FAJARNTT.COM – Belasan warga di Kampung Kobo, Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat setelah hingga kini belum menikmati akses listrik. Di tengah berbagai program pembangunan yang terus digencarkan, warga mengaku masih hidup dalam keterbatasan akibat belum tersentuh jaringan penerangan listrik yang memadai.
Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan utama masyarakat setempat. Ketiadaan listrik membuat berbagai aktivitas warga, terutama pada malam hari, menjadi sangat terbatas. Anak-anak mengalami kesulitan belajar, sementara aktivitas ekonomi masyarakat juga tidak dapat berkembang secara maksimal.
“Kami hidup dalam gelap sudah lama. Kalau malam hari, aktivitas sangat terbatas. Anak-anak juga kesulitan belajar karena tidak ada penerangan,” ungkap salah seorang warga Kampung Kobo, Jumat (15/5/2026).
Menurut warga, kebutuhan akan listrik saat ini sudah sangat mendesak dan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun instansi terkait. Mereka berharap dapat menikmati fasilitas dasar yang sama seperti masyarakat di wilayah lainnya.
“Kami hanya minta listrik, supaya bisa hidup lebih layak seperti masyarakat di tempat lain. Jangan sampai kami terus tertinggal,” lanjut warga tersebut.
Selain berdampak pada kehidupan rumah tangga, ketiadaan listrik juga dinilai menghambat perkembangan wilayah. Padahal, Kampung Kobo berada di jalur strategis menuju Liang Bua, salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Manggarai yang sering dikunjungi wisatawan.
Ironisnya, meskipun berada di kawasan yang menjadi akses menuju objek wisata terkenal, warga setempat justru belum menikmati fasilitas dasar yang seharusnya tersedia.
“Ini jalur wisata, banyak orang lewat. Tapi kami yang tinggal di sini justru belum menikmati listrik. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir melihat kondisi kami,” kata warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menghadirkan jaringan listrik di wilayah tersebut. Kehadiran listrik dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat.
Selain persoalan listrik, warga juga mengeluhkan keterbatasan akses air bersih dan kondisi perumahan yang masih jauh dari kata layak. Namun, kebutuhan akan penerangan listrik disebut sebagai prioritas utama yang harus segera ditangani.
Hingga berita ini diturunkan, pendataan terhadap seluruh warga yang belum mendapatkan akses listrik masih terus dilakukan. Sebagian warga belum sempat ditemui karena sedang bekerja di luar rumah.
Warga Kampung Kobo berharap aspirasi mereka dapat segera didengar dan ditindaklanjuti sehingga pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pelosok desa.
Keluhan warga Kampung Kobo yang hingga kini masih hidup tanpa aliran listrik menjadi gambaran bahwa pemerataan pembangunan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Di tengah posisinya yang berada di jalur strategis menuju destinasi wisata Liang Bua, warga berharap pemerintah segera menghadirkan akses listrik sebagai kebutuhan dasar yang mendesak. Bagi mereka, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi simbol kehadiran negara dan pintu menuju kehidupan yang lebih layak, produktif, dan sejahtera.*
















