FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat dan kompetitif. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah menyiapkan regulasi yang mampu mendorong pertumbuhan investasi dan pengembangan industri daerah melalui pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) prioritas. Upaya ini dinilai menjadi bagian penting dalam membawa Manggarai naik kelas sebagai daerah yang semakin ramah investasi dan memiliki daya saing ekonomi yang lebih baik.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Sidang Paripurna Ke-5 DPRD Kabupaten Manggarai yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Manggarai, Rabu (6/5/2026). Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Agnes Menot, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Peos, serta dihadiri anggota DPRD, Penjabat Sekretaris Daerah, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan Jawaban Tertulis Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap dua Ranperda yang sedang dibahas, yakni Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal.
Dokumen jawaban tersebut dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati Manggarai karena sedang melaksanakan tugas di luar daerah.
Sidang paripurna ini menjadi bagian penting dari proses legislasi daerah pada Masa Sidang II DPRD Kabupaten Manggarai Tahun Dinas 2026. Melalui tahapan ini, pemerintah daerah dan DPRD berupaya menyamakan persepsi terkait arah kebijakan, tujuan, serta substansi pengaturan yang akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan daerah ke depan.
Dalam penyampaiannya, Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa jawaban tertulis yang disampaikan merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman yang sama terhadap latar belakang, tujuan, dan materi pengaturan dalam kedua Ranperda tersebut.
“Jawaban tertulis ini penting untuk mencapai pemahaman yang sama terhadap latar belakang, maksud dan tujuan serta materi pengaturan dalam Rancangan Peraturan Daerah,” tegas Lambertus Paput saat membacakan jawaban Bupati Manggarai.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas berbagai saran, masukan, serta dukungan konstruktif yang diberikan selama proses pembahasan berlangsung. Menurut pemerintah, berbagai pandangan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD memiliki semangat yang sama, yakni mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan investasi, sekaligus menjaga kepentingan masyarakat.
Melalui Ranperda RPIK, pemerintah berupaya menyiapkan arah pembangunan industri daerah yang terencana dan berkelanjutan. Sementara Ranperda Penyelenggaraan Penanaman Modal diharapkan mampu memberikan kepastian hukum, memperbaiki iklim investasi, serta menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Manggarai.
Selain menyoroti sektor investasi dan industri, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sejumlah catatan strategis yang disampaikan DPRD. Di antaranya terkait pembangunan infrastruktur, pengelolaan aset daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan digitalisasi pemerintahan yang dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pembangunan modern.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menilai bahwa investasi tidak dapat tumbuh secara optimal tanpa dukungan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan yang cepat, serta infrastruktur yang memadai. Karena itu, berbagai masukan dari DPRD akan menjadi bahan penyempurnaan dalam pembahasan lanjutan kedua Ranperda tersebut.
Pada akhirnya, pembahasan dua Ranperda strategis ini tidak hanya berbicara soal penyusunan regulasi, tetapi juga tentang bagaimana Manggarai mempersiapkan diri menjadi daerah yang lebih maju, kompetitif, dan menarik bagi investor. Dengan hadirnya payung hukum yang kuat untuk pengembangan industri dan penanaman modal, Manggarai diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Manggarai tengah bersiap naik kelas dan menata masa depan ekonominya dengan lebih terarah dan berkelanjutan.
















