FAJARNTT.COM – Gempa bumi yang terjadi di negara Venezuela menewaskan ribuan orang dan ribuan lainnya belum ditemukan.
Gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo dan 7,5 Magnitudo, pada Rabu lalu, 24 Juni 2026, mengguncang kota-kota di Venezuela. Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut sangatlah parah, bahkan ratusan bangunan runtuh seketika dalam beberapa detik saat gempa terjadi.
Dari video rekaman warga yang beredar di Platform X memperlihatkan saat terjadinya gempa warga berhamburan ke jalan untuk menyelamatkan diri. Sejumlah bangunan runtuh dan menimpa warga. Tercatat ada 700 lebih bangunan yang runtuh akibat bencana ini.
Media setempat melaporkan ribuan korban tewas sudah ditemukan dan masih ada ratusan bahkan ribuan lainnya yang belum ditemukan. Hingga kini, tim evakuasi masih melakukan pencarian korban.
“Jumlah korban tewas yang sudah ditemukan meningkat menjadi 1.719 dan korban luka-luka 5.034 orang,” kata Jorge Rodriguez selaku Presiden Majelis Nasional Venezuela, dikutip dari VTV, pada Selasa, 30 Juni 2026.
Upaya penyelamatan korban pun terus berlangsung hingga kini di Caracas. Beberapa negara turut terlibat langsung untuk mengevakuasi korban. Tim dari Qatar berada di lokasi untuk membantu mencari para penyintas di antara reruntuhan.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan ia telah membentuk dan mendirikan komisi presiden untuk menangani para korban gempa bumi.
“Setelah gempa bumi pada 24 Juni, kami telah membentuk dan mendirikan Komisi Presiden untuk evaluasi kelayakan hunian pada perumahan dan infrastruktur umum, termasuk jalan raya. Juga telah dipasang Markas Besar untuk pembentukan kamp-kamp sementara, guna menangani korban,” kata dia melalui Platform X.
Ia juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan komunitas internasional untuk membantu pencarian korban di sejumlah reruntuhan. Saat ini ada 30 negara yang sudah berada di lokasi.
“Kami mengunjungi Estadio Garcia Carneiro, tempat tim tanggap bantuan dari komunitas internasional yang datang untuk memberikan dukungan berada. 30 negara, 3.681 petugas penyelamat, 1.086 ton bahan baku, 27 kendaraan, dan 118 anjing yang memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan,” ungkapnya.
PBB pun memperkirakan kerugian akibat gempa ini mencapai 6,7 miliar dolar.(*)

Penulis merupakan salah satu pendiri media siber FAJARNTT.COM. Selain aktif sebagai Jurnalis, juga Web Developer pada Rumah Media Cyber. Beberapa media siber berhasil terbit berkat sentuhan tangannya.
















