RUTENG, FAJARNTT.COM – Sebanyak 631 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi mengikuti kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) yang dibuka langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, SE., MA., di Aula Benedict Hall Cewonikit (BHC) Paroki St. Vitalis Cewonikit, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan yang diikuti 156 peserta Golongan II dan 475 peserta Golongan III tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter, penguatan kompetensi, serta penanaman nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum para CPNS menjalani tugas sebagai pelayan publik.
Di hadapan ratusan peserta, Bupati Herybertus Nabit menyampaikan pesan yang tegas namun penuh makna. Ia menekankan bahwa status sebagai ASN bukan sekadar pekerjaan yang menjanjikan kepastian karier, melainkan sebuah panggilan pengabdian yang menuntut integritas, kedisiplinan, loyalitas, dan komitmen melayani masyarakat.
“Selamat datang di belantara birokrasi. Saudara-saudara memiliki tanggung jawab khusus dan peran penting dalam melayani masyarakat. Menjadi ASN berarti siap bekerja dengan disiplin, loyalitas, dan semangat melayani,” ujar Bupati Hery dalam sambutannya.
Menurutnya, para CPNS yang baru bergabung akan menjadi bagian dari wajah birokrasi pemerintah di masa depan. Karena itu, sejak awal mereka harus memahami bahwa pelayanan publik menuntut profesionalisme, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab moral yang tinggi.
Dalam pembekalan tersebut, Bupati Hery juga mengingatkan para peserta agar tidak terjebak dalam pola hidup konsumtif yang sering kali menjadi persoalan bagi sebagian aparatur negara.
Ia menilai, gaya hidup yang tidak seimbang dengan penghasilan dapat memicu berbagai persoalan, termasuk perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas ASN.
“Mungkin gaji kita tidak sebesar orang-orang di luar sana. Karena itu saya selalu mengingatkan, gaji ASN itu untuk membiayai hidup, bukan membiayai gaya hidup. Hiduplah secara bijak dan sederhana,” tegasnya.
Pesan tersebut disambut antusias peserta karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi ASN di era modern, ketika tekanan sosial dan perkembangan teknologi kerap mendorong seseorang untuk mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi.
Selain soal integritas dan kesederhanaan, Bupati Manggarai juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan media sosial oleh ASN.
Menurutnya, kehadiran media sosial memang memberikan ruang yang luas bagi setiap individu untuk berekspresi. Namun bagi ASN, kebebasan tersebut tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab dan etika.
“Hati-hati merespons postingan di media sosial. Jangan membawa persoalan pribadi ke tempat kerja. Ketika masuk kantor, fokuslah pada pekerjaan dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa ASN merupakan representasi pemerintah yang harus mampu menjaga sikap, perilaku, serta citra institusi di ruang publik maupun dunia digital.
Lebih jauh, Bupati Herybertus Nabit juga memaparkan arah pembangunan Kabupaten Manggarai beserta berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu indikator yang disampaikan adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang mengalami peningkatan dari 5,1 persen pada tahun sebelumnya menjadi 5,8 persen pada tahun ini.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat yang harus terus dipertahankan serta ditingkatkan.
“Visi Manggarai yang mandiri, maju, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 harus menjadi visi bersama. ASN harus menjadi motor penggerak perubahan dan pelayanan yang berkualitas,” ungkapnya.
Bupati Hery menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia aparatur yang menjalankan kebijakan tersebut di lapangan.
Karena itu, lanjut dia, para CPNS diharapkan mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjadi agen perubahan yang membawa energi baru bagi birokrasi Kabupaten Manggarai.
Menghidupi Nilai Budaya Lokal
Dalam arahannya, Bupati Hery juga menekankan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal Manggarai dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Ia mengajak seluruh CPNS untuk menghayati filosofi Paka Bolek Loke, Beca Tara sebagai semangat kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab moral dalam membangun daerah.
Menurutnya, nilai-nilai budaya lokal tersebut harus menjadi fondasi etika dalam menjalankan tugas sebagai ASN agar pelayanan yang diberikan tidak hanya profesional, tetapi juga berakar pada kearifan lokal masyarakat Manggarai.
Pelatihan Perdana dengan Sistem Modern dan Transparan
Kegiatan PKTBT Tahun 2026 menjadi pelaksanaan pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Manggarai sebagai bagian dari implementasi sistem pembelajaran ASN yang lebih adaptif dan kontekstual.
Pelatihan dilaksanakan secara bertahap dengan dua lokus utama. Tingkat provinsi di Kupang difokuskan pada penguatan perilaku ASN dan internalisasi core values BerAKHLAK, sedangkan tingkat kabupaten menitikberatkan pada penguatan kompetensi teknis bidang tugas melalui pendampingan mentor atau atasan langsung.
Pada hari pertama pembekalan, peserta menerima lima materi dasar pemerintahan yang meliputi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Struktur Organisasi dan Tata Naskah Dinas, Dasar-Dasar Kearsipan, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), serta Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Menariknya, setelah seluruh materi selesai disampaikan, para peserta langsung mengikuti post-test berbasis digital menggunakan telepon genggam masing-masing. Sistem soal yang diacak diterapkan untuk menjamin transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam proses evaluasi pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap para CPNS tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang memadai, tetapi juga karakter kuat sebagai pelayan masyarakat yang berintegritas, profesional, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.(*)








