
Penulis: Nal Jehaut | Editor: Tim
FAJARNTT.COM – Dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah, wartawan FAJAR NTT, Nall Jehaut, menyampaikan ucapan pribadi yang penuh makna sebagai bentuk ungkapan syukur, harapan, dan refleksi iman yang mendalam.
Ucapan tersebut ditujukan kepada seluruh umat Kristiani, khususnya keluarga, sahabat, dan masyarakat luas. Dalam pesannya, Paskah dimaknai sebagai peristiwa kebangkitan yang membawa terang baru dalam kehidupan, sekaligus menjadi simbol kemenangan atas penderitaan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
“Saya secara pribadi mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah bagi kita semua. Semoga kebangkitan Kristus membawa damai, sukacita, dan harapan baru dalam setiap langkah hidup kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum penting untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menumbuhkan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai Paskah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling membantu, menghargai perbedaan, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh umat untuk menjadikan Paskah sebagai titik awal dalam mempererat tali persaudaraan. Kepedulian terhadap sesama, menurutnya, merupakan hal penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan penuh toleransi.
“Semangat gotong royong dan kebersamaan yang lahir dari nilai Paskah hendaknya terus kita jaga, agar mampu memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” tambahnya.
Dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial, ia meyakini bahwa semangat Paskah mampu memberikan kekuatan batin. Kebangkitan Kristus menjadi inspirasi agar setiap pribadi tidak mudah menyerah, melainkan terus berjuang dan memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Paskah, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya melalui doa, refleksi diri, serta mempererat hubungan dalam keluarga.
Dalam ucapan pribadinya, ia turut menyoroti pentingnya menjaga kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah berbagai perbedaan pandangan yang ada, semangat Paskah diharapkan dapat menjadi jembatan untuk membangun dialog yang penuh kasih, saling pengertian, serta memperkuat nilai toleransi.
“Dengan semangat Paskah, mari kita terus hidup dalam kebaikan, saling menguatkan, dan menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan dan solidaritas merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Setiap individu diharapkan mampu menjadi pembawa damai di lingkungan masing-masing.
Ucapan tersebut juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada harapan baru yang dapat tumbuh dan memberi kekuatan untuk bangkit. Sejalan dengan makna kebangkitan, kehidupan selalu memberikan kesempatan untuk memulai kembali dengan semangat dan keyakinan yang lebih kuat.
Di akhir pesannya, ia berharap agar semangat Hari Raya Paskah senantiasa hidup dalam hati setiap orang, membawa damai, sukacita, serta harapan bagi kehidupan yang lebih baik ke depan.
“Paskah bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum pembaruan diri untuk hidup lebih bermakna, penuh kasih, dan mampu membawa terang bagi sesama,” tutupnya. (***)











