FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna ke-5 DPRD Kabupaten Manggarai melalui jawaban tertulis Bupati Manggarai yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Lambertus Paput. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK), Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan arah pembangunan industri yang berorientasi pada penguatan potensi lokal. Berbagai komoditas unggulan daerah seperti kopi, kakao, cengkeh, hasil pertanian, dan peternakan akan didorong untuk masuk ke sektor industri pengolahan sehingga menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.
Menurut Lambertus Paput, strategi hilirisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Selama ini, sebagian besar komoditas lokal masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang dinikmati masyarakat relatif terbatas.
“Pembangunan industri ke depan diarahkan pada hilirisasi produk lokal agar memberikan nilai tambah serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,” tegas Lambertus.
Selain mendorong hilirisasi, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan UMKM dan IKM yang dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Berbagai bentuk dukungan telah disiapkan, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, kemudahan akses pembiayaan, hingga perluasan kemitraan usaha.
Langkah tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha lokal meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta memperluas akses pasar. Dengan demikian, UMKM dan IKM tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih kuat dan kompetitif.
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga memastikan bahwa pengembangan industri tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Seluruh aktivitas industri harus mengacu pada tata ruang wilayah yang telah ditetapkan serta tidak mengorbankan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Selain itu, aspek perlindungan lingkungan hidup menjadi perhatian penting dalam setiap proses pembangunan industri. Pemerintah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menjelaskan Ranperda tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal yang bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Reformasi pelayanan perizinan menjadi salah satu fokus utama melalui penerapan sistem digital berbasis Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi.
Sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, serta memberikan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modal di Kabupaten Manggarai.
“Penyederhanaan perizinan dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi investor tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kepentingan masyarakat,” jelas Lambertus.
Meski membuka peluang investasi yang lebih luas, Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk harus mengedepankan prinsip keadilan dan keberlanjutan. Investor didorong untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, menjalin kemitraan dengan UMKM, memanfaatkan sumber daya daerah secara bertanggung jawab, menjaga lingkungan, serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya masyarakat setempat.
Pemerintah daerah juga membuka peluang pemberian insentif bagi investor yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menempatkan UMKM dan IKM sebagai prioritas pembangunan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing. Dukungan melalui pelatihan, akses permodalan, sarana produksi, serta kemitraan usaha diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang kesejahteraan bagi masyarakat Manggarai di masa depan.















