BORONG, FAJARNTT.COM – Program revitalisasi SDI Pelus Ara di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Pembangunan yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp1 miliar lebih itu dinilai menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan.
Revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi ruang-ruang kelas, pembangunan atau rehabilitasi perpustakaan, toilet, rumah dinas guru, serta pembangunan ruang administrasi yang selama ini menjadi kebutuhan penting dalam menunjang pelayanan pendidikan di sekolah.
Syukur dan Terima Kasih
Kepala SDI Pelus Ara, Ovika Melci, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait maupun pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan harapan yang telah lama dinantikan. Selama bertahun-tahun, sejumlah fasilitas sekolah mengalami penurunan kondisi sehingga membutuhkan pembenahan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan efektif.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait dan pemerintah daerah atas perhatian yang diberikan kepada SDI Pelus Ara. Program revitalisasi ini menjadi harapan baru bagi kami untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan lebih representatif bagi seluruh peserta didik maupun para guru,” ujar Ovika saat di FAJARNTT.COM di ruangannya, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Ovika menjelaskan, pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan revitalisasi menggunakan sistem swakelola murni, sehingga masyarakat setempat memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.
“Pelaksanaan pekerjaan ini menggunakan sistem swakelola murni. Seluruh tukang dan tenaga kerja yang mengerjakan pembangunan berasal dari kampung Pelus. Tidak ada pekerja yang didatangkan dari luar daerah. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat karena selain membangun fasilitas pendidikan, program ini juga memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat,” jelasnya.
Pembangunan Melibatkan Masyarakat Setempat
Menurut Ovika, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam menyukseskan program revitalisasi karena selain meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja.
Saat ditanya mengenai penggunaan material bangunan, kepala sekolah Ovika menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dan pelaksanaan teknis pekerjaan menjadi kewenangan tim pelaksana pembangunan.
“Soal pengadaan material dan pelaksanaan teknis pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab tim pelaksana kegiatan. Pihak sekolah mendukung agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan menghasilkan bangunan yang berkualitas,” katanya.
Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan mutu konstruksi sehingga hasil revitalisasi dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Selain itu, Ovika mengajak seluruh warga sekolah, komite, orang tua siswa, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas yang dibangun.
“Bangunan sekolah ini adalah milik bersama. Karena itu, setelah selesai dibangun nanti, kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga dan merawatnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak kita untuk bertahun-tahun ke depan,” katanya lagi.
Meningkatkan Mutu Pendidikan
Sebagai informasi, program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan infrastruktur yang memenuhi standar pelayanan pendidikan. Dengan tersedianya ruang kelas yang lebih layak, perpustakaan yang memadai, toilet yang sehat, rumah dinas guru, serta ruang administrasi yang representatif, proses pembelajaran diharapkan berlangsung lebih efektif dan memberikan kenyamanan bagi guru maupun peserta didik.
Masyarakat setempat pun menyambut baik pelaksanaan pembangunan di SDI Pelus Ara. Selain meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, program revitalisasi juga memberikan manfaat ekonomi melalui keterlibatan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan berlangsung.
Warga berharap proyek revitalisasi yang bernilai sekitar Rp1 miliar lebih tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di SDI Pelus Ara dan generasi penerus di kabupaten Manggarai Timur.(*)

Kontributor aktif untuk media siber FAJARNTT.COM















