BORONG,FAJARNTT.COM- Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Salesius Medi, melaksanakan kunjungan reses di SLB Negeri Borong yang berlokasi di Kelurahan Satar Peot, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur,pada Sabtu,23 Mei 2026.
Kegiatan ini guna menyerap aspirasi terkait kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus yang tinggal di asrama sekolah.Kunjungan tersebut dilakukan setelah pihak sekolah menyampaikan surat kepada DPRD Manggarai Timur mengenai kesulitan biaya makan dan minum bagi siswa asrama yang hingga kini belum memiliki pendanaan tetap.
Dalam kegiatan itu, Salesius Medi menyerahkan bantuan berupa beras, telur, mi instan, serta bantuan uang tunai untuk membantu kebutuhan harian anak-anak asrama.
“Beberapa hari lalu kepala sekolah menyampaikan surat kepada kami terkait kebutuhan makan dan minum anak-anak di asrama. Selama ini mereka bahkan harus kasbon demi memenuhi kebutuhan hidup anak-anak di sini,” ujar Salesius Medi kepada FAJARNTT, Selasa,23 Mei 2026.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi SLB Negeri Borong tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan anggaran, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Ia menegaskan, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap sekolah luar biasa, terutama terkait biaya hidup siswa asrama dan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Jangan sampai anggaran untuk anak-anak di SLB justru dihilangkan. Ini sangat berbahaya. Lebih baik program lain dikurangi daripada anak-anak berkebutuhan khusus ditelantarkan,” tegasnya.
Salesius Medi juga meminta pemerintah pusat melalui Presiden RI dan kementerian terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, agar memastikan keberlangsungan pendidikan di sekolah luar biasa tetap menjadi prioritas.
Menurutnya, SLB Negeri Borong telah menunjukkan capaian yang membanggakan dengan melahirkan sejumlah siswa berprestasi hingga tingkat nasional melalui berbagai bidang pengembangan bakat dan kemampuan.
“SLB Negeri ini sudah banyak melahirkan prestasi sampai tingkat nasional. Karena itu pemerintah harus serius memperhatikan biaya hidup, biaya pendidikan, dan kesejahteraan guru-gurunya,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Borong,Kakril Malevi Manuhas, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Ketua DPRD Manggarai Timur terhadap kondisi sekolah dan para siswa berkebutuhan khusus.
“Kami sangat bersyukur karena Pak Ketua DPRD datang langsung melihat kondisi sekolah dan memberikan bantuan kepada kami. Ini menjadi dukungan besar bagi sekolah dan anak-anak asrama,” ujarnya.
Kakril menjelaskan, kebutuhan makan dan minum anak-anak asrama hingga saat ini masih menjadi persoalan utama karena belum adanya sumber pendanaan tetap. Di sisi lain, keberadaan SLB berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, sementara sebagian besar siswa berasal dari Kabupaten Manggarai Timur.
“SLB ini memang menjadi dilema. Sekolah berada di Manggarai Timur, tetapi kewenangannya ada di pemerintah provinsi. Namun kami melihat ada upaya dari Pak Ketua DPRD untuk mencari solusi terbaik tanpa bertentangan dengan aturan kewenangan,” jelasnya.
Saat ini, SLB Negeri Borong memiliki 58 siswa, dengan sekitar dua puluhan siswa tinggal di asrama sekolah. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, pihak sekolah tetap berupaya memastikan para siswa berkebutuhan khusus dapat terus memperoleh pendidikan dan pendampingan yang layak.
“Kami optimistis setiap perhatian dan kunjungan dari berbagai pihak bisa membantu menyuarakan kebutuhan sekolah kami. Mudah-mudahan ada solusi terbaik agar anak-anak ini tetap bisa bersekolah,” tutup Kakril.
Kunjungan reses tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan inklusif serta pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Manggarai Timur.(**)








