RUTENG, FAJARNTT.COM – Di tengah udara sejuk pegunungan Flores Barat, Kota Ruteng di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan pendidikan, tetapi juga sebagai salah satu simpul penting sejarah perkembangan iman Katolik di Pulau Flores.
Sebagai ibu kota Kabupaten Manggarai, Ruteng menjadi rumah bagi Katedral Ruteng (Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga dan Santo Yosef) yang berdiri megah di kawasan Watu, Kecamatan Langke Rembong. Gereja ini menjadi pusat Keuskupan Ruteng sekaligus simbol kuat perkembangan Katolik di wilayah Manggarai sejak masa kolonial.
Bangunan katedral tersebut memiliki nilai sejarah yang panjang, dengan jejak perkembangan yang erat kaitannya dengan masa penjajahan Belanda serta pembentukan struktur gereja di Flores bagian barat. Selain sebagai tempat ibadah utama, gereja ini juga menjadi destinasi wisata rohani yang banyak dikunjungi peziarah dan wisatawan.
Perpaduan arsitektur Eropa dan budaya Manggarai
Katedral Ruteng juga dikenal karena arsitekturnya yang memadukan gaya Eropa dengan unsur lokal Manggarai. Kaca patri berwarna yang menghiasi bagian dalam gereja menggambarkan kisah-kisah Kitab Suci, menciptakan suasana sakral yang berpadu dengan lanskap perbukitan hijau di sekeliling kota.
Dari halaman gereja, pengunjung dapat menyaksikan panorama alam Ruteng yang tenang—menjadikannya bukan hanya pusat kegiatan rohani, tetapi juga ruang refleksi dan ketenangan batin.
Ruteng dan identitas “kota iman”
Selain Katedral, kawasan Ruteng dan sekitarnya menjadi bagian dari jaringan gereja tua di Flores yang menandai kuatnya sejarah misi Katolik di wilayah Manggarai Raya. Sejumlah gereja bersejarah di Flores, termasuk di Sikka, Larantuka, hingga pedalaman Manggarai, memperlihatkan bagaimana agama, budaya lokal, dan sejarah kolonial saling berkelindan membentuk identitas pulau ini.
Ruteng sendiri sering disebut sebagai “kota dingin di tengah Flores” yang tidak hanya menyimpan kekayaan budaya tradisional Manggarai, tetapi juga menjadi pusat kehidupan rohani umat Katolik di wilayah tersebut.
Wisata rohani yang terus berkembang
Dalam beberapa tahun terakhir, wisata rohani di Ruteng semakin mendapat perhatian. Katedral Ruteng menjadi salah satu titik utama kunjungan wisatawan yang ingin merasakan perpaduan sejarah, arsitektur, dan spiritualitas di satu tempat.
Di tengah perkembangan pariwisata Flores yang semakin dikenal luas, Ruteng tetap mempertahankan identitasnya sebagai kota religius yang tenang, dengan gereja sebagai pusat denyut kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. (*)
















