
Penulis: Yulianus Onca | Editor: Redaksi
RUTENG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan kegiatan Sinergi dalam Pengembangan Kabupaten Layak Anak di Manggarai Convention Center (MCC), Ruteng, Senin (16/3/2026).
Forum perencanaan pembangunan tahunan ini dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, DPRD, lembaga pendidikan, perbankan, organisasi masyarakat, LSM, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, hingga Forum Anak Kabupaten Manggarai.
Musrenbang tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah tahun 2027, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan program pembangunan yang lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat.
Sekretaris Baperida Kabupaten Manggarai, Aripin Alexius, dalam laporan panitia penyelenggara menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten merupakan bagian integral dari tahapan penyusunan RKPD sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
Menurutnya, forum ini merupakan kelanjutan dari rangkaian proses perencanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari Musrenbang desa dan kelurahan, forum konsultasi publik, Musrenbang kecamatan, forum perangkat daerah, hingga penghimpunan pokok-pokok pikiran DPRD.
“Seluruh tahapan tersebut telah menghasilkan berbagai usulan program dan kegiatan pembangunan yang bersumber dari aspirasi masyarakat maupun representasi politik DPRD. Dalam forum Musrenbang ini kita membahas, menyelaraskan, serta menyepakati berbagai prioritas pembangunan yang akan menjadi bagian dari RKPD Kabupaten Manggarai tahun 2027,” ujar Aripin.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Musrenbang adalah menyepakati permasalahan pembangunan daerah, menentukan prioritas pembangunan, serta menetapkan program dan kegiatan beserta pagu indikatif, indikator kinerja, dan lokasi pelaksanaannya.
“Melalui forum ini juga dilakukan penyelarasan program pembangunan daerah dengan sasaran pembangunan provinsi serta klarifikasi program yang menjadi kewenangan kabupaten dengan program pembangunan desa,” jelasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Proses, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan mekanisme penting dalam sistem perencanaan pembangunan nasional yang bersifat partisipatif.
Ia menilai forum tersebut memberikan ruang bagi berbagai komponen masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
“Model perencanaan yang partisipatif seperti Musrenbang ini masih dianggap sebagai model terbaik karena melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses perencanaan. Karena sifatnya partisipatif, maka berbagai komponen masyarakat hadir dan mendiskusikannya secara bersama-sama dalam forum ini,” kata Paulus.
Ia juga menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Manggarai pada kesempatan tersebut menyerahkan dokumen pokok-pokok pikiran DPRD yang merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses dan berbagai kunjungan ke daerah pemilihan.
“Pokok-pokok pikiran ini merupakan hasil dari proses jaring aspirasi masyarakat. Kami berharap pokir DPRD ini sungguh-sungguh diperhatikan dan dapat diakomodasi dalam program pembangunan daerah, karena ini merupakan aspirasi rakyat yang kami wakili,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang menjadi ruang penting bagi semua pihak untuk merencanakan pembangunan daerah secara lebih terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi seluruh pemerintah desa, lurah, dan camat yang telah menyelesaikan proses Musrenbang di tingkat desa dan kecamatan sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah.
“Forum ini menjadi bagian dari komitmen kita bersama untuk terus merencanakan pembangunan daerah secara lebih baik, lebih terarah, dan lebih berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Bupati Hery Nabit.
Dalam paparannya, Bupati Hery Nabit memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu capaian yang cukup menggembirakan adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai yang pada tahun 2025 mencapai angka 5,09 persen.
Menurutnya, angka tersebut menjadi momentum penting bagi perekonomian daerah karena untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Manggarai kembali menembus angka lima persen.
“Pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2025 sudah mencapai 5,09 persen. Ini pertama kali dalam beberapa tahun terakhir kita kembali menembus angka lima persen. Dalam kajian ekonomi, angka lima persen ini sering disebut sebagai angka psikologis yang membawa optimisme bagi pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Bupati Hery Nabit menilai capaian tersebut cukup membanggakan karena terjadi di tengah berbagai tantangan global dan nasional yang memengaruhi kondisi ekonomi daerah.
“Kalau melihat situasi yang kita hadapi beberapa tahun terakhir, capaian 5,09 persen ini menurut saya sesuatu yang luar biasa. Artinya mesin-mesin ekonomi kita bekerja cukup baik, meskipun ada beberapa sektor yang belum berjalan secara optimal,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah dipengaruhi oleh empat mesin utama, yakni konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta aktivitas ekspor dan impor.
“Konsumsi masyarakat masih menjadi kekuatan ekonomi Manggarai. Kalau konsumsi masyarakat baik, maka ekonomi akan tumbuh. Mesin kedua adalah investasi, terutama investasi dari pengusaha kecil dan menengah yang cukup banyak di Manggarai,” ujarnya.
Namun demikian, Bupati Hery Nabit juga mengakui bahwa Manggarai masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, terutama terkait tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 tingkat kemiskinan di Manggarai masih berada pada angka 18,1 persen atau setara dengan sekitar 65.810 jiwa.
“Ini berarti dari sekitar 340 ribu penduduk Manggarai masih ada lebih dari 65 ribu orang yang masuk kategori miskin. Penurunannya memang ada, tetapi masih sangat pelan. Karena itu kita membutuhkan cara kerja yang lebih keras dan lebih fokus untuk menurunkannya,” tegasnya.
Selain kemiskinan, Bupati juga menyoroti persoalan ketahanan sosial yang dinilai masih menjadi tantangan besar bagi daerah. Hal tersebut berkaitan dengan tingginya risiko bencana serta berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.
“Tantangan terbesar kita hari ini adalah ketahanan sosial. Salah satu penyebabnya adalah indeks risiko bencana kita yang cukup tinggi karena kejadian bencana semakin sering terjadi di berbagai wilayah,” katanya.
Dalam perencanaan pembangunan tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Manggarai mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan”. Tema tersebut akan diwujudkan melalui empat prioritas pembangunan daerah yakni Manggarai Sejahtera, Manggarai Bersih, Manggarai Berkelanjutan, dan Manggarai Berdaya Saing.
Bupati dia periode itu juga menegaskan bahwa untuk meningkatkan daya saing daerah, pemerintah perlu mendorong penguatan sektor-sektor unggulan yang dimiliki Manggarai, terutama sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Namun ia menekankan bahwa sektor pertanian harus mulai diarahkan pada pengolahan hasil produksi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
“Kalau hasil pertanian hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, nilai tambahnya kecil. Tetapi kalau diolah, nilainya bisa jauh lebih besar. Di situlah kita harus mulai membangun nilai tambah ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, Bupati Very Nabit juga menyoroti potensi ekonomi kreatif daerah, khususnya tenun Manggarai yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa jumlah penenun di Manggarai diperkirakan mencapai lima hingga enam ribu orang yang sebagian besar merupakan perempuan yang menjadikan tenun sebagai sumber penghasilan keluarga.
“Tenun Manggarai ini punya potensi besar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Karena itu saya minta dinas terkait mulai memetakan dan mengkategorikan para penenun agar kita bisa mendorong mereka masuk ke pasar yang lebih luas,”/” kata Nabit.
Di akhir sambutannya, Bupati Hery Nabit mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, maupun masyarakat luas untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Manggarai tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Pemerintah Kabupaten Manggarai harus membuka diri terhadap semua pihak. Banyak organisasi dan lembaga yang datang membantu kita dengan pengalaman dan pengetahuan mereka. Yang kita butuhkan adalah keterbukaan dan kerendahan hati untuk bekerja bersama demi kemajuan Manggarai,” pungkasnya.
Musrenbang RKPD Kabupaten Manggarai Tahun 2027 tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Manggarai dan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari pemerintah provinsi, perangkat daerah, serta berbagai lembaga mitra pembangunan, sebelum kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan hasil Musrenbang.(*)


