close menu

Masuk


Tutup x

Jaga Identitas di Era Digital, LPKN Hadirkan Buku Muatan Lokal untuk Manggarai hingga Manggarai Timur

Peluncuran buku ini menjadi kelanjutan dari penerbitan Ensiklopedia Manggarai yang berjumlah 10 jilid, Foto(Dok.Pribadi)

Penulis: | Editor: Tim

FAJARNTT.COM– Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara resmi meluncurkan buku Pendidikan Muatan Lokal yang diperuntukkan bagi tiga kabupaten di Manggarai Raya, yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Buku ini disusun untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA sebagai langkah strategis memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan formal.Peluncuran buku ini menjadi kelanjutan dari penerbitan Ensiklopedia Manggarai yang berjumlah 10 jilid.

Inisiatif ini dinilai sebagai titik krusial dalam upaya mentransformasikan kekayaan pengetahuan budaya dari sekadar dokumentasi menjadi praktik nyata dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Selama ini, diskursus mengenai kearifan lokal Manggarai terus hidup, baik di ruang seminar, forum diskusi, hingga percakapan santai di warung kopi. Bahkan, berbagai karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi telah banyak mengangkat tema budaya Manggarai. Namun demikian, muncul pertanyaan mendasar: apakah upaya pelestarian budaya cukup berhenti pada wacana dan literasi tanpa implementasi konkret?

Jika tidak diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari, berbagai gagasan tersebut dikhawatirkan akan “menguap” dan menciptakan kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda. Apalagi, di tengah derasnya arus globalisasi digital, identitas budaya lokal semakin tergerus.

Karena itu, pendidikan formal dipandang sebagai jalur paling efektif untuk menanamkan kembali nilai-nilai budaya. Buku muatan lokal ini memuat materi yang bersumber dari karya-karya dokumentasi budaya, termasuk dari J.A.J. Verheijen, yang selama ini dikenal luas dalam mendokumentasikan kehidupan masyarakat Manggarai.

Materi dalam buku dibagi ke dalam tiga tema besar, yakni manusia, alam, dan budaya. Tantangan utama dalam penyusunan buku ini adalah menyesuaikan materi dengan tingkat perkembangan kognitif siswa di setiap jenjang pendidikan.

Dokumentasi Verheijen sendiri mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Manggarai masa lampau, mulai dari kebiasaan, kepercayaan, cerita rakyat seperti torok dan tudak, hingga ritual kelahiran, perkawinan, dan kematian. Selain itu, terdapat pula catatan rinci tentang flora dan fauna, termasuk nama-nama ilmiah yang menunjukkan kekayaan biodiversitas Manggarai.

Namun, sebagian dari kekayaan tersebut kini mulai punah, seiring perubahan zaman dan tekanan globalisasi. Kondisi ini memperkuat urgensi pelestarian budaya melalui pendidikan yang terstruktur.

Buku ini disusun dalam dua versi, yakni satu versi untuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, serta versi lain untuk Manggarai Timur, mengingat adanya perbedaan bahasa dan budaya di wilayah tersebut.

Sementara itu, penulis utama buku ini, Save M Dagun, dikenal sebagai penulis dan peneliti kebudayaan yang produktif di LPKN. Ia telah menghasilkan berbagai karya ensiklopedia dan kamus yang mengangkat kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan peluncuran buku ini, LPKN berharap nilai-nilai budaya Manggarai tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat dan membentuk karakter generasi muda yang berakar kuat pada identitas lokal.(**)

Konten

Sebelumnya aktif sebagai kontributor di beberapa media siber. Kini aktif sebagai jurnalis di media siber Fajar NTT.

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten
Kedai Momica