close menu

Masuk


Tutup x

Lewat Sepak Bola, Plan Indonesia Dorong Anak Perempuan Manggarai Berani Memimpin dan Lawan Diskriminasi

Yayasan Plan Internasional Indonesia
Yayasan Plan Internasional Indonesia menggelar kompetesi sepak bola anak perempuan di Manggarai.

Penulis: | Editor: Redaksi

RUTENG, FAJARNTT.COM – Upaya mendorong kesetaraan gender dan memperkuat kepemimpinan anak perempuan terus digencarkan di Kabupaten Manggarai melalui pelaksanaan Kompetisi Sepak Bola Anak Perempuan yang merupakan bagian dari program Girls Football 3.0. Program ini diinisiasi oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Yayasan Rumah Solusi BETA Indonesia (RSBI) sebagai mitra implementasi, dengan dukungan dari Adidas Foundation.

Dalam press release yang diterima Fajar NTT pada Selasa (10/2/2026), kegiatan ini ditegaskan sebagai bagian dari gerakan jangka panjang untuk membuka ruang yang setara bagi anak perempuan dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola, sekaligus membangun kapasitas kepemimpinan dan keberanian mereka dalam melawan diskriminasi berbasis gender dan usia.

Program Girls Football 3.0 sendiri merupakan inisiatif global yang dirancang untuk memperkuat kepemimpinan anak perempuan serta meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender melalui olahraga. Program ini dilaksanakan di sejumlah sekolah di Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Manggarai, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan setara bagi anak perempuan.

Kompetisi sepak bola yang digelar di Manggarai ini melibatkan enam sekolah tingkat SMP dengan total 145 anak perempuan dan laki-laki yang berperan sebagai pemain dan pendidik sebaya. Mereka didampingi oleh pelatih, guru, panitia, relawan, tenaga kesehatan, wasit, serta perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa upaya memperjuangkan kesetaraan gender tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan kerja kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, SE., MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Plan Indonesia, RSBI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan ruang pembinaan positif bagi anak-anak, khususnya anak perempuan di Manggarai.

“Melalui kegiatan yang menyenangkan seperti pertandingan dan kompetisi, pesan-pesan penting dapat disampaikan secara sederhana namun efektif. Sosialisasi yang dilakukan secara berulang akan membantu membentuk kesadaran dan karakter anak-anak sejak dini,” ujar Bupati Herybertus dalam sambutannya.

Menurutnya, kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga merupakan ruang strategis untuk mengedukasi anak-anak tentang berbagai isu penting, termasuk pencegahan kekerasan seksual, perundungan (bullying), kesehatan mental, perlindungan anak, dan penguatan kepemimpinan anak perempuan.

Ia berkata, Pemerintah Kabupaten Manggarai meyakini bahwa pendekatan berbasis olahraga merupakan salah satu cara efektif dalam membangun sumber daya manusia yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan berkarakter positif.

Bupati Herybertus juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi penyelenggaraan kompetisi sepak bola anak perempuan secara berkelanjutan di masa mendatang, sehingga semakin banyak anak perempuan Manggarai yang berani tampil, percaya diri, dan mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang kehidupan.

Coordinator Project Manggarai dari Plan Indonesia, Dendy Manu, menegaskan bahwa program Girls Football 3.0 tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga mencakup edukasi komprehensif tentang kesetaraan gender dan perlindungan anak.

“Dalam proyek ini bukan hanya seputar sepak bola, namun juga ada edukasi bagi anak-anak, orang tua, guru, pelatih, dan asosiasi sepak bola seputar kesetaraan gender, mendukung kepemimpinan anak perempuan, dan perlindungan anak,” ungkap Dendy Manu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap program ini, termasuk pemerintah daerah, sekolah, asosiasi sepak bola, serta berbagai mitra yang terlibat.

“Kami berharap kegiatan kompetisi ini dapat menjadi ruang membangun solidaritas, meningkatkan kemampuan pemain, serta juga ruang kampanye seputar kesetaraan gender bagi seluruh komponen masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Project Manager Yayasan Rumah Solusi BETA Indonesia (RSBI), Renya Kabu Mau, menyampaikan bahwa RSBI merasa terhormat dapat menjadi mitra implementasi dalam program Girls Football 3.0 di Manggarai, setelah sebelumnya program serupa dilaksanakan di wilayah lain di NTT.

“Melalui sepak bola, kami mengadvokasi kesetaraan gender, perlindungan anak, dan pendekatan anti-diskriminasi. Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa anak perempuan juga berani, kuat, dan tidak takut dengan bola,” tegas Renya Kabu Mau.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025 di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, program Girls Football 3.0 telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi, pembentukan 19 tim sepak bola di sekolah, pembentukan 95 pendidik sebaya, pelatihan pelatih dan guru, hingga penyelenggaraan youth camp. Program ini dirancang untuk menjadikan anak perempuan tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya tentang kesetaraan dan perlindungan anak.

Tidak hanya pertandingan sepak bola, kompetisi ini juga diisi dengan kampanye edukatif yang disampaikan secara kreatif oleh para pendidik sebaya di sela-sela pertandingan. Isu yang diangkat meliputi hak dan tanggung jawab anak, kesetaraan gender, kepemimpinan, pencegahan kekerasan seksual, serta nilai inklusivitas.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga dapat menjadi sarana transformasi sosial yang kuat. Melalui lapangan hijau, anak-anak perempuan Manggarai tidak hanya belajar menggiring bola, tetapi juga belajar tentang keberanian, kepemimpinan, solidaritas, dan keyakinan bahwa mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bermimpi dan memimpin.

Dengan semangat “Berani Bermain, Siap Memimpin, Sampai Semua Setara,” Girls Football 3.0 diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi perempuan Manggarai yang tangguh, percaya diri, dan siap menjadi pemimpin masa depan.(*)

Konten

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Satria Makassar. Aktif sebagai videografer, fotografer, serta konten kreator. Ia owner Onsu Studio Photo dan Video dan kini juga sebagai jurnalis.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica