua wanita hebat di sini. Kami juga akan bertemu dengan para juri, jadi saya sedikit nervous, tetapi juga sangat bersemangat,” ujarnya.

Lebih dari itu, Cintya memanfaatkan ajang ini sebagai ruang untuk menyuarakan kepeduliannya terhadap kondisi pendidikan di daerah asalnya.

Ia menilai peningkatan literasi dasar menjadi kunci penting dalam membangun masa depan generasi muda NTT.

“Jika saya diberi kesempatan untuk berbicara tentang isu di Indonesia, saya ingin mengangkat tentang pendidikan, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Saya berbicara tentang bagaimana meningkatkan literasi dan pendidikan dasar di daerah saya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, ia berharap dapat berkontribusi dalam mendorong kesadaran dan perhatian terhadap isu pendidikan, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Panggung Pembuktian dan Harapan Baru bagi NTT

Ajang Puteri Indonesia dikenal sebagai kompetisi bergengsi yang tidak hanya menilai penampilan fisik, tetapi juga kecerdasan, karakter, integritas, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial. Kompetisi ini telah menjadi panggung strategis bagi perempuan muda Indonesia untuk menyuarakan gagasan, advokasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam audisi Puteri Indonesia 2026 yang berlangsung di Graha Mustika Ratu, Jakarta, tiga putri terbaik NTT tampil sebagai representasi daerah, yakni Melisa Foris, Ayu Munandar, dan Cintya Tegok. Ketiganya membawa semangat, identitas, dan kebanggaan daerah untuk diperkenalkan di tingkat nasional.

Puteri Indonesia 2026 sendiri merupakan edisi ke-29 dari ajang tersebut dan dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center. Ajang yang telah berlangsung sejak tahun 1992 itu telah melahirkan banyak perempuan inspiratif yang berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan Cintya Tegok menembus seleksi tahap kedua kini menjadi simbol harapan baru bagi NTT. Dengan dukungan masyarakat melalui voting publik, peluang bagi putri terbaik NTT ini untuk melangkah ke panggung final semakin terbuka lebar.

Kini, harapan masyarakat Nusa Tenggara Timur bertumpu pada langkah Cintya berikutnya, sebuah perjalanan yang tidak hanya membawa mimpi pribadi, tetapi juga membawa harapan daerah untuk kembali bersinar di panggung Puteri Indonesia 2026.(*)

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica