FAJARNTT.COM – Kabupaten Manggarai mulai menapaki era baru dalam sektor pertanian dengan mengedepankan penggunaan teknologi modern untuk mendukung proses panen. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Pelatihan Operator Combine Harvester yang dirangkaikan dengan panen raya simbolis di Kampung Nio, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, S.Sos., tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan pada metode panen konvensional yang selama ini memerlukan biaya dan tenaga yang lebih besar.
Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Manggarai terus diperkuat seiring besarnya peran sektor ini dalam menopang perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah menilai pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendongkrak produktivitas petani.
Dalam sambutannya, Pj. Sekda Lambertus Paput menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Menurutnya, sekitar 80 persen roda perekonomian Kabupaten Manggarai bergantung pada sektor pertanian sehingga modernisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Penggunaan peralatan modern seperti combine harvester ini bukan bertujuan untuk mengurangi tenaga kerja yang ada, melainkan untuk menghemat biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh para petani,” ujar Lambertus Paput.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan combine harvester dapat mempercepat proses panen sekaligus menekan biaya operasional yang selama ini menjadi beban petani. Dengan biaya produksi yang lebih efisien, petani diharapkan memperoleh keuntungan yang lebih besar dari hasil usaha taninya.
Selain menyoroti manfaat teknologi modern, Lambertus juga mengingatkan pentingnya kemampuan operator dalam merawat alat yang digunakan. Menurutnya, keberhasilan program mekanisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan alat, tetapi juga bagaimana alat tersebut dapat dipelihara agar tetap berfungsi dalam jangka panjang.
“Saya minta teman-teman operator benar-benar menggali ilmu dari tim pelatih, termasuk cara merawat alat ini. Jangan sampai kita bisa menggunakan tapi tidak bisa memelihara,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan modernisasi pertanian. Para operator memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan alat dapat dimanfaatkan secara maksimal demi membantu petani mempercepat proses panen.
“Harapan petani sangat besar di tangan para operator untuk memperlancar proses panen mereka, sehingga alat ini harus bisa dimanfaatkan bukan hanya hari ini, tapi juga di masa-masa mendatang,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perhubungan, Sekretaris Dinas Kominfo, Camat Reok, unsur Forkopimca yang diwakili Wakapolsek, para lurah, serta kelompok tani setempat yang menjadi penerima manfaat program mekanisasi pertanian.
Melalui pelatihan operator dan panen raya simbolis ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menunjukkan komitmennya untuk membawa sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. Kehadiran combine harvester bukan sekadar bantuan alat pertanian, melainkan simbol perubahan menuju era baru panen di Manggarai, di mana teknologi menjadi mitra petani dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
















