BORONG, FAJARNTT.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 yang tergabung dalam Tim Rana Mese Manise resmi memulai pengabdian mereka di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Kedatangan rombongan mahasiswa tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Kecamatan Rana Mese, Pemerintah Desa Golo Loni, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat melalui ritus adat. Mereka tiba di Kantor Camat Rana Mese, pada Kamis, 25 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 WITA. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Wisata Golo Loni yang menjadi lokasi tujuan pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026.
Sebagai informasi, Hadirnya mahasiswa KKN UGM menjadi penanda dimulainya kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Mahasiswa KKN-PPM UGM membawa sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang telah dirancang berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan lapangan. Program-program tersebut mencakup sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, teknologi, pengembangan UMKM, hingga penguatan sektor pariwisata.
Program Mahasiswa KKN UGM
Pada bidang ketahanan pangan, mahasiswa merancang berbagai program seperti sistem irigasi tetes (drip irrigation) sederhana untuk greenhouse, pengolahan mikroorganisme lokal (MOL), pemanfaatan limbah biji kopi sebagai media tanam, distribusi bibit tanaman kehutanan, pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA), pembuatan kompos organik, serta pengendalian hama pertanian menggunakan metode ramah lingkungan.
Program-program tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan.
Sementara itu, pada bidang kesehatan, mahasiswa menyiapkan berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan yang menyasar masyarakat umum maupun pelajar. Program tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, sosialisasi kesehatan reproduksi remaja, pelatihan pertolongan pertama pada kondisi darurat, kampanye anti perundungan (bullying), edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba, kelas ibu hamil, serta penyuluhan pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
Mahasiswa juga akan memperkenalkan pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan serta pemasangan sistem filtrasi air sederhana guna mendukung kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Pada sektor ekowisata berkelanjutan, mahasiswa akan melakukan pendampingan terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), revitalisasi sejumlah sarana pendukung wisata, penguatan promosi produk lokal, pengembangan paket wisata berbasis potensi desa, hingga pembuatan Story Map digital yang memuat informasi destinasi wisata, UMKM, penginapan, dan berbagai potensi unggulan Desa Golo Loni.
Selain itu, mahasiswa juga akan melakukan pendataan UMKM berbasis teknologi geotagging untuk mempermudah promosi dan akses informasi bagi wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut.
Dalam bidang sains dan teknologi, mahasiswa membawa sejumlah inovasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. Program tersebut mencakup penguatan akses internet, edukasi teknologi bagi pelajar, pemetaan wilayah rawan longsor, hingga pengenalan sistem peringatan dini bencana tanah longsor (Early Landslide Warning System).
Berkolaborasi untuk Membangun Desa
Dalam sambutan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, mahasiswa diajak untuk mengenal budaya, adat istiadat, dan kehidupan sosial masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran selama menjalankan program pengabdian. Sebaliknya, masyarakat juga berharap dapat memperoleh berbagai pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang dibawa oleh para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Meski tidak sempat hadir secara langsung karena agenda pemerintahan, Kepala Desa Golo Loni, Yohanes Bercmans Okalung, menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada mahasiswa KKN-PPM UGM.
Menurut dia, hadirnya mahasiswa KKN UGM merupakan kehormatan sekaligus peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat mendukung pembangunan desa.
“Atas nama Pemerintah Desa Golo Loni dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Tahun 2026,” ujar Yohanes Okalung.
“Pemerintah desa serta masyarakat sangat mengapresiasi karena telah memilih Desa Golo Loni sebagai lokasi pengabdian. Meskipun saya tidak sempat hadir dalam acara penyambutan karena ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan, saya menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa dan berharap mereka dapat berkolaborasi dengan masyarakat untuk membangun desa,” ujarnya lagi.
Yohanes menilai program-program yang dibawa mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang pertanian, kesehatan, pengembangan wisata, pendidikan, dan pemanfaatan teknologi.
“Kami berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat inovasi dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi desa yang dimiliki,” katanya.
Lebih lanjut, Yohanes menegaskan bahwa Pemerintah Desa Golo Loni siap mendukung seluruh program yang akan dijalankan mahasiswa selama masa KKN berlangsung. Dan akan mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan sehingga manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara luas.
Berbagi Ilmu Pengetahuan
Saat yang sama, Pemerintah Kecamatan Rana Mese dan masyarakat setempat juga menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM. Mereka berharap sinergi yang terbangun selama masa pengabdian dapat menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan desa.
Semangat gotong royong, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026 di Desa Wisata Golo Loni diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan ilmu pengetahuan, budaya, dan semangat pembangunan demi mewujudkan Desa Golo Loni yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Kontributor aktif untuk media siber FAJARNTT.COM















