
Penulis: Nal Jehaut | Editor: Tim
BORONG,FAJARNTT.COM- Di tengah keterbatasan sarana, SMP Negeri 19 Borong di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, terus meneguhkan komitmennya sebagai ruang tumbuh generasi muda. Meski baru berdiri sejak Juli 2023, kondisi fisik bangunan sekolah ini kini menjadi perhatian, seiring kebutuhan akan fasilitas belajar yang lebih layak dan berkelanjutan.
Tiga ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar masih berbahan pelupuh dan kayu. Seiring waktu, sejumlah bagian bangunan mulai mengalami pelapukan akibat faktor usia dan serangan rayap. Situasi ini mendorong harapan akan hadirnya pembangunan gedung permanen demi menunjang proses pendidikan yang lebih aman dan nyaman.
Saat ini, SMPN 19 Borong menampung 54 siswa yang dibimbing oleh 14 tenaga pengajar. Dari jumlah tersebut, tiga guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dua lainnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara sisanya merupakan tenaga honorer yang tetap setia mengabdi di tengah keterbatasan.
Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi sekolah ini. Sebanyak 19 siswa akan mengikuti ujian akhir sebagai angkatan pertama yang akan menorehkan sejarah kelulusan di SMPN 19 Borong.
Kepala SMPN 19 Borong, Yohanes Jelulu, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang selama ini telah diberikan oleh pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur. Ia juga menaruh harapan besar agar pembangunan fasilitas sekolah dapat menjadi bagian dari program prioritas ke depan.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Dinas Pendidikan serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Dengan komitmen yang ada, kami optimistis pembangunan gedung permanen dapat terwujud secara bertahap, sehingga proses belajar mengajar semakin optimal,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, hadirnya akses listrik pada tahun 2026 menjadi salah satu kemajuan yang patut disyukuri. Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di tengah segala keterbatasan, semangat belajar para siswa dan dedikasi para guru tetap menjadi kekuatan utama. Lingkungan sekolah yang sederhana tidak menyurutkan tekad untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Pihak sekolah pun berharap, pada tahun ajaran baru mendatang, jumlah peserta didik dapat terus meningkat. Optimisme itu sejalan dengan keyakinan bahwa perhatian dan dukungan pemerintah daerah, termasuk kepemimpinan Bupati Manggarai Timur, akan terus menguat dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok.
SMPN 19 Borong hari ini mungkin berdiri dengan segala kesederhanaan, namun di dalamnya tumbuh harapan besar akan masa depan yang lebih cerah-sebuah potret nyata bahwa pendidikan tetap berjalan, bahkan di tengah keterbatasan.(**)


