
Penulis: Nal Jehaut | Editor: Tim
BORONG,FAJARNTT.COM- Seorang bocah laki-laki diduga tenggelam di Danau Rana Mese, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 14.20 WITA. Korban diketahui bernama Gresianus Ngitung (11), siswa kelas V SDI Maras, warga Desa Golo Loni.
Informasi awal kejadian diperoleh dari petugas KSDA di kawasan Danau Rana Mese melalui sambungan telepon. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat bersama warga setempat segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Sekitar pukul 14.35 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung bergabung dengan masyarakat yang telah lebih dahulu melakukan upaya pencarian.
Upaya pencarian melibatkan ratusan warga Desa Golo Loni yang menyisir area danau dengan cara berenang. Namun, hingga saat ini korban belum ditemukan. Kondisi dasar danau yang dipenuhi rumput liar serta lumpur tebal diduga menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Aparat TNI dan Polri turut berada di lokasi guna membantu proses pencarian serta menjaga situasi tetap kondusif. Di sisi lain, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat juga melaksanakan ritual adat sebagai bentuk ikhtiar agar pencarian dapat berjalan lancar.
Kepala Desa Golo Loni, Yohanes B. Okalun, mengatakan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat dan aparat telah berupaya maksimal sejak awal kejadian.
“Kami langsung bergerak setelah menerima informasi. Seluruh unsur, baik masyarakat maupun aparat TNI-Polri, terlibat aktif dalam pencarian. Namun, kondisi danau yang berlumpur dan dipenuhi rumput menjadi kendala di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait untuk memperkuat upaya pencarian.
“Koordinasi terus kami lakukan. Kami berharap dengan kedatangan tim Basarnas, proses pencarian dapat berjalan lebih optimal sehingga korban diduga tenggelam dapat segera ditemukan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian. Tim Basarnas dilaporkan sedang dalam perjalanan dari Labuan Bajo dan dijadwalkan melanjutkan operasi pencarian pada Selasa, 5 Mei 2026.
Menutup pernyataannya, Yohanes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung proses pencarian dengan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, dan mempercayakan proses ini kepada petugas. Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar korban diduga tenggelam ini segera ditemukan,” tutup Yohanes.(**)


