
Penulis: Yulianus Onca | Editor: Redaksi
RUTENG, FAJAR NTT.COM – Upaya memperkuat posisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi daerah terus didorong melalui kolaborasi strategis antara pers dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan produk-produk lokal tidak hanya bertahan di pasar tradisional, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Pengurus Dekranasda Kabupaten Manggarai, Livens Turuk, dalam Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan Persatuan Jurnalis Kabupaten Manggarai (PRISMA) di Aula Dinas Kesehatan Manggarai, Senin (9/2/2026), dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Dalam forum yang dihadiri para jurnalis dan pegiat media tersebut, Livens menegaskan bahwa Manggarai memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Produk-produk seperti Tenun Manggarai, kopi lokal, dan berbagai hasil olahan pangan masyarakat telah menunjukkan kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain di Indonesia.
Namun, ia mengakui bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh sistem promosi yang kuat dan konsisten. Akibatnya, banyak produk unggulan yang belum dikenal secara luas, bahkan kalah bersaing dengan produk lain yang memiliki strategi publikasi lebih agresif.
“Produk bagus tanpa publikasi akan kalah oleh produk biasa yang viral,” ujar Livens.
Ia menekankan bahwa di era keterbukaan informasi dan dominasi media digital saat ini, kekuatan promosi menjadi faktor penentu keberhasilan suatu produk di pasar. Tanpa dukungan publikasi yang memadai, produk lokal berisiko tertinggal, meskipun memiliki kualitas yang sangat baik.
Menurut Livens, di sinilah peran pers menjadi sangat strategis. Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan pasar yang lebih luas. Melalui pemberitaan yang objektif, edukatif, dan berkelanjutan, pers dapat membantu membangun kepercayaan publik terhadap produk UMKM Manggarai.
“Ketika pers mengangkat UMKM, yang dibangun sebenarnya adalah ekonomi rakyat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemberitaan media memiliki dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar promosi. Liputan yang kredibel dapat meningkatkan reputasi produk, memperluas jangkauan pasar, dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Dengan demikian, peran pers secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, Livens juga mengakui bahwa penguatan UMKM tidak hanya bergantung pada promosi. Masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti belum meratanya standar kualitas produksi, lemahnya branding, serta kendala dalam pemenuhan aspek legalitas, termasuk izin PIRT dan sertifikasi halal.
Legalitas tersebut, menurutnya, merupakan prasyarat penting agar produk UMKM dapat menembus pasar modern dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Tanpa dukungan aspek legal dan standar mutu yang baik, potensi ekspansi pasar akan tetap terbatas.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas informasi di era digital. Pers diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang akurat dan terpercaya, sekaligus membantu melindungi masyarakat dari promosi palsu atau informasi yang menyesatkan yang dapat merusak citra produk lokal.
Sebagai bentuk komitmen konkret, Dekranasda Manggarai tengah menyiapkan sejumlah program kolaborasi strategis bersama media. Salah satunya adalah mendorong pembentukan rubrik khusus yang berfokus pada promosi dan pengembangan UMKM lokal, sehingga masyarakat dapat lebih mengenal produk-produk unggulan daerahnya sendiri.
Selain itu, program dokumentasi profil pelaku UMKM juga akan dikembangkan untuk mengangkat kisah perjuangan dan inovasi para pelaku usaha lokal. Upaya ini diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk melalui penguatan narasi dan identitas lokal.
Livens optimistis bahwa kolaborasi yang kuat antara pers dan Dekranasda akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri.
Ia menegaskan bahwa pers dan UMKM memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Jika pers menjaga kebenaran, maka UMKM menjaga ketahanan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Momentum Hari Pers Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi. Dengan dukungan publikasi yang kuat dan kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM Manggarai diyakini mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang tidak hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional.(*)











