BORONG, FAJARNTT.COM – Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Reweng yang berlokasi di Desa Compang Wunis, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, telah rampung dikerjakan. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.
Berdasarkan pantauan media di lapangan, bangunan Pustu Reweng tampak telah selesai dibangun dengan kondisi fisik yang baik. Gedung tersebut berdiri kokoh dan terlihat siap digunakan untuk menunjang berbagai pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Lingkungan sekitar bangunan juga tampak bersih dan tertata rapi, mencerminkan kesiapan fasilitas tersebut untuk segera difungsikan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media, pembangunan Pustu Reweng di Desa Compang Wunis dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp181.800.000. Meski dengan anggaran yang relatif terbatas, proyek tersebut berhasil diselesaikan dengan baik dan kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir sehingga siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
Keberadaan Pustu Reweng dinilai sangat penting mengingat kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau terus meningkat. Selama ini, sebagian warga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan hadirnya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan dasar secara lebih cepat dan efisien.
Kontraktor pelaksana, Bernadus Nuel, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan Pustu Reweng sesuai dengan target pekerjaan yang telah ditetapkan.
“Kami bersyukur karena pekerjaan pembangunan Pustu Reweng dapat diselesaikan dengan baik. Sejak awal kami berkomitmen untuk mengutamakan kualitas pekerjaan sehingga bangunan yang diserahkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Bernadus Nuel.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan memiliki nilai strategis karena hasilnya akan digunakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.
“Bangunan ini bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi merupakan fasilitas pelayanan publik yang akan membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Karena itu, kami berusaha memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Bernadus juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran proses pembangunan hingga selesai.
Sementara itu, salah seorang warga, FN, menyambut baik rampungnya pembangunan Pustu Reweng. Ia menilai kehadiran fasilitas kesehatan tersebut merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah mendukung pembangunan Pustu ini. Kehadiran fasilitas kesehatan yang lebih dekat tentu akan sangat membantu masyarakat, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin,” kata FN.
Menurut FN, keberadaan Pustu Reweng akan memberikan kemudahan bagi warga dalam memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh.
“Harapan kami, setelah bangunan ini selesai, fasilitas tersebut dapat segera beroperasi dan didukung oleh tenaga kesehatan serta sarana pendukung yang memadai sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Rampungnya pembangunan Pustu Reweng menjadi salah satu bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah pedesaan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan dasar, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan pemerintah.
Dengan selesainya pembangunan ini, masyarakat Desa Compang Wunis kini memiliki harapan baru terhadap peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Pustu Reweng diharapkan dapat segera beroperasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah Reweng dan sekitarnya.(**)








