FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kerukunan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan antarumat beragama melalui penyaluran bantuan hewan kurban kepada masyarakat muslim di Dusun Konggang, Desa Nuca Molas, Kecamatan Satarmese Barat, dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Kehadiran para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, perangkat daerah, hingga warga muslim setempat mencerminkan semangat persaudaraan yang terus terpelihara di Kabupaten Manggarai.
Bantuan hewan kurban dari Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit dan Wakil Bupati Manggarai diserahkan secara simbolis oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai, Petrus Celestinus Masangkat, kepada para imam masjid yang akan mengelola dan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perikanan Hendrik Sukur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Paulus Jeramun, Camat Satarmese Barat Yosef Soni, Kabag Pembangunan Patrisius Purnama Piamat, Kabag Tata Pemerintahan Damianus Arjo, Kabag Umum Fransiskus A. Beka, Kabag Prokopim Metodius S. Jemat, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rikardus Ampur, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Dalam sambutan Bupati Manggarai yang dibacakan Petrus Celestinus Masangkat, ditegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, melainkan mengandung pesan spiritual yang sangat mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Tuhan.
“Teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan kepada kita bahwa pengorbanan yang tulus merupakan jalan menuju keberkahan dan ridho Allah SWT,” ujar Petrus saat membacakan sambutan Bupati Manggarai.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat karena mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan hewan kurban yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Manggarai merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat muslim sekaligus bagian dari upaya memperkuat hubungan harmonis antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat memberikan manfaat, membawa berkah, dan menambah kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dan program-program pembangunan daerah, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Menurut Petrus, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Manggarai yang hidup dalam keberagaman.
Momentum Idul Adha, katanya, menjadi pengingat penting bahwa nilai solidaritas sosial harus terus dipupuk agar kehidupan bermasyarakat semakin harmonis, damai, dan saling mendukung.
“Mari kita jadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk memperkokoh iman, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan kebaikan bagi sesama,” tuturnya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban kepada imam dari tiga masjid yang berada di wilayah Dusun Konggang, yakni Masjid Al-Amanah, Masjid Al-Amin, dan Masjid Khairul Huda. Penyerahan tersebut disambut penuh syukur oleh para pengurus masjid dan warga yang hadir.
Bantuan hewan kurban ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam perayaan Idul Adha, tetapi juga menjadi simbol kuatnya toleransi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang terus dijaga oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama seluruh masyarakatnya. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara pemerintah dan warga semakin erat, sekaligus memperkuat nilai persatuan dalam keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan sosial di Manggarai.















