RUTENG, FAJARNTT.COM – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan masyarakat Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Lalong, warga setempat turun langsung membuka jalan tani baru yang diproyeksikan menjadi akses strategis bagi aktivitas pertanian masyarakat.
Program pembangunan jalan tani tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Desa Lalong di bawah kepemimpinan Kepala Desa Lalong, Hironimus Nurdin, sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat menuju kawasan pertanian dan perkebunan. Mengingat sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, kehadiran infrastruktur yang memadai dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalan tani baru yang dibangun tersebut memiliki panjang kurang lebih sekitar 700 meter dengan pagu anggaran kurang lebih Rp,80 juta. Pembangunan dilakukan melalui sistem padat karya dengan melibatkan masyarakat Desa Lalong secara langsung, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pembangunan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi warga.
Kepala Desa Lalong, Hironimus Nurdin, mengatakan pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan dilakukan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
“Kami sengaja melibatkan masyarakat dalam proses pekerjaan ini karena selain mempercepat pembangunan, manfaat ekonominya juga bisa dirasakan langsung oleh warga. Mereka yang bekerja menerima upah harian sebesar Rp,85 ribu di luar makan,” ujar Hironimus Nurdin kepada FAJAR NTT, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan pembangunan jalan tani tersebut merupakan kebutuhan masyarakat yang telah lama diharapkan. Sebelum adanya pembukaan akses jalan baru, masyarakat kerap mengalami kesulitan saat menuju kebun maupun mengangkut hasil pertanian karena keterbatasan akses.
Menurut Hironimus Nurdin, sebagian besar masyarakat Desa Lalong berprofesi sebagai petani sehingga kebutuhan terhadap jalan pertanian menjadi hal penting yang harus diprioritaskan pemerintah desa.
“Jalan ini menjadi kebutuhan masyarakat sejak lama. Ketika akses terbuka, masyarakat tentu akan lebih mudah menuju lahan pertanian, mengangkut hasil panen, dan aktivitas ekonomi warga juga akan lebih terbantu,” katanya.
Sementara itu, salah satu masyarakat Desa Lalong yang terlibat langsung dalam proses pembukaan jalan tani tersebut, berinisial PR, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Lalong di bawah kepemimpinan Kepala Desa Hironimus Nurdin atas pembangunan yang dinilai menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, pembukaan jalan tani baru tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan para petani yang selama ini mengalami keterbatasan akses menuju lahan pertanian dan perkebunan.
PR menuturkan, sebelum adanya pembangunan jalan tersebut, masyarakat kerap menghadapi berbagai kesulitan saat menuju kebun maupun mengangkut hasil panen. Akses yang sempit, medan yang cukup berat, serta kondisi jalan yang sulit dilalui terutama saat musim hujan sering kali menjadi kendala bagi para petani dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak jarang menghambat mobilitas masyarakat, bahkan menguras tenaga karena sebagian warga harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh sambil memikul hasil panen melewati jalur yang kurang memadai.
“Selama ini kami memang sangat kesulitan. Ketika musim hujan datang, jalan menuju kebun sering licin dan sulit dilalui. Untuk membawa hasil panen juga membutuhkan tenaga lebih karena harus dipikul melewati jalur yang sempit. Karena itu, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi Pemerintah Desa Lalong yang sudah memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ujar PR.
Ia mengatakan kehadiran jalan tani baru tersebut menjadi harapan besar masyarakat karena diyakini akan mempermudah akses menuju lahan pertanian sekaligus membantu memperlancar distribusi hasil panen warga ke tempat tujuan.
Tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akses transportasi pertanian, PR juga menilai pelibatan masyarakat dalam pekerjaan melalui sistem padat karya menjadi langkah positif yang patut diapresiasi. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memberi dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat yang ikut bekerja.
PR mengaku merasa senang karena selain dapat berpartisipasi membangun desa, masyarakat juga memperoleh tambahan penghasilan yang dapat membantu kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Kami merasa sangat terbantu karena bukan hanya jalan yang dibangun untuk kepentingan masyarakat, tetapi warga juga diberikan kesempatan ikut bekerja. Selain mempererat kebersamaan, kami juga mendapatkan tambahan penghasilan. Program seperti ini sangat baik karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap pembangunan jalan tani tersebut dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya para petani. Menurut PR, semangat gotong royong dan kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat perlu terus dipertahankan sebagai modal utama dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Pembangunan jalan tani di Desa Lalong tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa dan warga dalam mendorong pembangunan dari tingkat desa. Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Di balik proses pembukaan jalan tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat akan masa depan sektor pertanian yang lebih baik. Warga berharap kehadiran akses jalan tani baru itu dapat memperlancar mobilitas menuju lahan pertanian, mempermudah pengangkutan hasil panen, meningkatkan produktivitas, serta membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Kebersamaan yang terbangun antara Pemerintah Desa Lalong dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan yang melibatkan partisipasi aktif warga akan menghadirkan manfaat yang lebih luas, merata, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(**)








