BORONG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Kecamatan Rana Mese secara resmi menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian selama 50 hari di wilayah Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.
Penyambutan berlangsung di Aula Kantor Camat Rana Mese dan dihadiri Camat Rana Mese Agustinus Harum, S.Pd., seluruh staf Kecamatan Rana Mese, pemerintah desa, serta mahasiswa KKN-PPM UGM yang akan ditempatkan di Desa Watu Mori dan Desa Golo Loni.
Kedatangan para mahasiswa diawali dengan prosesi penerimaan secara adat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan selamat datang dari masyarakat Manggarai. Tradisi ini mencerminkan nilai kekeluargaan serta harapan agar para mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan aman, lancar, serta mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat.
Usai mengikuti rangkaian penyambutan di Kantor Camat Rana Mese, mahasiswa kemudian berangkat menuju desa penempatan masing-masing. Kelompok yang ditempatkan di Desa Golo Loni langsung melanjutkan perjalanan menuju desa tersebut, sementara kelompok lainnya menuju Desa Watu Mori untuk memulai rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Belajar dan Bertukar Pengalaman
Camat Rana Mese, Agustinus Harum, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Universitas Gadjah Mada yang kembali mempercayakan Kecamatan Rana Mese sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Rana Mese mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN-PPM UGM. Kehadiran kalian merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk saling belajar dan bertukar pengalaman. Kami berharap selama 50 hari ke depan, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta memberikan solusi nyata sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing,” ujar Agustinus di Kantor Camat Rana Mese, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa kegiatan KKN merupakan ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah kehidupan masyarakat.
“Masyarakat Rana Mese sangat terbuka menerima kehadiran mahasiswa. Karena itu, kami berharap adik-adik dapat menjaga etika, menghormati budaya dan adat istiadat Manggarai, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat. Dengan demikian, seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Sebagai informasi, mahasiswa KKN-PPM UGM yang ditempatkan di Desa Watu Mori dan Desa Golo Loni berasal dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Kehutanan, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Kimia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, serta Fakultas Psikologi.
Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program yang inovatif dan aplikatif, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penguatan sektor pertanian dan peternakan, peningkatan kesehatan masyarakat, pengembangan potensi desa, hingga pendampingan di bidang sosial, hukum, dan ekonomi.
Kolaborasi Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Masyarakat
Pemerintah Kecamatan Rana Mese menilai bahwa pelaksanaan KKN-PPM bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi bentuk kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan desa.
“Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh program mahasiswa dapat berjalan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkap Agustinus Harum.
“Dengan semangat “Rana Mese Manise”, kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM di Desa Watu Mori dan Desa Golo Loni diharapkan mampu menghadirkan inovasi, mempererat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta meninggalkan jejak pengabdian yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan desa di Kecamatan Rana Mese” tambahnya.
Rangkaian penyambutan mahasiswa KKN diakhiri dengan sesi foto bersama antara Camat Rana Mese, jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN-PPM UGM sebagai simbol dimulainya pengabdian di Kecamatan Rana Mese.(*)

Kontributor aktif untuk media siber FAJARNTT.COM














