
Penulis: Nal Jehaut | Editor: Tim
SIKKA,FAJARNTT.COM- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan pra launching perdana program One School, One Product (OSOP) di SMA Negeri 1 Maumere, Jumat (17/4/2026), dalam rangka kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sikka.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan pembentukan karakter, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa. Menurutnya, ketiga aspek tersebut harus berjalan secara seimbang dalam sistem pendidikan.
“Pendidikan kita arahkan untuk akademik, karakter, dan kewirausahaan. Ketiganya harus berjalan beriringan dengan proporsi masing-masing. Kewirausahaan perlu diperkenalkan agar siswa tidak kehilangan konteks kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya muatan lokal dalam proses pembelajaran. Dengan mengenal potensi daerah, siswa diharapkan mampu melihat peluang dan mengembangkannya menjadi usaha produktif yang berdampak langsung bagi perekonomian lokal.
Selain itu, Gubernur Melki mendorong kembali penguatan kegiatan Pramuka di sekolah sebagai salah satu sarana efektif dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kita aktifkan kembali Pramuka sebagai media pembelajaran karakter. Ini penting untuk menjaga nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab siswa,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa program OSOP merupakan bagian dari strategi besar penguatan ekonomi kerakyatan melalui konsep NTT Mart. Program ini menjadi salah satu dari “tiga pilar” utama dalam mendorong perputaran ekonomi di daerah, sekaligus menekan defisit perdagangan yang tahun lalu mencapai Rp51 triliun.
“Dengan memproduksi sendiri dan berwirausaha, kita bisa menjaga agar ekonomi tetap berputar di NTT. Sekolah punya peluang melahirkan generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan NTT, Ambrosius Kodo, menyampaikan bahwa saat ini implementasi NTT Mart berbasis OSOP telah dilakukan di beberapa daerah, yakni Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kota Kupang.
Menurutnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa agar lebih kreatif, inovatif, dan memiliki keterampilan praktis dalam dunia usaha.
Di sisi lain, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pengembangan pendidikan di wilayahnya. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Pendidikan adalah kunci untuk keluar dari berbagai persoalan sosial. Kami juga akan mengembangkan pilot project peningkatan kapasitas tenaga pendidik, terutama dalam literasi dan numerasi,” ungkapnya.
Kepala SMK Negeri 1 Maumere, Wilhelmus Yance Boy, menambahkan bahwa pembangunan gedung NTT Mart saat ini masih berlangsung. Namun, sejumlah produk karya siswa telah dipamerkan, seperti alat pengupas kelapa, pemecah batok, mesin parut, hingga mesin penggiling.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut meninjau langsung hasil karya siswa, berdialog, serta mencoba beberapa produk yang dipamerkan.
Kunjungan kerja ini turut didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTT, di antaranya Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kepala Biro Umum Setda, serta perwakilan Badan Kepegawaian Daerah.
Peluncuran awal OSOP di Sikka ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, dan mampu berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(**)


