RUTENG, FAJARNTT.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai menyiapkan program Desa Model Dampingan sebagai salah satu strategi percepatan pembangunan berbasis keluarga. Program tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya keluarga-keluarga yang mandiri, sehat, produktif, dan sejahtera di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Konsultasi (Rakon) TP PKK Kabupaten Manggarai Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Keluarga Berdaya, Masyarakat Sejahtera dan Indonesia Maju” tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kerja TP PKK dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK yang selama ini telah berkontribusi aktif mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, TP PKK telah menjadi mitra strategis pemerintah yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Pemkab Manggarai memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada TP PKK Kabupaten hingga Kecamatan yang dengan caranya turut membantu membangun Manggarai,” ujar Fabianus Abu.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat. Dalam hal ini, TP PKK memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang kesehatan, pendidikan keluarga, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi rumah tangga.
Keberadaan kader PKK yang tersebar hingga tingkat desa dinilai menjadi kekuatan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memastikan berbagai program pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Menjawab Tantangan Pembangunan Daerah
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Heribertus Alan, menjelaskan bahwa Rapat Konsultasi TP PKK merupakan momentum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyelaraskan arah kebijakan dan program kerja PKK di semua tingkatan.
Menurutnya, tantangan pembangunan Kabupaten Manggarai pada tahun 2026 menuntut peran yang lebih aktif dan sinergis dari TP PKK dalam mendampingi masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Ia menyebut sejumlah isu strategis yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari pola asuh anak dan remaja, ketahanan pangan keluarga, kemiskinan ekstrem, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat di desa.
“Berbagai isu strategis seperti pola asuh anak dan remaja melalui pendampingan pelaksanaan Kelompok BKR dan BKB, penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pangan lokal melalui program Kelompok Wanita Tani, penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui pembelajaran literasi keuangan dan pembentukan kelompok-kelompok UBSP, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk UMKM desa, menjadi agenda besar yang memerlukan intervensi,” jelas Alan.
Ia mengatakan, seluruh agenda tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, TP PKK diharapkan mampu menjadi penggerak utama perubahan di tingkat keluarga sebagai pondasi pembangunan daerah.
Desa Sehat Berbasis 10 Program Pokok PKK
Dalam kesempatan tersebut, Alan juga menegaskan komitmen TP PKK dalam mendukung terwujudnya Desa Sehat melalui implementasi 10 Program Pokok PKK yang selama ini menjadi landasan gerakan pemberdayaan keluarga.
Salah satu fokus yang terus didorong adalah program Perencanaan Sehat, yakni upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merencanakan kehidupan keluarga yang lebih berkualitas dari aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun lingkungan.
Menurutnya, konsep Desa Sehat tidak hanya berkaitan dengan tersedianya layanan kesehatan yang baik, tetapi juga mencakup kemampuan keluarga dalam membangun kehidupan yang produktif dan berkelanjutan.
“Program Desa Sehat PKK berakar dari kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai aspek pembangunan, termasuk kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan, sejalan dengan tujuan pembangunan jangka panjang yang menekankan tercapainya masyarakat sehat, maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Program tersebut diyakini mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak tingkat rumah tangga.
Desa Model Jadi Lokomotif Perubahan
Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus dalam Rakon TP PKK tahun ini adalah pembentukan Desa Model Dampingan TP PKK Kecamatan.
Program ini dirancang sebagai strategi akselerasi pembangunan masyarakat berbasis keluarga dengan menghadirkan desa-desa percontohan yang mampu menunjukkan praktik terbaik dalam berbagai bidang pembangunan.
Alan menjelaskan, desa model akan menjadi pusat pembelajaran sekaligus contoh nyata bagaimana program-program pemberdayaan dapat dijalankan secara efektif dan berkelanjutan.
Desa-desa tersebut akan difokuskan pada penguatan ketahanan pangan keluarga, peningkatan kesehatan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi produktif, pengelolaan lingkungan, pendidikan keluarga, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung ekonomi desa.
“Desa-desa yang dibentuk bukan sekadar untuk mengejar perlombaan, melainkan untuk menciptakan role model desa yang mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera,” tegas Alan.
Menurutnya, keberhasilan desa model nantinya diharapkan dapat direplikasi oleh desa-desa lain sehingga manfaat program pemberdayaan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Manggarai.
Membangun Manggarai dari Keluarga
Pelaksanaan Rakon TP PKK Kabupaten Manggarai Tahun 2026 menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya dimulai dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Melalui penguatan peran TP PKK dan pengembangan Desa Model Dampingan, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap lahir lebih banyak keluarga yang mandiri secara ekonomi, sehat dalam kehidupan sosial, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dengan dukungan seluruh kader PKK dan sinergi bersama pemerintah daerah, program Desa Model diharapkan menjadi lokomotif perubahan yang mampu mendorong terwujudnya desa-desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, dan pembangunan Manggarai yang semakin inklusif dan berkelanjutan.(*)








