RUTENG, FAJARNTT.COM – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, memberikan pesan tegas kepada 631 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai agar tidak terjebak dalam euforia status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun gaya hidup yang tidak sejalan dengan kemampuan ekonomi mereka.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) bagi CPNS Formasi Tahun 2024 yang berlangsung di Aula Benedict Hall Cewonikit (BHC), Paroki St. Vitalis Cewonikit, Ruteng. Kegiatan tersebut diikuti oleh 631 peserta yang terdiri atas 156 CPNS Golongan II dan 475 CPNS Golongan III.
Di hadapan ratusan peserta yang akan segera memasuki dunia birokrasi pemerintahan, Hery Nabit menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan tetap, status sosial, atau jaminan pendapatan bulanan. Menurutnya, profesi ASN merupakan amanah negara yang menuntut tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat secara profesional dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Hery bahkan menyebut para CPNS akan segera memasuki “belantara birokrasi”, sebuah ruang pengabdian yang membutuhkan ketekunan, disiplin, loyalitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan pelayanan publik.
“Selamat datang di belantara birokrasi. Saudara-saudara memiliki tanggung jawab khusus dan peran penting dalam melayani masyarakat. Menjadi ASN berarti siap bekerja dengan disiplin, loyalitas, dan semangat melayani,” kata Hery Nabit.
Ia mengingatkan para CPNS agar sejak awal membangun pola pikir yang benar tentang profesi ASN. Menurutnya, tidak sedikit aparatur yang terjebak dalam persepsi bahwa status ASN identik dengan prestise sosial yang harus ditunjukkan melalui penampilan dan gaya hidup tertentu.
Padahal, kata dia, orientasi semacam itu justru dapat menjadi awal munculnya berbagai persoalan, mulai dari tekanan ekonomi, perilaku konsumtif, hingga menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Hery meminta para CPNS untuk menjalani kehidupan secara sederhana dan bijak dalam mengelola keuangan.
“Mungkin gaji kita tidak sebesar orang-orang di luar sana. Karena itu saya selalu mengingatkan, gaji ASN itu untuk membiayai hidup, bukan membiayai gaya hidup. Hiduplah secara bijak dan sederhana,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari peserta. Hery menilai, kemampuan mengendalikan gaya hidup menjadi salah satu faktor penting yang menentukan integritas seorang ASN. Menurutnya, ketika seseorang memaksakan gaya hidup di luar kemampuan, maka berbagai risiko penyimpangan dapat muncul.
Selain soal gaya hidup, Bupati Manggarai juga menyoroti pentingnya menjaga etika dan profesionalisme di era digital. Ia mengingatkan para CPNS untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial karena setiap tindakan dan pernyataan ASN di ruang publik dapat memengaruhi citra pemerintah.
Menurutnya, media sosial harus digunakan secara bijak dan tidak menjadi sarana untuk memperkeruh suasana atau membawa persoalan pribadi ke dalam lingkungan kerja.
“Hati-hati merespons postingan di media sosial. Jangan membawa persoalan pribadi ke tempat kerja. Ketika masuk kantor, fokuslah pada pekerjaan dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hery juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Manggarai yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu indikator yang disampaikan adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang mengalami peningkatan dari 5,1 persen menjadi 5,8 persen.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat yang harus terus dijaga melalui pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Karena itu, kehadiran 631 CPNS baru diharapkan mampu menjadi energi baru bagi birokrasi Manggarai dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hery menegaskan bahwa para CPNS harus memahami visi pembangunan daerah yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Manggarai, yakni mewujudkan Manggarai yang mandiri, maju, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Visi Manggarai yang mandiri, maju, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 harus menjadi visi bersama. ASN harus menjadi motor penggerak perubahan dan pelayanan yang berkualitas,” katanya.
Tak hanya menekankan aspek profesionalisme, Hery juga mengajak para CPNS untuk tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal Manggarai. Ia menilai budaya daerah mengandung banyak nilai luhur yang relevan dalam kehidupan birokrasi, terutama semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan gotong royong.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi fondasi moral bagi ASN dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Kegiatan PKTBT Tahun 2026 ini menjadi pelaksanaan perdana yang dirancang untuk memperkuat kapasitas teknis dan karakter para CPNS sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil secara penuh. Selain menerima materi mengenai tata kelola pemerintahan, para peserta juga dibekali pemahaman tentang RPJMD, tata naskah dinas, kearsipan, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), hingga disiplin ASN.
Melalui pembekalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap lahir generasi ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, karakter kuat, serta semangat pengabdian yang tinggi. Pesan yang disampaikan Bupati Hery Nabit menjadi penegasan bahwa menjadi ASN bukanlah tentang kebanggaan status semata, melainkan tentang kesediaan untuk mengabdi dan bekerja bagi kepentingan masyarakat.
“ASN yang baik bukan diukur dari simbol atau status yang melekat pada dirinya, tetapi dari sejauh mana ia mampu memberikan manfaat dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pesan Hery Nabit kepada para CPNS yang akan menjadi bagian dari wajah birokrasi Manggarai di masa depan.(*)















