• REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
FAJARNTT.COM
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
No Result
View All Result
FAJARNTT.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
ADVERTISEMENT

Home ) Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai: Hingga Tahun 2026 Tercatat 18 Kasus

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai: Hingga Tahun 2026 Tercatat 18 Kasus

“Perempuan dan anak di Kabupaten Manggarai saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kasus kekerasan terus meningkat dan sebagian besar korbannya adalah anak. Karena itu, persoalan ini tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak”

Nal Jehaut by Nal Jehaut
24 Juni 2026
in DAERAH, Flores, Ruteng
A A
0
Kekerasan

Kegiatan sosialisasi ini digelar melalui kerja sama Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Manggarai, Pemerintah Kecamatan Langke Rembong, serta didukung oleh Polres Manggarai. (Foto: Dok. Pribadi)

RUTENG, FAJARNTT.COM – Upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus penanganan dini penyebaran paham intoleran, radikalisme, terorisme, dan ekstremisme kembali diperkuat di kabupaten Manggarai.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Camat Langke Rembong, Senin, 23 Juni 2025, dengan melibatkan lintas sektor dari pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum.

Kegiatan ini digelar melalui kerja sama Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Manggarai, Pemerintah Kecamatan Langke Rembong, serta didukung oleh Polres Manggarai. Seluruh lurah di kecamatan Langke Rembong hadir dalam kegiatan tersebut, menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam isu perlindungan perempuan dan anak.

Dalam sambutannya, Camat Langke Rembong menegaskan bahwa peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Ia menilai, kondisi ini tidak bisa dibiarkan dan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

BACAJUGA

Program TJSL PLN UIP Nusra Memberi Manfaat tuk Warga, Kelompok Tani Wela Sita Werek Kembali Panen Hortikultura

Pengurus PKK Tingkat Kecamatan Diharapkan Memahami Manajemen Organisasi dan Tata Kelola Administrasi

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius yang terus kita hadapi. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Camat.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melakukan pencegahan. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi harus terus berjalan hingga tingkat kelurahan dan desa.

“Ilmu dan materi yang diperoleh hari ini saya harapkan dapat disampaikan kembali kepada warga di wilayah masing-masing,” katanya.

Dari sisi perlindungan anak dan perempuan, Kepala Dinas P3A Kabupaten Manggarai, Maria Yasinta Aso, menegaskan bahwa situasi saat ini membutuhkan perhatian serius. Ia menyebut kasus kekerasan terus meningkat, dengan korban terbanyak adalah anak-anak.

“Perempuan dan anak di Kabupaten Manggarai saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kasus kekerasan terus meningkat dan sebagian besar korbannya adalah anak. Karena itu, persoalan ini tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Maria mengungkapkan, hingga tahun 2026 tercatat 18 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Manggarai. Sebagian besar merupakan kekerasan seksual terhadap anak, bahkan banyak pelaku berasal dari lingkungan terdekat korban.

Ia juga menyoroti kerentanan anak yang lahir dari keluarga yang belum siap secara usia maupun ekonomi. Kondisi ini, menurutnya, memperbesar risiko kekerasan dan penelantaran.

Karena itu, ia menekankan pentingnya data keluarga rentan di setiap desa dan kelurahan sebagai dasar kebijakan.

“Kalau desa memiliki data yang akurat, maka program perlindungan akan lebih tepat sasaran. Data menjadi dasar untuk melakukan pencegahan sebelum kekerasan itu terjadi,” tegasnya.

Dari perspektif keamanan, narasumber pengamat sosial dan terorisme, Alfa, mengingatkan bahwa kekerasan sosial juga dapat berkaitan dengan proses paparan paham radikal. Radikalisme tidak muncul secara tiba-tiba.

“Terorisme itu tidak muncul begitu saja. Awalnya dari sikap tidak mau menerima perbedaan atau intoleransi, lalu berkembang menjadi paham radikal, dan pada akhirnya bisa berujung pada tindakan teror. Karena itu, kita harus mencegahnya sejak dini, terutama pada anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam sejumlah kasus, anak bisa terlibat dalam jaringan kelompok radikal, sementara perempuan sering menjadi korban dalam lingkaran tersebut.Ia juga menegaskan bahwa terorisme tidak lagi bisa dikaitkan dengan agama tertentu.

Pemaparan lebih teknis disampaikan oleh personel Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri, Marianus P. Delfin. Ia mengungkapkan bahwa secara nasional terdapat sekitar 140 anak yang pernah terpapar kelompok radikal, sementara di NTT tercatat enam anak.

Menurutnya, pola perekrutan kini telah berubah. Jika sebelumnya banyak dipengaruhi lingkungan keluarga, saat ini media sosial menjadi pintu masuk utama.

“Dulu sebelum tahun 2022, sebagian besar anak terpapar paham radikal karena mengikuti orang tuanya yang sudah lebih dulu terlibat dalam jaringan tertentu. Namun setelah tahun 2022, pola itu berubah. Media sosial menjadi pintu masuk utama perekrutan anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses perekrutan dilakukan secara bertahap melalui ruang digital. Anak-anak sering didekati melalui game online seperti Free Fire dan Roblox, kemudian diarahkan ke grup WhatsApp atau Telegram untuk proses doktrinasi.

“Setelah itu mereka mulai didoktrin, bahkan diperkenalkan pada materi tentang perakitan bom dan penggunaan senjata api,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa anak yang mengalami kekerasan atau perundungan lebih rentan menjadi sasaran kelompok tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif yang berlangsung dinamis. Para lurah menyampaikan pandangan dan pertanyaan yang menunjukkan tingginya kepedulian di tingkat wilayah.

Lurah Compang Carep, Fabianus, menegaskan pentingnya pencegahan dimulai dari keluarga serta keteladanan orang tua. Ia juga menyoroti pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Lurah Wali, Gregorius, mengajukan sejumlah pertanyaan terkait aspek hukum, termasuk apakah catcalling dapat dipidana serta bagaimana status hukum hubungan seksual atas dasar suka sama suka jika melibatkan anak di bawah umur. Ia juga mengapresiasi kerja sama sebelumnya dengan Densus 88 dalam kegiatan sosialisasi.

Sementara itu, Sekretaris Camat Ardianus A.P. Sombuk mendorong agar kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan, tetapi juga langsung menyasar masyarakat di kelurahan. Ia juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mempertanyakan perlindungan terhadap anak di bawah umur yang bekerja membantu ekonomi keluarga.

Menanggapi hal tersebut, Kanit PPA Polres Manggarai menegaskan bahwa setiap penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berada dalam pengawasan ketat. Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan dugaan tindak pidana. Ia juga menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak dapat diselesaikan melalui restorative justice.

“Dalam perkara yang melibatkan anak, tidak dikenal istilah hubungan seksual atas dasar suka sama suka karena anak tetap merupakan subjek yang harus dilindungi hukum,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas P3A kembali menekankan pentingnya basis data keluarga rentan sebagai fondasi utama kebijakan perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta, termasuk para lurah, yang menyatakan siap memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat sekolah dan masyarakat. Mereka juga berharap kegiatan edukasi dari Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri dapat terus diperluas agar menyentuh langsung lingkungan pendidikan dan keluarga.(*)

Nal Jehaut

Kontributor aktif untuk media siber FAJARNTT.COM

Via: Editor : Vincent Ngara
Tags: AnakDensus 88Paham IntoleranPerempuan
ADVERTISEMENT
Previous Post

AS Mengeluarkan Peringatan kepada Israel Setelah Kembali Menyerang Lebanon

Next Post

Polisi Berhasil Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Berat di Kota Komba, Matim

POSTERKAIT

Program TJSL
DAERAH

Program TJSL PLN UIP Nusra Memberi Manfaat tuk Warga, Kelompok Tani Wela Sita Werek Kembali Panen Hortikultura

by Vincent Ngara
12 jam ago

RUTENG, FAJARNTT.COM – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra)...

Tim Penggerak
DAERAH

Pengurus PKK Tingkat Kecamatan Diharapkan Memahami Manajemen Organisasi dan Tata Kelola Administrasi

by Yulianus Onca
14 jam ago

RUTENG, FAJARNTT.COM - Sekretaris dan bendahara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dari 12 kecamatan se-Kabupaten Manggarai, mengikuti Workshop...

Festival Golo Curu

Keuskupan Ruteng Bersama Pemkab Manggarai Launching Festival Golo Curu 2026 di Natas Labar Motang Rua

16 jam ago
PLN UIP Nusra

PLN UIP Nusra Telah Selesaikan Pengadaan Tanah, Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW ‎

18 jam ago
Revitalisasi

Revitalisasi SDI Pelus Ara Senilai Rp1 Miliar Lebih Mulai Berjalan, Kepala Sekolah: Harapan Baru tuk Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman

2 hari ago
Komitmen Polda NTT

PLN UIP Nusra Perkuat Sinergi dengan Polda NTT tuk Pengamanan Proyek Ketenagalistrikan

1 minggu ago
PLN UIP Nusra

PLN UIP Nusra Audiensi dengan Kejati NTT, Kawal Proyek Energi Bersih ‎

1 minggu ago
Festival Golo Curu

Festival Golo Curu 2026 Kembali Digelar di Ruteng, Launching di Natas Labar Motang Rua

1 minggu ago
Program Kemitraan

Bertemu Guru Australia, Bupati Manggarai Tawarkan Peluang Kerja Sama Pendidikan

1 minggu ago
Musyawarah

Musyawarah RITD Program TEKAD, Camat Satar Mese: Desa Jaong Mendapatkan Anggaran Rp300 Juta dari Kementerian

2 minggu ago
Next Post
Penganiayaan

Polisi Berhasil Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Berat di Kota Komba, Matim

Atlet Muda

Atlet Muda Manggarai Catat Prestasi Membanggakan dalam Kejuaraan PBSI NTT

Please login to join discussion
Spanyol
OLAHRAGA

Spanyol Mengubur Mimpi Belgia tuk Hadapi Perancis di Semi Final Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
11 Juli 2026

FAJARNTT.COM - Spanyol memastikan diri untuk tampil di semi final melawan Perancis usai mengubur mimpi Belgia dengan skor 2-1. Fabian...

Read more
Program TJSL

Program TJSL PLN UIP Nusra Memberi Manfaat tuk Warga, Kelompok Tani Wela Sita Werek Kembali Panen Hortikultura

10 Juli 2026
Tim Penggerak

Pengurus PKK Tingkat Kecamatan Diharapkan Memahami Manajemen Organisasi dan Tata Kelola Administrasi

10 Juli 2026
Festival Golo Curu

Keuskupan Ruteng Bersama Pemkab Manggarai Launching Festival Golo Curu 2026 di Natas Labar Motang Rua

10 Juli 2026
PLN UIP Nusra

PLN UIP Nusra Telah Selesaikan Pengadaan Tanah, Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW ‎

10 Juli 2026
OLAHRAGA

Spanyol Mengubur Mimpi Belgia tuk Hadapi Perancis di Semi Final Piala Dunia 2026

11 Juli 2026
DAERAH

Program TJSL PLN UIP Nusra Memberi Manfaat tuk Warga, Kelompok Tani Wela Sita Werek Kembali Panen Hortikultura

10 Juli 2026
DAERAH

Pengurus PKK Tingkat Kecamatan Diharapkan Memahami Manajemen Organisasi dan Tata Kelola Administrasi

10 Juli 2026
DAERAH

Keuskupan Ruteng Bersama Pemkab Manggarai Launching Festival Golo Curu 2026 di Natas Labar Motang Rua

10 Juli 2026

FajarNTT TV

FajarNTT TV
YouTube Video VVV3c3JVSnk4dEV5NkN5Tmk4T2tERWZRLkEtR1NWc3VLWXBJ Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh
Tim evakuasi menemukan rekaman video detik-detik terjadinya bencana gempa bumi di Venezuela, yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026.Nampak dari rekaman video warga Venezuela berlari ke jalan untuk menyelamatkan diri. Beberapa bangunan runtuh seketika dalam waktu kurang dari 7 detik.Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan betapa mengerikannya gempa Venezuela yang telah menewaskan ribuan orang dan ribuan lainnya luka-luka.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman Video Warga Venezuela Berlari Menyelamatkan Diri saat Gempa I Part 1
Gempa bumi berskala besar mengguncang Venezuela, pada Rabu lalu, 24 Juni 2026. Gempa ini menewaskan lebih dari 1.719 orang dan membuat ribuan ribu orang luka-luka.Baca selengkapnya di :https://fajarntt.com/2026/06/30/warga-merekam-dahsyatnya-gempa-bumi-di-venezuela-yang-menewaskan-ribuan-orang/Sumber video : Platform X
Warga Merekam Dahsyatnya Gempa Venezuela yang Menewaskan Ribuan Orang
Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran tak selalu berjalan mulus. Situasi memanas setelah Israel membombardir Lebanon, yang langsung direspons dengan kemarahan Wakil Presiden AS JD Vance dan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz. Sementara itu dari meja perundingan di Swiss, Minggu (21/6/2026), delegasi Iran sempat melakukan aksi walkout karena ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump, yang sempat membuat harga minyak mentah kembali melambung.JD Vance memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan penyerangan."Jangan main-main dengan kami. Kamu berisiko kehilangan segalanya," tegas JD Vance dalam konferensi pers di Washington DC, AS, pada Senin, 22 Juni 2026."Trump adalah sekutu terakhirmu, seluruh dunia sudah membencimu." tutur JD Vance.(*)Sumber video : Akun X Amerika Live
AS Mengeluarkan Peringatan kepada Israel Setelah Kembali Menyerang Lebanon
SUBSCRIBE
ADVERTISEMENT
Logo

Berlangganan

Masukkan Alamat Email Anda

Bergabung dengan 52 pelanggan lain

Kategori

  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Eksplorasi konten lain dari FAJARNTT.COM

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Notifikasi