Arsip Penulis: Tim

Bupati Manggarai saat berdiskusi dengan pihak TVRI.

Pemkab Manggarai Bakal Gelar Nobar Piala Dunia di Natas Labar Motang Rua

RUTENG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai berencana menyelenggarakan nonton bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 di Natas Labar Motang Rua sebagai upaya menghadirkan hiburan berkualitas sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat melalui momentum pesta sepak bola terbesar di dunia yang akan disiarkan oleh TVRI.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, saat menerima audiensi Kepala TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur, Jefri, SH., MH., bersama jajaran di ruang kerja Bupati Manggarai, Rabu (3/6/2026).

Pelaksanaan kegiatan nonton bareng (nobar) akan dipusatkan di Pendopo Natas Labar Motang Rua, Ruteng, itu dirancang berlangsung sepanjang perhelatan Piala Dunia, mulai dari fase grup hingga pertandingan final. Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan untuk menikmati pertandingan sepak bola dunia secara gratis dalam suasana aman, nyaman, dan penuh keakraban.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hery Nabit menyambut positif inisiatif TVRI yang menghadirkan siaran olahraga internasional kepada masyarakat hingga ke daerah. Menurutnya, kegiatan nonton bareng tidak hanya sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami siap mendukung pelaksanaan nonton bareng Piala Dunia yang disiarkan TVRI. Kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus memberikan hiburan yang positif,” ujar Hery Nabit.

Dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Manggarai menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai wadah interaksi sosial yang sehat. Di tengah perkembangan teknologi dan pola kehidupan masyarakat yang semakin individual, kegiatan yang mampu mempertemukan warga dalam satu ruang bersama dinilai memiliki nilai sosial yang penting.

Nonton bareng Piala Dunia bukan hanya menghadirkan kegembiraan bagi para pencinta sepak bola, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang dapat mempererat hubungan antarmasyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga dari berbagai latar belakang dapat berkumpul, berbagi semangat yang sama, dan menikmati atmosfer pertandingan secara kolektif.

Sementara itu, Kepala TVRI Stasiun NTT, Jefri, SH., MH., menegaskan bahwa TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses terhadap informasi, pendidikan, hiburan, dan siaran olahraga internasional secara gratis.

Menurut Jefri, TVRI saat ini terus melakukan penguatan jaringan siaran dan dukungan teknis di berbagai daerah agar masyarakat semakin mudah menikmati layanan penyiaran publik.

Karena itu, kata dia, pihaknya mengajak pemerintah daerah untuk mendukung pemanfaatan layanan siaran publik melalui penyediaan sarana pendukung sederhana seperti antena televisi dan perangkat penerima siaran di ruang-ruang publik.

“Kami sudah memiliki tim teknis yang siap membantu proses pengaturan dan pemasangan. Harapannya, masyarakat dapat menikmati berbagai tayangan TVRI, termasuk siaran olahraga internasional, melalui kegiatan nonton bareng di lingkungan masyarakat,” kata Jefri.

Ia menjelaskan bahwa siaran olahraga internasional yang ditayangkan TVRI tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar. Momen-momen pertandingan yang dinikmati bersama dapat menciptakan interaksi positif antarwarga serta memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan.

Karena itu, TVRI mendorong berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pemuda, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, hingga organisasi keagamaan untuk memanfaatkan fasilitas siaran publik yang tersedia. Menurut Jefri, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan bersama seperti nonton bareng, semakin besar pula manfaat sosial yang dapat dirasakan.

Jefri juga memastikan bahwa TVRI siap memberikan pendampingan teknis kepada komunitas, instansi pemerintah, maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan pemasangan perangkat penerima siaran.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar seluruh masyarakat dapat menikmati kualitas siaran yang baik selama berlangsungnya turnamen.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai terkait berbagai kebutuhan teknis di lapangan. Kami berharap pelaksanaan nonton bareng ini dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai akan difokuskan pada kesiapan perangkat penerima siaran, penguatan kualitas sinyal, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan dapat dinikmati tanpa kendala. Persiapan tersebut menjadi bagian penting agar pelaksanaan nobar berjalan sukses dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir.

Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Pendopo Natas Labar Motang Rua diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat selama berlangsungnya Piala Dunia. Lokasi yang berada di jantung Kota Ruteng itu diyakini akan menjadi titik kumpul warga untuk menikmati euforia sepak bola dunia secara bersama-sama.

Kolaborasi antara TVRI dan Pemerintah Kabupaten Manggarai ini sekaligus menunjukkan bagaimana penyiaran publik dapat menjadi instrumen yang mendekatkan layanan negara kepada masyarakat. Tidak hanya menghadirkan tayangan berkualitas secara gratis, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan yang memperkuat solidaritas sosial.

Melalui kegiatan nonton bareng Piala Dunia di Natas Labar Motang Rua, masyarakat Manggarai diharapkan tidak hanya menjadi penonton pertandingan sepak bola kelas dunia, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan kebersamaan yang mempererat persaudaraan, membangun interaksi sosial yang positif, dan menghadirkan kegembiraan bersama sepanjang berlangsungnya turnamen. (*)

PMKRI Ruteng nyatakan kesiapan untuk menggelar Kongres dan MPA 2026.

Dukungan Menguat, PMKRI Ruteng Optimistis Sukses Gelar Kongres dan MPA 2026 di Tanah Manggarai

RUTENG,FAJARNTT.COM – Dukungan dari berbagai elemen terus mengalir menjelang pelaksanaan Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Santo Thomas Aquinas yang akan berlangsung di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 19-25 Juli 2026. Menguatnya dukungan dari pemerintah, Gereja, alumni, hingga masyarakat menjadi modal besar bagi PMKRI Cabang Ruteng Santo Agustinus untuk menyukseskan agenda nasional tertinggi organisasi mahasiswa Katolik tersebut.

Optimisme itu ditegaskan dalam konferensi pers yang digelar di Margasiswa PMKRI Cabang Ruteng Santo Agustinus, Sabtu (23/5/2026), yang dihadiri sejumlah awak media. Dalam kesempatan itu, pengurus cabang dan panitia pelaksana memaparkan berbagai perkembangan persiapan sekaligus menegaskan kesiapan Ruteng menjadi tuan rumah bagi ratusan kader PMKRI dari seluruh penjuru Indonesia.

Bagi PMKRI Cabang Ruteng, kepercayaan yang diberikan dalam Forum MPA di Merauke tahun 2024 bukan hanya sebuah mandat organisasi biasa. Penunjukan Ruteng sebagai tuan rumah Kongres dan MPA merupakan kehormatan besar yang membawa tanggung jawab moral dan organisatoris untuk menghadirkan forum yang berkualitas, produktif, dan berdampak bagi kehidupan bangsa.

Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika, mengatakan bahwa amanah tersebut menjadi tugas besar yang harus dijawab dengan kerja nyata, persiapan matang, dan kolaborasi semua pihak.

“Kepercayaan yang telah diberikan oleh Forum MPA Merauke pada tahun 2024 kepada PMKRI Cabang Ruteng sebagai tuan rumah Kongres XXXIV dan MPA XXXIII adalah suatu kehormatan besar bagi cabang dan menjadi tanggung jawab besar bagi Dewan Pimpinan Cabang Ruteng masa periode 2024-2026,” ujar Margareta.

Menurutnya, Kongres dan MPA PMKRI memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan organisasi. Forum tersebut bukan hanya menjadi arena pertemuan kader dari berbagai cabang di Indonesia, tetapi juga ruang intelektual dan reflektif untuk membaca berbagai dinamika yang sedang dihadapi bangsa.

Dalam forum tersebut, kader-kader PMKRI akan berdiskusi, bertukar gagasan, dan merumuskan berbagai pandangan kritis terhadap isu-isu sosial, politik, ekonomi, pendidikan, lingkungan hidup, hingga persoalan kemanusiaan yang berkembang di tingkat lokal, nasional maupun global.

“Hajatan Kongres dan MPA ini bukan hanya sekadar mempertemukan mahasiswa dari berbagai cabang se-Indonesia, tetapi menjadi moment untuk mencermati, menganalisis dan menyikapi dinamika sosial kemasyarakatan yang mencakup isu-isu strategis baik lokal, nasional hingga global, menentukan arah gerak organisasi ke depannya dalam mewujudkan Pro Ecclesia Et Patria dan puncaknya pada pergantian atau pemilihan Ketua Pengurus Pusat PMKRI Santo Thomas Aquinas periode 2026–2028,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kongres dan MPA bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan wadah strategis bagi kader PMKRI untuk memperkuat kontribusi pemikiran terhadap arah pembangunan bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari ketimpangan pembangunan, persoalan sumber daya manusia, perubahan iklim, hingga tantangan ekonomi global, PMKRI ingin tetap hadir sebagai organisasi kader yang mampu menawarkan gagasan dan solusi.

Selain membahas berbagai isu strategis, pelaksanaan Kongres dan MPA di Ruteng juga diharapkan menjadi momentum promosi budaya dan pariwisata Manggarai. Ratusan peserta dari berbagai daerah akan diperkenalkan dengan kekayaan budaya lokal, nilai-nilai kearifan masyarakat Manggarai, serta berbagai destinasi wisata yang menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Timur.

Karena itu, PMKRI Ruteng tidak hanya mempersiapkan aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga berupaya menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta yang datang ke Manggarai.

“Dengan kesiapan yang sudah matang, PMKRI Cabang Ruteng optimis dapat menyelenggarakan forum ini secara lancar dan bermakna. Kami siap menyambut seluruh kader PMKRI dari Sabang sampai Merauke. Mari datang ke Ruteng, berdiskusi, dan merumuskan bersama masa depan Indonesia,” tegas Margareta.

Optimisme tersebut semakin kuat karena Pengurus Pusat PMKRI Santo Thomas Aquinas periode 2024-2026 telah berkomitmen menghadirkan sejumlah pembicara nasional dalam rangkaian kegiatan diskusi publik dan stadium general. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memperkaya kualitas pembahasan serta memperluas wawasan peserta mengenai berbagai persoalan kebangsaan yang aktual.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kongres dan MPA PMKRI 2026, Irenius Asin, menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjadikan perhelatan nasional tersebut tidak hanya sukses secara organisatoris, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat Manggarai.

Menurutnya, seluruh kegiatan akan dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan ini memberi dampak yang positif, baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat Manggarai,” kata Irenius.

Komitmen tersebut lahir dari kesadaran bahwa sebuah kegiatan berskala nasional harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat di daerah penyelenggara. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diperkirakan akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif lokal.

Selain itu, panitia juga ingin memastikan bahwa masyarakat Manggarai menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Keterlibatan masyarakat lokal dipandang sebagai wujud kolaborasi sekaligus sarana memperkenalkan keramahan dan budaya Manggarai kepada tamu-tamu dari seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Irenius menjelaskan bahwa Kongres dan MPA PMKRI 2026 mengangkat tema besar “Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan.” Tema tersebut merupakan hasil refleksi mendalam terhadap berbagai kondisi pembangunan yang masih dihadapi Indonesia, termasuk realitas yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Tema besar itu kemudian dijabarkan ke dalam enam subtema strategis yang akan menjadi bahan diskusi selama pelaksanaan kongres, yakni pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, martabat manusia, ekologi integral, pembangunan ekonomi, dan sektor pariwisata.

Menurut panitia, keenam subtema tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pembangunan nasional saat ini sekaligus menjadi isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan berbagai agenda tersebut, Kongres dan MPA PMKRI 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan organisasi, tetapi juga rekomendasi strategis yang dapat menjadi kontribusi nyata kader PMKRI terhadap pembangunan Indonesia yang lebih adil, berdaulat, dan berkelanjutan.

Irenius menambahkan, berbagai persiapan menuju pelaksanaan Kongres dan MPA telah dilakukan sejak PMKRI Cabang Ruteng resmi ditetapkan sebagai tuan rumah pada Forum MPA di Merauke tahun 2024. Sejumlah koordinasi intensif terus dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan teknis maupun substansi kegiatan dapat dipenuhi secara maksimal.

Yang menggembirakan, kata dia, dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai, Keuskupan Ruteng, para senior dan alumni PMKRI, hingga berbagai elemen masyarakat Manggarai.

“Kegiatan ini telah mendapat dukungan dari berbagai stakeholder terutama Pemerintah Provinsi NTT, Pemda Manggarai, Keuskupan Ruteng, senior/alumni PMKRI serta elemen masyarakat Manggarai,” tutup Irenius.

Dengan dukungan yang semakin kuat, kesiapan yang terus dimatangkan, serta semangat kolaborasi yang terbangun antara organisasi, pemerintah, Gereja, alumni, dan masyarakat, PMKRI Cabang Ruteng optimistis Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI Santo Thomas Aquinas pada Juli 2026 mendatang akan berlangsung sukses. Lebih dari sekadar agenda organisasi, perhelatan ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar bagi masa depan Indonesia sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Manggarai sebagai daerah yang kaya budaya, ramah, dan siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional.(*)

Penulis: Gordi Jamat

Keterangan foto: Wartawan media Suaranusantara.co, Sius Ruem.

Chat Pribadi Disebar Tanpa Izin, Sius Ruem Bakal Polisikan KS dan RJ: Tuduhan Pemerasan Disebut Fitnah

FAJARNTT.COM – Sius Ruem, wartawan media Suaranusantara.co, mengungkapkan kekecewaan mendalam sekaligus kemarahan atas tindakan seorang warga asal Labuan Bajo, Manggarai Barat berinisial KS yang diduga telah menyebarkan tangkapan layar percakapan pribadi WhatsApp tanpa izin. Percakapan yang semula bersifat privat antara dirinya dan KS itu kemudian sampai ke tangan wartawan media Baneratv.com berinisial RJ dan dipublikasikan ke dalam sampul pemberitaan, yang menurut Sius telah merugikan dirinya secara pribadi maupun profesional.

Dalam wawancara dengan media Fajar NTT pada Selasa (5/5/2026), Sius menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar etika komunikasi, tetapi juga berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana karena menyangkut penyebaran data pribadi tanpa persetujuan.
Ia bahkan menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan KS dan RJ kepada pihak kepolisian.

Sius juga membantah secara tegas tudingan dalam pemberitaan Baneratv.com yang menyebut dirinya melakukan pemerasan dengan meminta uang sebesar Rp300.000 kepada KS.

Ia menilai pemberitaan tersebut tidak utuh, cenderung menggiring opini, serta mencederai nama baiknya sebagai wartawan.

“Benar saya mendapat uang dari KS dengan jumlah Rp. 300.000 yang dikirim melalui rekening saya tetapi hanya satu kali saja, buktinya masih ada dalam chat Whatsap. Sehingga tuduhan memeras dengan meminta uang berkali kali menurut saya adalah penipuan dan mencedrai nama baik pribadi, profesi maupun bentuk penipuan terhadap publik,” terang Sius Ruem.

Persoalan ini bermula ketika KS meminta bantuan kepada Sius untuk mengawal kasus dugaan penipuan yang dialaminya sejak tahun 2024, yang melibatkan oknum pegawai KSP Obor Mas Labuan Bajo. Dalam kapasitasnya sebagai wartawan, Sius kemudian melakukan peliputan, menggali informasi, serta menerbitkan sejumlah berita berdasarkan keterangan dan dokumen yang diberikan oleh KS. Ia juga mengaku telah melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen koperasi sebagai bentuk keberimbangan informasi.

Dalam proses pendampingan tersebut, komunikasi antara Sius dan KS berlangsung cukup intens sejak 5 Juni 2025 hingga April 2026. Sius bahkan mengutip kembali isi percakapannya dengan KS terkait jumlah kerugian yang dialami.

“Ia (KS) bercerita kepada saya bahwa ’33jt pak,tapi sdah dibayar sama pak Marianus Bodhe 3,5jt dan yg sdah dibayar sama wulan(karyawan yg makan uang) 5jt Sisa yg belum dibayar 25 jt. Saya ada bukti tf dari Marianus Bodhe pak,karna katanya slma ini kantor danteman teman mau bertanggung jawab makanya dy nyicil tapi itu hanya 3 bulan Selebihnya udah tidak ada,'” jelas Sius menirukan isi pesan WhatsApp KS pada (5/6/2025).

Menurut Sius, tuduhan pemerasan menjadi tidak berdasar karena konteks percakapan yang sebenarnya tidak pernah ditampilkan secara utuh dalam pemberitaan.

Ia menegaskan bahwa uang Rp300.000 yang diterimanya bukan hasil paksaan, melainkan bentuk bantuan yang sebelumnya ditawarkan oleh KS sendiri.

“Sebuah peristiwa itu tentu ada awal mulanya dan ada akhirnya. Jadi tidak bisa tiba tiba saja dia meminta uang dan serta merta dianggap sebagai pemerasan. Uang Rp. 300.000 tersebut awalnya dijanjikan oleh KS untuk dikirim melalui rekening dan ia meminta rekening saya. Saya pun katakan dengan dia dengan tawaran meminta bantuan bukan mendesak untuk membayar berita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sius juga mengungkapkan bahwa KS beberapa kali memberikan uang dalam jumlah kecil atas inisiatif pribadi saat ia mendatangi rumahnya.

“Seingat saya dua kali KS memberi uang sejumlah Rp. 50.000 saat saya mendatangi rumahnya dan disaksikan oleh keluarganya sendiri. Kemudian saya meminta bantuan dia satu kali saja untuk isi pulsa karena benar saya kehabisan pulsa demi kepentingan dia juga. Apakah ini yang namanya memeras? Kalau saya mau kerja jahat bukan manfaatkan dia karena saya tahu dia adalah korban tentu dia pasti dalam kondisi tidak mempunyai apa apa. Nyatanya upaya saya membantu dia terus dilakukan,” tambah Sius.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam komunikasi mereka, KS pernah berjanji akan memberikan ucapan terima kasih jika kasusnya selesai. Pernyataan ini, menurut Sius, menjadi dasar munculnya narasi “nanti tinggal potong saja” yang kemudian disalahartikan dalam pemberitaan.

“Kalau dia kasi smua 25 jt sisa kaka saya pasti kasi ke 5 juta, tapi terus terang kaka untuk uang bensin ini ke sana kalau boleh kaka seadanya saya saja terus terang saya dana masih drop,” ungkap Sius menirukan pernyataan KS dalam pesan WhatsApp pada Sabtu (28/3/2026).

Sius menegaskan bahwa permintaan bantuan yang ia sampaikan saat itu terjadi dalam kondisi dirinya sedang mengalami kesulitan di perjalanan saat berada di Manggarai Timur.

“Saya kirim pesan meminta bantuannya pada saat saya mengalami kesulitan di jalan dan saya anggap hal ini lumrah karena saya juga sudah berbuat baik pada dia. Makanya saya katakan nanti biar potong saja ketika dia memberikan ucapan terimakasih. Balas jasa itu biasa dan dilakukan oleh siapa pun,” tandasnya.

Keheranan Sius semakin bertambah ketika ia mengetahui bahwa percakapan pribadinya dengan KS bisa sampai ke pihak lain. Ia mengaku terkejut saat RJ dari Baneratv.com menghubunginya dan mengajukan lima pertanyaan yang menurutnya hanya berfokus pada isu permintaan uang tanpa melihat konteks secara menyeluruh.

Untuk memastikan kebenaran, Sius kemudian mendatangi KS di kediaman orang tuanya di Padang SMIP pada Senin (4/5). Dalam pertemuan tersebut, menurut Sius, KS mengaku hanya menceritakan persoalan itu kepada saudaranya dan tidak pernah memberikan izin untuk dipublikasikan.

“Terus terang saja karena yang saya tahu kaka dan saudaranya saya (merujuk pada saudara KS berinisial I) akrab to makanya mereka tanya saya. Betul saya katakan pada mereka sesuai kenyataan bahwa ada minta uang terus mereka minta chat lalu saya tunjukan. Tetapi untuk diberitakan kaka saya rasa kalau saya tidak setuju untuk diberitakan kan tidak bisa. Dari awal saya katakan untuk apa ini lalu mereka katakan tidak apa apa hanya untuk tau saja bahwa ia pernah minta uang makanya saya beritahu mereka. Saya juga sudah larang untuk tidak boleh diberitakan,” tutur KS yang dikisahkan kembali oleh Sius.

Namun, meskipun telah ada permintaan agar tidak dipublikasikan, pemberitaan tetap muncul. Sius menyebut hal ini sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap etika jurnalistik.

“KS sampaikan ke saya bahwa dia suda suruh hapus, dan dia (KS) juga mengaku ke saya bahwa dia tidak pernah sangka bahwa dia mau beritakan karena dia bilang hanya mau tau sja,” ujar Sius.

Ia menegaskan bahwa tindakan mempublikasikan informasi tanpa persetujuan narasumber bertentangan dengan prinsip Kode Etik Jurnalistik, khususnya terkait itikad baik dan penghormatan terhadap embargo.

“Saya harus berhati hati menghadapi tipe orang yang tidak konsisten seperti ini meskipun dia berniat meminta bantuan karena sewajarnya orang yang merasa dibantu itu seharusnya berterimakasih bukan mengumbar keperibadian dan profesi orang yang sudah menolongnya ke media lain. Kalau memang bantuan saya merugikan mengapa ia tidak dengan itikad baik membertahu untuk berhenti saja jangan dengan cara seperti ini,” tutup Sius Ruem.

Atas kejadian ini, Sius menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap KS dan RJ sebagai bentuk upaya mendapatkan keadilan sekaligus memberikan efek jera terhadap praktik penyebaran data pribadi tanpa izin yang dinilainya semakin marak dan meresahkan.(*)

Catatan: Semua pihak yang disebutkan oleh narasumber utama dalam berita ini belum berhasil dikonfirmasi dan masih dalam upaya konfirmasi oleh redaksi. Berita ini disusun berdasarkan keterangan dan pernyataan dari narasumber. Seluruh dugaan yang disampaikan masih bersifat sepihak dan belum melalui proses pembuktian di pengadilan. Pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, memiliki hak jawab dan hak klarifikasi sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Redaksi membuka ruang bagi semua pihak untuk memberikan penjelasan guna menjaga keberimbangan informasi.

Latih Disiplin dari Sampah, Gerakan SAKTI Paroki Karot Bangun Budaya Bersih Sejak Dini

Latih Disiplin dari Sampah, Gerakan SAKTI Paroki Karot Bangun Budaya Bersih Sejak Dini

FAJARNTT.COM – Kesadaran menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Di Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, perubahan justru dimulai dari hal sederhana: satu kantong sampah plastik setiap hari. Melalui Gerakan SAKTI (Satu Kantong Sampah Plastik Tiap Hari), anak-anak sekolah dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, sekaligus peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.

Gerakan yang telah berjalan sekitar satu bulan ini menjadi inisiatif nyata dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Karot yang kemudian disepakati bersama Pastor Paroki, Seksi Kependidikan Dewan Paroki, serta didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai. Program ini menyasar berbagai lembaga pendidikan di wilayah paroki, mulai dari SDI, SDK hingga SMK Elanus.

Berangkat dari keprihatinan akan maraknya sampah plastik yang berserakan, baik dari kebiasaan jajan anak-anak di sekolah maupun limbah rumah tangga seperti kemasan saset dari dapur, Gerakan SAKTI hadir sebagai jawaban konkret. Setiap siswa diminta membawa satu kantong sampah plastik dari rumah atau lingkungan sekitar pada hari yang telah ditentukan, yakni setiap Rabu dan Sabtu.

Di sekolah, sampah tersebut dikumpulkan dan dipantau secara langsung. Para wali kelas bahkan turut dilibatkan untuk menilai karakter siswa, khususnya dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab. Dengan pendekatan ini, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter.

Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, RP. Bonivantura Y. Lelo, OFM, yang akrab disapa Pater Bovan, menegaskan bahwa gerakan ini bertujuan membentuk kebiasaan baru yang berdampak jangka panjang.

“Gerakan SAKTI ini kami dorong sebagai cara membangun habitus baru bagi anak-anak. Kami ingin mereka tidak hanya tahu bahwa sampah itu masalah, tetapi juga terbiasa mengambil tindakan nyata. Dari satu kantong sampah setiap hari, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, pendekatan melalui pembiasaan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.

“Kalau hanya diajarkan di kelas, mungkin anak-anak cepat lupa. Tapi kalau mereka lakukan sendiri setiap minggu, itu akan melekat. Ini proses pendidikan yang pelan tapi pasti, dan hasilnya akan kita lihat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Ketua WKRI Cabang Karot, Dien Sema dalam keterangannya menegaskan bahwa Gerakan SAKTI lahir dari refleksi sederhana para ibu terhadap realitas sampah di lingkungan sekitar, yang semakin hari kian mengkhawatirkan.

“Kami para ibu melihat langsung bagaimana sampah plastik ini semakin banyak, baik dari anak-anak yang jajan setiap hari maupun dari dapur rumah tangga yang hampir semua menggunakan kemasan sekali pakai. Dari situ muncul kesadaran bahwa kami tidak bisa hanya mengeluh, tetapi harus mulai bertindak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan anak-anak sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan, melainkan sebagai strategi jangka panjang untuk membangun budaya baru.

“Kami sengaja menyasar anak-anak karena mereka adalah agen perubahan. Kalau sejak kecil mereka sudah dibiasakan mengelola sampah, maka ke depan mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli lingkungan. Bahkan mereka bisa menjadi penggerak di keluarga masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua WKRI Cabang Karot juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan gerakan ini agar tidak berhenti sebagai program sesaat.

“Kami terus memantau pelaksanaannya di sekolah-sekolah, bekerja sama dengan para guru dan juga DLH. Harapan kami, gerakan ini tidak hanya berjalan sementara, tetapi bisa menjadi budaya yang melekat. Ke depan, kami juga ingin mengembangkan ke arah bank sampah, sehingga sampah yang dikumpulkan tidak hanya dibuang, tetapi juga memiliki nilai ekonomis,” tegasnya.

Sementara itu, Yustin Romas, anggota WKRI Cabang Karot, menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam Gerakan SAKTI adalah pembiasaan, bukan paksaan.

“Kami ingin anak-anak merasa ini sebagai bagian dari rutinitas mereka. Membawa satu kantong sampah itu sederhana, tapi kalau dilakukan terus-menerus, itu akan membentuk kesadaran. Mereka akan terbiasa melihat sampah, mengambilnya, dan tidak membuang sembarangan. Itu yang kami harapkan menjadi budaya,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap gerakan ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kota Ruteng.

“Kalau semua sekolah melakukan hal yang sama, dampaknya pasti luar biasa. Kota kita bisa menjadi lebih bersih, lebih indah. Bahkan kita bisa mewujudkan mimpi bersama menjadikan Ruteng sebagai kota molas sebagai kota yang bersih dan nyaman untuk semua,” katanya.

Pengalaman serupa sebelumnya pernah diterapkan di SMKN Wae Ri’i dan terbukti mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih. Keberhasilan itu menjadi dasar kuat bagi WKRI untuk mengembangkan Gerakan SAKTI di Karot.

Dengan semangat kebersamaan dan konsistensi yang terus dijaga, Gerakan SAKTI kini tidak hanya menjadi program kebersihan, tetapi juga gerakan pendidikan karakter. Dari satu kantong sampah plastik setiap hari, anak-anak diajak belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan dari diri sendiri.

"HSL Terbaik", Testimoni Singkat Ketrin Peto Usai Dirias di Hari Pernikahan

“HSL Terbaik”, Testimoni Singkat Ketrin Peto Usai Dirias di Hari Pernikahan

RUTENG, FAJRNTT.COM – Hari bahagia Ketrin Peto dan Sandy pada Selasa, 28 April 2026, tak hanya dipenuhi suasana haru dan sukacita, tetapi juga menjadi perbincangan hangat publik, terutama di media sosial. Di tengah rangkaian momen sakral pernikahannya, satu kalimat singkat yang ditulis Ketrin melalui akun Facebook pribadinya justru sukses menarik perhatian luas: “HSL terbaik.”

Ungkapan sederhana itu bukan sekadar status biasa. Kalimat tersebut menjadi representasi kepuasan dan kebahagiaan Ketrin terhadap hasil riasan serta layanan yang diberikan oleh HSL Wedding Organizer, tim yang dipercaya menangani hampir seluruh aspek penting dalam pernikahannya. Mulai dari tata rias wajah, busana pengantin, hingga dekorasi acara, semuanya dipersiapkan dengan sentuhan profesional yang matang.

Pada prosesi pemberkatan yang berlangsung khidmat, Ketrin tampil memukau dengan riasan yang elegan dan berkelas. Makeup yang dikenakannya terlihat natural namun tetap menonjolkan kecantikan wajahnya secara maksimal. Sentuhan tersebut merupakan hasil karya langsung dari Herdy, owner HSL, yang turun tangan sendiri merias sang pengantin di hari istimewa itu.

Penampilan Ketrin yang anggun dan mempesona sontak menjadi sorotan. Dalam berbagai foto dan video yang beredar, ia tampak percaya diri, bahagia, dan memancarkan aura kebahagiaan yang kuat. Tak heran jika banyak warganet memberikan pujian, menyebutnya sebagai pengantin yang tampil sempurna, mulai dari detail riasan hingga keseluruhan konsep penampilan.

Herdy, selaku owner HSL, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh keluarga Ketrin.

Ia menegaskan bahwa kepuasan pengantin merupakan prioritas utama dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan keluarga. Bagi kami, kepuasan pengantin adalah kebanggaan tersendiri. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap momen spesial seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap detail dalam pernikahan Ketrin dipersiapkan dengan penuh ketelitian, mulai dari pemilihan konsep riasan yang sesuai dengan karakter wajah hingga keserasian dengan gaun dan tema acara secara keseluruhan.

Antusiasme publik terhadap pernikahan ini juga terlihat dari ramainya respons di media sosial. Foto-foto Ketrin yang beredar mendapat ribuan tanggapan, dengan mayoritas komentar memuji kecantikan dan penampilannya. Banyak yang menilai bahwa riasan yang digunakan tidak berlebihan, namun justru memperkuat kesan anggun dan elegan.

Di sisi lain, kebahagiaan mendalam juga dirasakan oleh keluarga, terutama sang ibu, Vivi. Saat dihubungi media ini pada Selasa sore (28/4), ia mengungkapkan rasa haru dan syukur melihat putrinya akhirnya menapaki fase baru dalam kehidupan.

“Saya bahagia sekali melihat anak saya tersenyum hari ini. Semua proses berjalan lancar, dan kami sangat bersyukur. Terima kasih untuk semua doa dari keluarga, sahabat, dan semua yang sudah mendukung,” tuturnya dengan penuh emosi.

Setelah prosesi pemberkatan, rangkaian pernikahan Ketrin dan Sandy masih berlanjut. Pada malam harinya, pasangan ini dijadwalkan menggelar resepsi di Cancar bersama keluarga besar serta para tamu undangan. Acara tersebut diperkirakan akan menjadi puncak perayaan, sekaligus momen berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat.

Pernikahan ini bukan hanya tentang penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi bukti bagaimana persiapan yang matang, dukungan keluarga, serta sentuhan profesional dapat menciptakan momen yang begitu berkesan. Testimoni singkat “HSL terbaik” dari Ketrin pun menjadi penegas bahwa kepuasan pengantin adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan perhatian terhadap setiap detail.

Di balik gemerlap perayaan dan pujian publik, tersimpan cerita tentang kebahagiaan yang tulus, sebuah awal baru yang penuh harapan bagi Ketrin dan Sandy dalam mengarungi kehidupan bersama.(*)

Keterangan Foto: Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Fraksi PKB, Rudi Rudolof Beno.

Muscab PKB di Labuan Bajo, Rudi Beno: Partai Harus Hidup hingga ke Akar Rumput

LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat basis organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tiga wilayah Manggarai Raya yang meliputi Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur, yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Hotel Jayakarta Labuan Bajo.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menata ulang kekuatan partai, memperkuat struktur hingga ke tingkat paling bawah, serta menjaring kepemimpinan baru yang dinilai mampu menjawab tantangan politik ke depan.

Hal tersebut ditegaskan oleh anggota DPRD Manggarai Fraksi PKB, Rudi Rudolof Beno saat diwawancarai media ini di sela kegiatan.

Ia menyebut Muscab kali ini sebagai titik krusial dalam menentukan arah masa depan PKB di Manggarai Raya.

“Muscab ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi momentum penting untuk menata ulang kekuatan partai. Kita ingin memastikan bahwa PKB benar-benar hidup sampai ke akar rumput, bukan hanya ada di atas kertas,” tegas Rudi.

Konsolidasi Jadi Agenda Utama

Rudi menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir dinamika politik di Manggarai Raya menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Kondisi ini menuntut partai untuk tidak hanya mengandalkan figur, tetapi juga membangun struktur yang solid, aktif, dan mampu menjangkau kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, kekuatan partai sejatinya terletak pada mesin organisasi yang bekerja secara efektif dari tingkat DPC hingga DPAC, bahkan sampai ke komunitas basis.

“Kita tidak bisa hanya kuat di elit. Partai harus hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Struktur itu harus hidup, bergerak, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.

Kepemimpinan Responsif Jadi Kebutuhan

Dalam konteks itu, Muscab diharapkan mampu melahirkan figur pemimpin yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan membaca persoalan masyarakat.

Rudi menekankan bahwa ke depan, PKB membutuhkan pemimpin yang mampu menggerakkan kader sekaligus menjadi jembatan antara partai dan masyarakat.

“Kita butuh pemimpin yang hadir, mendengar, dan memberi solusi. Bukan hanya mengurus organisasi, tetapi juga menyentuh persoalan masyarakat secara langsung,” katanya.

Regenerasi Kader Tak Bisa Ditunda

Selain konsolidasi, isu regenerasi kader menjadi perhatian serius dalam Muscab ini. Rudi menilai bahwa Manggarai Raya memiliki banyak kader muda potensial yang perlu diberi ruang untuk tampil dan berkembang.

Ia mengingatkan bahwa tanpa regenerasi, partai akan kehilangan energi baru dan daya dorong untuk berkembang.

“Regenerasi itu keharusan. Kita harus membuka ruang bagi kader muda yang punya kapasitas, semangat, dan komitmen ideologis. PKB harus menjadi rumah yang memberi kesempatan bagi mereka,” tegasnya.

Labuan Bajo sebagai Simbol Kemajuan

Pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi Muscab juga dinilai sarat makna. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional, Labuan Bajo dianggap merepresentasikan arah kemajuan dan pertumbuhan kawasan Manggarai Raya.

Rudi menyebut, dari kota ini PKB ingin memulai langkah baru untuk memperkuat peran politiknya dalam pembangunan daerah.

“Labuan Bajo bukan hanya tempat kegiatan, tetapi simbol kemajuan. Dari sini kita mulai konsolidasi besar untuk masa depan PKB di Manggarai Raya,” ungkapnya.

DPP PKB: Muscab Harus Hasilkan Solusi

Dalam sambutannya, Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa Muscab merupakan bagian penting dari proses konsolidasi internal partai yang berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa penguatan struktur hingga ke akar rumput menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan politik yang solid.

“Muscab ini adalah proses untuk memperkuat struktur partai dan memperluas jaringan hingga ke lapisan paling bawah. Dari sinilah kekuatan PKB akan tumbuh,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar Muscab menjadi ruang lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawa solusi bagi masyarakat.

“PKB harus hadir sebagai solusi. Kader-kader kita harus menjadi sosok yang dicari masyarakat ketika menghadapi persoalan,” tambahnya.

Pemerintah Daerah Beri Apresiasi

Sementara itu, Edistasius Endi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PKB yang memilih Labuan Bajo sebagai lokasi penyelenggaraan Muscab.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kami berharap kegiatan ini membawa dampak positif, tidak hanya bagi partai tetapi juga bagi daerah,” ujarnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk menikmati keindahan Labuan Bajo sebagai bagian dari pengalaman selama mengikuti kegiatan.

Evaluasi dan Seleksi Ketat Kepemimpinan

Di sisi lain, Kaharudin Mukthar dalam laporannya memaparkan kondisi dan evaluasi kinerja DPC PKB di tiga wilayah Manggarai.

Ia menegaskan pentingnya pembenahan organisasi agar ke depan PKB semakin solid dan efektif dalam menjalankan perannya.

“Kami melihat kekuatan dan kelemahan yang ada. Harapannya, kepemimpinan baru nanti mampu membawa perubahan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa proses seleksi kepemimpinan akan dilakukan secara ketat melalui mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), guna menghasilkan pemimpin yang benar-benar berkualitas.

Menuju Partai yang Lebih Dekat dengan Rakyat

Muscab PKB Tiga Manggarai ini dihadiri oleh pengurus DPC dan DPAC, tokoh partai, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat arah perjuangan partai ke depan.

Menutup keterangannya, Rudi Beno menegaskan bahwa soliditas internal dan kedekatan dengan masyarakat harus menjadi dua pilar utama PKB.

“Harapan kita sederhana: PKB harus semakin solid, semakin dekat dengan rakyat, dan semakin nyata kontribusinya. Muscab ini adalah titik awal untuk itu,” pungkasnya.***

Foto ilustrasi/internet

Konten Kontroversial ‘Berita Baneratv’ Picu Kegaduhan di Facebook, Nasabah Bantah Tuduhan Rentenir

FAJARNTT.COM – Publik media sosial, khususnya pengguna Facebook, tengah dihebohkan oleh serangkaian unggahan kontroversial dari akun “Berita Baneratv” sejak Kamis (16/4/2026). Akun tersebut memposting berbagai konten bernada provokatif terkait praktik utang-piutang yang dituding sebagai rentenir, bahkan disertai rekaman suara tanpa sensor yang memicu perdebatan luas di ruang publik digital.

Berdasarkan penelusuran pada Kamis (23/4/2026), akun tersebut mengunggah video rekaman percakapan yang diduga berasal dari komunikasi internal, tanpa penyuntingan atau sensor. Hal ini kemudian memicu kritik karena dianggap melanggar privasi pihak-pihak yang terlibat.

Tak hanya itu, pada unggahan sebelumnya, Kamis (16/4/2026), akun tersebut menulis, “SADIS…!!! Nyawa Hilang Ulah Rentenir! Nantikan ulasan lengkapnya di Baneratv.com.” Selang beberapa menit kemudian, muncul unggahan lanjutan yang menuding adanya pola tertentu, yakni penggunaan akun palsu untuk menyerang seseorang di media sosial hingga dugaan kerja sama dengan oknum aparat.

Konten bernada menyerang kembali muncul pada Sabtu (18/4/2026) dan Minggu (19/4/2026), bahkan disertai kata-kata kasar yang menyasar individu tertentu, termasuk dugaan penghinaan terhadap profesi kuasa hukum. Gaya komunikasi yang agresif ini memperkeruh situasi dan memicu reaksi beragam dari warganet.

Untuk menelusuri kebenaran tudingan tersebut, media ini melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak yang disebut dalam unggahan, termasuk beberapa nasabah yang pernah melakukan pinjaman kepada sosok berinisial SM, yang dituding sebagai pemodal sekaligus rentenir.

Salah satu nasabah, YJ, dalam wawancara melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (22/4/2026), menyampaikan bahwa selama kurang lebih tiga tahun menjadi nasabah, dirinya tidak pernah mengalami persoalan serius.

Ia menegaskan bahwa seluruh aturan dalam mekanisme pinjaman telah disepakati bersama sejak awal.

“Semua aturan sudah disepakati dalam grup internal. Kami juga sudah berjanji untuk tidak menyebarluaskan isi percakapan, voice note, atau informasi apapun dari dalam grup,” ujar YJ.

Menurutnya, keberadaan CC Santika justru sangat membantu, terutama dalam situasi mendesak.

Ia mengaku bahwa pencairan pinjaman bisa dilakukan dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan menit.

“Kalau kami butuh mendesak, hari itu juga langsung dibantu. Jadi selama ini kami merasa sangat terbantu,” lanjutnya.

Hal serupa disampaikan oleh nasabah lain, MC, yang juga telah hampir tiga tahun memanfaatkan layanan pinjaman tersebut.

Ia menjelaskan bahwa tidak pernah ada unsur paksaan ataupun penawaran aktif dari pihak pemberi pinjaman.

“Kami sendiri yang datang minta bantuan. Tidak pernah CC menawarkan pinjaman ke kami,” tegas MC.

Ia juga menyayangkan sikap akun “Berita Baneratv” yang dinilai tidak melakukan konfirmasi sebelum mempublikasikan tudingan.

“Saya merasa terganggu. Harusnya ada konfirmasi dulu, jangan langsung muat seperti itu. Ini jadi seolah-olah masalah besar, padahal tidak seperti itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, para nasabah mengakui bahwa dalam komunikasi internal memang terkadang terdapat bahasa keras dari pemberi pinjaman. Namun hal tersebut, menurut mereka, sudah menjadi bagian dari dinamika yang dipahami bersama dan tidak pernah berujung konflik hukum.

“Memang kadang ada kata-kata kasar, tapi setelah itu selalu minta maaf. Kami sudah paham karakter itu dan tidak pernah jadi masalah,” kata salah satu nasabah.

Para nasabah juga menyoroti penyebaran rekaman internal ke publik sebagai tindakan yang tidak etis dan melanggar kesepakatan bersama.

“Itu konsumsi internal. Harusnya tidak disebarluaskan. Kami justru merasa risih karena privasi kami jadi terbuka,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola akun “Berita Baneratv” terkait dasar tudingan yang disampaikan dalam unggahan mereka. Sementara itu, situasi ini terus menjadi perhatian publik dan berpotensi berkembang ke ranah hukum apabila pihak-pihak yang merasa dirugikan mengambil langkah lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam bermedia sosial, terutama dalam menyampaikan informasi yang menyangkut nama baik dan privasi seseorang.(*)

RJ dilaporkan ke Polisi usai lontarkan makian kasar di Group Whatsapp.

Ujaran Kasar di Grup WA Picu Laporan Baru di Polres Manggarai, RJ Kian Disorot

RUTENG, FAJARNTT.COM – Dinamika ruang digital kembali memantik persoalan hukum. Seorang pria yang mengaku wartawan media Baneratv.com kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Kepolisian Resor Manggarai atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilakukan melalui grup WhatsApp. Laporan ini diajukan oleh jurnalis media Obor Timur, Gordianus Jamat, pada Selasa, 21 April 2026, dan telah resmi diterima dengan nomor registrasi DUMAS/55/IV/2026/RES.MANGGARAI/POLDA NTT.

Kasus ini bermula dari aktivitas jurnalistik yang dilakukan pelapor. Pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 12.58 WITA, Gordianus membagikan sebuah karya liputan berjudul “Teror Tengah Malam Berkedok Jurnalisme, Warga di Manggarai Bongkar Dugaan Intimidasi Oknum Wartawan ‘RJ'” ke dalam grup WhatsApp “Pembaca Bajopedia” yang diketahui memiliki ratusan anggota. Tulisan tersebut mengangkat dugaan praktik intimidasi terhadap warga oleh seseorang yang mengaku sebagai jurnalis.

Namun, tak lama setelah unggahan tersebut beredar, situasi di dalam grup berubah memanas. Ronal Jantur diduga merespons dengan mengirimkan sejumlah pesan suara bernada tinggi yang menyebut nama pelapor disertai kata-kata kasar. Dalam salah satu voice note yang dikirim pada pukul 12.58 WITA, terlapor terdengar melontarkan makian yang dinilai merendahkan martabat.

“Oe Gordi, b*** de hau ta. Ing-anga, l** bapa’m,” demikian kutipan isi pesan suara yang dilaporkan.

Selang satu menit kemudian, terlapor kembali mengirimkan pesan suara kedua yang tidak hanya mempertanyakan isi pemberitaan, tetapi juga menyerang kredibilitas pelapor sebagai jurnalis.

“Kau tanya itu Melan Gael, Siska dan siapa lagi yang lain itu. Ada tidak chat sebelum saya telepon mereka itu. Saya perkenalkan diri sebagai jurnalis… Kau jangan bingi bangas. L** bapam e, l** dema’m,” ujar terlapor dalam rekaman tersebut.

Tidak berhenti pada pesan suara, pada pukul 13.24 WITA, terlapor mengirimkan pesan teks yang berisi penghinaan secara langsung.

“Hau keta inen ee bodok le mai morin (kau bodok ulung)… tidak bisa bedakan antara teror dan sedang berupaya untuk wawancara,” tulisnya, yang kemudian diakhiri dengan kalimat bernada tantangan untuk datang ke Labuan Bajo.

Bagi Gordianus, rangkaian pernyataan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai kritik atau klarifikasi biasa, melainkan telah masuk dalam kategori serangan terhadap kehormatan dan nama baik. Terlebih, pernyataan tersebut disampaikan di ruang publik digital yang dapat disaksikan oleh ratusan anggota grup.

“Ini bukan sekadar perbedaan pandangan. Cara penyampaiannya sudah sangat merendahkan dan dilakukan secara terbuka. Sebagai jurnalis, saya merasa dirugikan baik secara pribadi maupun profesional,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah hukum yang ditempuh merupakan bentuk upaya untuk menjaga marwah profesi jurnalistik sekaligus memberikan edukasi kepada publik bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital tetap memiliki batas hukum.

Kasus ini semakin menarik perhatian karena bukan yang pertama kali menyeret nama Ronal Jantur dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, seorang warga Manggarai bernama Melania Gail juga telah melaporkan pria berinisial RJ yang diduga orang yang sama, atas tuduhan serius tanpa dasar yang mengaitkan dirinya dengan kematian seorang anggota polisi di Manggarai Timur.

Laporan tersebut diajukan pada 17 April 2026 dan teregister dengan nomor DUMAS/53/IV/2026/RES.MANGGARAI/POLDA NTT. Dalam laporannya, Melania mengungkapkan bahwa dirinya menerima panggilan dan pesan WhatsApp dari RJ yang menyampaikan tuduhan berat tanpa bukti yang jelas.

“Ite juga kena ini kasus e… Berat sudah ini kasus e,” demikian isi pesan yang diterima Melania, yang menurutnya mengandung tekanan dan upaya menggiring opini.

Melania mengaku sangat terpukul atas tuduhan tersebut, karena merasa tidak pernah memiliki keterkaitan apa pun dengan kasus yang dimaksud. Ia pun memilih menempuh jalur hukum untuk memulihkan nama baiknya.

Di sisi lain, laporan serupa juga datang dari Emiliana Helni yang merasa dirugikan akibat unggahan di media sosial. Ia melaporkan akun Facebook “Berita Baneratv” yang disinyalir kepemilikan akunnya adalah RJ ke Polres Manggarai pada 17 April 2026 dengan nomor registrasi DUMAS/54/IV/2026/RES.MANGGARAI/POLDA NTT.

Dalam keterangannya, Emiliana menyebut bahwa namanya dicatut dalam komentar bernada provokatif yang menyudutkan dirinya seolah-olah kebal hukum.

“Nama saya disebut secara langsung dengan narasi yang tidak benar. Ini sangat merugikan saya sebagai pribadi,” ujarnya.

Ronal Jantur disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berada di balik akun tersebut, meskipun hal ini masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut dalam proses penyelidikan.

Rentetan laporan ini memunculkan dugaan adanya pola tindakan yang berulang, yakni penggunaan media elektronik sebagai sarana untuk menyampaikan tuduhan, tekanan verbal, hingga penghinaan secara terbuka. Situasi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang digital yang seharusnya menjadi wadah komunikasi dan pertukaran informasi, justru dapat berubah menjadi arena konflik yang berujung pada persoalan hukum.

Hingga kini, publik menaruh perhatian besar terhadap langkah yang akan diambil oleh aparat penegak hukum. Penanganan kasus ini dinilai penting tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi para pelapor, tetapi juga sebagai peringatan bahwa setiap bentuk ujaran di ruang digital memiliki konsekuensi hukum yang tidak bisa diabaikan.

Pater Marsel Ogot Keluarkan Hak Jawab soal Pemberitaan tentang Sengeketa tanah Batu Gosok.

Hak Jawab Pater Marsel Ogot: Tudingan Kerahkan Massa dalam Sengketa Tanah Disebut Fitnah

LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Pater Marsel Ogot secara resmi menyampaikan Hak Jawab atas pemberitaan salah satu media siber yang memuat tudingan dirinya mengerahkan massa dan memimpin aksi dengan membawa parang dalam sengketa tanah di kawasan Batu Gosok, Manggarai Barat.

Hak Jawab tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut dari keputusan Dewan Pers Nomor: XX/Risalah-DP/III/2026 tertanggal 12 Maret 2026, yang memeriksa dan memutus pengaduan terhadap pemberitaan media dimaksud. Dalam surat yang ditujukan kepada pimpinan redaksi, Pater Marsel menegaskan bahwa isi pemberitaan tersebut tidak akurat, tidak berimbang, serta merugikan nama baiknya.

Ia membantah tegas judul berita yang menyebut dirinya memimpin massa dengan membawa parang. Menurutnya, fakta yang terjadi di lapangan sangat berbeda dari apa yang diberitakan.

“Judul berita yang menyebut saya memimpin massa membawa parang adalah tidak benar (bohong). Saya bersama karyawan Prundi datang ke lokasi tanah milik Yayasan Prundi di Batu Gosok untuk aktivitas kerja, yakni menanam kembali pilar yang rusak akibat pelebaran jalan,” tegasnya dalam Hak Jawab.

Selain itu, ia juga menyoroti kutipan pernyataan dalam berita yang menyebut dirinya mengatakan “biar kita mati di sini”. Pernyataan tersebut disebutnya sebagai fitnah yang menyesatkan publik.

“Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut. Yang saya sampaikan adalah peringatan dalam konteks adat Manggarai terkait tindakan penyerobotan tanah, yang dikenal dengan istilah ‘Purak Mukang Wajo Kampong’,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pater Marsel juga membantah klaim dari Aloysius Oba yang menyebut dirinya sering mengganggu tanah milik Oba.

Ia justru menegaskan bahwa tanah yang disengketakan merupakan milik Yayasan Prundi/SVD yang diperoleh secara sah sejak tahun 1999 dari tokoh adat setempat.

Ia bahkan membeberkan sejumlah fakta yang dinilai memperkuat posisinya. Di antaranya, pada 22 Mei 2025, Aloysius Oba disebut telah menandatangani surat pernyataan yang mengakui kepemilikan lahan tersebut. Pengakuan serupa juga disampaikan kembali pada 26 Agustus 2025 saat berada langsung di lokasi tanah di Batu Gosok.

Namun dalam proses mediasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat pada 3 September 2025, Aloysius Oba disebut tidak mampu menunjukkan dokumen kepemilikan tanah. Bahkan, ia meninggalkan forum mediasi tanpa menandatangani berita acara.

Pater Marsel menegaskan bahwa perkara pemberitaan ini telah diperiksa dan diputus oleh Dewan Pers, yang dalam amar putusannya menyatakan bahwa media tersebut melanggar Kode Etik Jurnalistik karena tidak akurat dan tidak berimbang. Dewan Pers juga mencatat bahwa media dimaksud belum terdata secara resmi serta pimpinan redaksinya belum memiliki sertifikat kompetensi wartawan.

Berdasarkan putusan tersebut, Pater Marsel menuntut pihak media untuk memuat Hak Jawab ini secara utuh tanpa perubahan, menerbitkan koreksi atas pemberitaan yang tidak akurat, serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada dirinya, keluarga, dan masyarakat pembaca, termasuk melalui publikasi video di platform media yang sama.

“Hak Jawab ini saya sampaikan demi menjaga kebenaran informasi serta melindungi kehormatan dan nama baik saya di hadapan masyarakat,” tutupnya.

Surat Hak Jawab tersebut ditandatangani di Labuan Bajo pada 16 Maret 2026 sebagai bentuk sikap resmi atas pemberitaan yang dinilai telah mencederai prinsip-prinsip jurnalistik dan merugikan dirinya secara pribadi maupun institusional.

Gubernur NTT menerima kunjungan CEO/Co-founder NIHI Sumba, James McBride, bersama Nina Rambu Rauna di Ruang Kerja Gubernur NTT, Rabu (25/3/2026)

Gubernur Melki Dorong Lompatan Pariwisata NTT, NIHI Bidik Rote sebagai Destinasi Elite Global

KUPANG, FAJARNTT.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, terus mendorong lompatan besar sektor pariwisata daerah dengan membuka ruang kolaborasi investasi kelas dunia. Hal itu tercermin saat dirinya menerima kunjungan CEO/Co-founder NIHI Sumba, James McBride, bersama Nina Rambu Rauna di Ruang Kerja Gubernur NTT, Rabu (25/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat arah baru pembangunan pariwisata Nusa Tenggara Timur yang kini semakin serius membidik pasar wisata premium global.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Plh. Sekda NTT Flouri Rita Wuisan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Doris Rihi, serta Kepala Dinas PUPR Benyamin Nahak itu, James McBride memaparkan rencana ambisius NIHI untuk memperluas pengembangan resor kelas dunia ke Pulau Rote. Setelah sukses membangun reputasi internasional di Pulau Sumba, Rote dinilai memiliki karakter eksotis dan daya tarik bahari yang mampu bersaing di level global.

“Kami melihat Rote sebagai permata tersembunyi. Potensinya luar biasa, baik dari sisi keindahan alam maupun keunikan budaya. Ini adalah peluang besar untuk menghadirkan destinasi elite baru yang bisa menarik wisatawan kelas dunia,” ujar James McBride.

Namun, ia juga menegaskan bahwa peluang besar tersebut masih dibayangi sejumlah tantangan klasik, terutama pada aspek konektivitas dan infrastruktur dasar. Keterbatasan penerbangan langsung, kondisi jalan yang belum memadai, hingga minimnya transportasi umum menjadi catatan penting bagi keberlanjutan investasi.

“Ada beberapa kendala krusial yang berada di luar jangkauan kami sebagai investor, seperti akses penerbangan dan infrastruktur jalan. Kami berharap dukungan pemerintah provinsi untuk membantu menjembatani komunikasi dengan maskapai dan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung,” tegasnya.

Lebih dari sekadar pembangunan resor, NIHI juga membawa misi sosial melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Dalam rencana pengembangannya di Rote, NIHI akan membangun akademi perhotelan sebagai pusat pelatihan tenaga kerja lokal agar siap terlibat langsung dalam industri pariwisata modern.

“Kami ingin masyarakat lokal menjadi bagian utama dari ekosistem ini. Akademi perhotelan akan kami bangun agar SDM lokal memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing. Seperti di Sumba, kami berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal,” tambah James.

Menanggapi hal tersebut, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap rencana ekspansi NIHI. Ia menilai investasi tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik rencana ini. Pemerintah provinsi siap mendukung, terutama dalam hal infrastruktur dasar. Untuk akses jalan menuju lokasi resor akan segera kami identifikasi melalui Dinas PUPR agar bisa dianggarkan,” ujar Gubernur Melki.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dalam meningkatkan konektivitas udara yang menjadi kunci utama akses wisatawan ke destinasi premium.

“Kami akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, agar konektivitas ke destinasi wisata unggulan di NTT semakin terbuka. Ini penting agar investasi seperti NIHI bisa berkembang dan memberi dampak ekonomi yang nyata,” lanjutnya.

Sebagai salah satu ikon pariwisata global, NIHI Sumba dikenal luas sebagai resor ultra-mewah yang menghadirkan pengalaman eksklusif dengan menggabungkan keindahan alam, budaya lokal, dan privasi tingkat tinggi. Terletak di pesisir barat Pulau Sumba, resor ini menawarkan daya tarik seperti ombak legendaris “God’s Left”, garis pantai sepanjang 2,5 kilometer, serta konsep “Edge of Wildness” yang memadukan kemewahan dengan nuansa alam liar yang autentik.

Ekspansi ke Pulau Rote tidak hanya menjadi langkah bisnis, tetapi juga strategi besar dalam mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat lokal, langkah ini diyakini akan menjadi titik tolak transformasi Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi wisata elite global yang mampu bersaing di panggung internasional.(*)