close menu

Masuk


Tutup x

Pemdes Wejang Mawe Bangun Jalan Lapen 477 Meter, Dana Desa Jadi Penggerak Akses Pertanian

Jalan Lapen
Pemdes Wejang Mawe Bangun Jalan Lapen 477 Meter, Dana Desa Jadi Penggerak Akses Pertanian.

Penulis: | Editor: Redaksi

BORONG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Wejang Mawe, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur desa melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Salah satu program prioritas yang telah direalisasikan adalah pembangunan jalan lapisan penetrasi (lapen) sepanjang 477 meter dengan total anggaran sebesar Rp325 juta.

Pembangunan jalan tersebut difokuskan untuk membuka akses menuju kawasan pertanian warga serta memperlancar mobilitas antarwilayah di desa. Infrastruktur ini lahir dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Dusun (Musdus) dan kemudian dibahas serta ditetapkan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

Kepala Desa Wejang Mawe, Raimundus, menegaskan bahwa pembangunan jalan lapen tersebut merupakan bukti nyata bahwa pemerintah desa menjalankan pembangunan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar program formalitas.

“Kami bekerja sesuai dengan hasil musyawarah bersama masyarakat. Jalan ini akan mempermudah akses pertanian, mempersingkat jarak antarwilayah, dan mendukung perekonomian warga. Semua ini terwujud berkat dukungan penuh masyarakat,” ungkap Raimundus, Senin (9/2/2026).

Menurut Raimundus, keberadaan jalan tani tersebut sangat penting karena sebagian besar warga Desa Wejang Mawe menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Sebelum jalan dibangun, petani harus berjalan kaki atau memikul hasil panen dalam jarak yang cukup jauh untuk mencapai jalan utama.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Desa berkomitmen mengelola Dana Desa secara transparan, partisipatif, dan akuntabel, dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Kami memastikan seluruh proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat. Ini bukti bahwa musyawarah desa bukan hanya seremonial, tetapi menjadi dasar utama dalam menentukan arah pembangunan desa,” tegasnya.

Konten

Sebelumnya aktif sebagai kontributor di beberapa media siber. Kini aktif sebagai jurnalis di media siber Fajar NTT.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica