FAJARNTT.COM – Destinasi wisata budaya Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk sementara waktu terisolasi setelah jalur menuju kampung adat tersebut tertutup material longsor dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah dan pengelola wisata menghentikan sementara seluruh aktivitas kunjungan demi menjaga keselamatan wisatawan.
Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah pegunungan Manggarai menyebabkan longsor di sejumlah titik jalur trekking menuju Kampung Adat Wae Rebo. Material tanah, bebatuan, serta ranting dan batang pohon yang terbawa longsor menutup akses perjalanan sehingga jalur tidak lagi aman untuk dilalui.
Informasi penutupan sementara ini telah disampaikan oleh pihak manajemen Wae Rebo kepada pemerintah daerah dan para pelaku wisata. Langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi guna mencegah risiko yang dapat membahayakan wisatawan maupun masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, mengatakan keputusan penghentian sementara kunjungan wisata dilakukan setelah kondisi jalur dinilai berbahaya dan tidak memungkinkan digunakan.
“Kami mengimbau para wisatawan untuk sementara beristirahat dulu dari rencana perjalanan ke Wae Rebo karena jalur tracking sedang longsor dan belum bisa dilewati,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa hari terakhir membuat jalur pendakian menjadi sangat licin dan rawan kecelakaan. Selain longsor, beberapa titik jalur juga mengalami kerusakan akibat derasnya aliran air hujan.
Saat ini pemerintah daerah bersama pengelola wisata dan masyarakat adat terus memantau perkembangan cuaca di kawasan sekitar Wae Rebo. Pembersihan jalur akan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik dan dinilai aman bagi petugas untuk bekerja.
Selain membersihkan material longsor, petugas juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sejumlah titik rawan guna memastikan tidak ada ancaman longsor susulan yang dapat membahayakan pengunjung.
Pemerintah meminta wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Wae Rebo untuk menunda kunjungan hingga ada pengumuman resmi terkait pembukaan kembali jalur wisata tersebut. Keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Wae Rebo sendiri merupakan salah satu destinasi wisata budaya paling terkenal di Indonesia yang dikenal dengan keunikan rumah adat Mbaru Niang dan panorama alam pegunungan yang memukau. Namun akses menuju kampung adat ini memang cukup menantang karena harus ditempuh dengan trekking melewati kawasan hutan dan pegunungan yang rentan terdampak cuaca ekstrem saat musim hujan.
Penutupan sementara jalur menuju Wae Rebo menjadi langkah penting untuk mengutamakan keselamatan wisatawan di tengah ancaman longsor dan cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Meski saat ini akses menuju kampung adat tersebut terisolasi akibat material longsor dan pohon tumbang, pemerintah memastikan kondisi ini hanya bersifat sementara. Setelah cuaca membaik dan jalur dinyatakan aman, aktivitas wisata menuju Wae Rebo akan kembali dibuka sehingga wisatawan dapat kembali menikmati salah satu destinasi budaya terbaik Indonesia dengan aman dan nyaman.*
















